PEMBOBOL PEGADEAN PUTAR LAGU DANGDUT UNTUK SAMARKAN SUARA BOR.


Republiknews.com -Jakarta - Pembobolan kantor pegadaian di Depok dan Bekasi yang dilakukan komplotan Rusdianto (38) dkk dengan rencana terukur. Mereka bahkan memutar musik kencang-kencang untuk menyamarkan suara alat bor saat membobol tembok pegadaian.

"Ada speaker kecil biar nggak kedengeranwaktu bobol, (memutar) ya musik dangdut gitu. Biar berisik," kata salah seorang tersangka Ikhawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Ikhawan dan keempat pelaku lainnya biasa beraksi di malam hari. Setiap pelaku mempunyai peran masing-masinG

"Dari pukul 21.00-03.00 WIB, sehari itu aja. Habis itu bubaran," tuturnya.

Ikhawan lantas bicara soal awal mula dirinya ikut sindikat pembobolan pegadaian. Dia diajak tersangka lain untuk berkenalan dengan oknum TNI yang diduga terlibat yaitu Pratu H.

"Kenal bulan Januari 2018," ujarnya.

Ikhawan mengaku membobol pegadaian karena disuruh Pratu H. Pratu H juga lah yang mengkoordinasikan setiap aksi pembobolan tersebut.

"Iya, nanti kalau udah ada hasil, ngomong gitu ke dia (Pratu H)," tuturnya.

Brankas di pegadaian yang dibobol (Foto: dok. Istimewa)

Berdasarkan pengalamannya, Ikhawan mendapat uang paling banyak saat membobol pegadaian di Cilodong, Depok. Dia juga memberikan uang hasil kejahatan itu kepada istrinya.

"Rp 37 juta paling besar," ucap dia.

Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap lima orang pelaku pembobolan pegadaian yakni Rusdianto, Ikhawan alias Kopral, M Asri, Daryo, dan oknum TNI Pratu H. Mereka ditangkap di kawasan Cipayung, Depok, pada Selasa (22/5) ketika hendak mengunjungi rumah tersangka Rusdi.

Pratu H dkk mengaku sudah melakukan 4 kali pembobolan pegadaian yakni di Pusat Gadai Indonesia Cilodong Depok, Pusat Gadai Indonesia Bekasi, Pusat Gadai Indonesia Limo Depok, dan Pusat Gadai Indonesia Citayem Depok. (mei/Romi.A)

Sumber

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »