UMNO Klaim Uang Rp 400 M yang Disita dari Najib Milik Partai

Republiknews.com -Kuala Lumpur - Partai United Malays National Organisation (UMNO) yang menaungi mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, mengklaim bahwa uang yang disita polisi dari properti terkait Najib merupakan uang partai. UMNO berupaya mengambil kembali uang itu dari otoritas Malaysia. 

Seperti dilansir media Malaysia, The Star, Sabtu (26/5/2018), tim komunikasi UMNO merilis pernyataan pada Kamis (24/5) yang isinya mengomentari sejumlah besar uang tunai yang disita dalam penggeledahan di sejumlah properti terkait Najib. Usai kalah pemilu, Najib mengundurkan diri dari jabatan Ketua UMNO juga ketua koalisi Barisan Nasional (BN) yang berkuasa di Malaysia selama enam dekade terakhir. 

Ditegaskan UMNO dalam pernyataannya bahwa konstitusi partai mengizinkan setiap Presiden UMNO mengelola dana partai secara langsung, termasuk dana untuk kampanye pemilu. Najib diketahui memimpin UMNO sejak tahun 2009 hingga 12 Mei 2018.

"Tidak ada perbedaan dari mantan presiden kami Najib, yang menggalang (dana) untuk kontribusi kampanye sebelum GE14 (pemilu ke-14 Malaysia) dan mengelola dana partai kami," sebut tim komunikasi UMNO dalam pernyataannya. 

UMNO mengklaim dana partai yang dipegang Najib sedang dalam proses ditransfer ke kepemimpinan baru UMNO ketika penggeledahan dan penyitaan terjadi. UMNO saat ini dipimpin Ahmad Zahid Hamidi, yang sebelumnya menjabat Wakil Presiden UMNO dan Wakil PM saat Najib berkuasa.

"Namun, sisa dana ini disita oleh polisi setelah Najib mengundurkan diri sebagai Presiden UMNO dan Barisan Nnasional, sebelum dana ini ditransfer ke pemimpin saat ini," imbuh pernyataan itu.

Disebutkan juga oleh UMNO bahwa ketika PM Malaysia saat ini, Mahathir Mohamad, mengundurkan diri dari jabatan Presiden UMNO tahun 2003 lalu, dia juga mengembalikan dana sebesar 1,2 miliar ringgit kepada partai dan 3 juta anggotanya. 

"UMNO berupaya mendapatkan kembali dana ini dan meminta polisi untuk melepaskan dan mengembalikan dana ini kepada partai setelah seluruh penyelidikan selesai," ungkap UMNO, tanpa menyebut jumlah dana yang menjadi hak partai.

"UMNO saat ini dalam proses membangun kembali dan pengembalian dana partai akan membangun proses ini," tutur UMNO merujuk pada kekalahan mereka yang mengejutkan dalam pemilu 9 Mei lalu.

Pada Jumat (25/5) pagi, Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Komersial (CCID) Kepolisian Malaysia, Amar Singh, mengumumkan bahwa jumlah uang tunai yang disita dari tiga kondominium di Pavilion Residences terkait Najib mencapai angka 114 juta ringgit atau setara Rp 402 miliar. 

Disebutkan juga oleh Amar bahwa sejumlah besar uang tunia itu terdiri atas 26 mata uang berbeda dan disimpan di dalam 35 tas yang disita dari kondominium itu. Sebanyak 37 tas lainnya yang ikut disita dinyatakan berisi jam tangan mewah dan berbagai perhiasan yang nilainya belum ditaksir.( -red )

Sumber

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »