Terkini

Festival Unik Tahunan Tumbilotohe Malam Ini Gorontalo Dihiasi Jutaan Lampu

Tuesday, 12 June 2018
Foto sumber kompas.com
Republiknews - Gorontalo
Selama tiga hari Aswin Heluma (44) mengelana masuk hutan untuk mencari damar, getah pohon.

Ia kumpulkan getah yang sudah mengering di beberapa pohon dalam sebuah tas anyaman. Tidak mudah baginya, letak pohon berjauhan dan harus membersihkan semak-semak untuk dilalui.

Aswin Heluma, warga Tabongo Timur Kabupaten Gorontalo hanyalah orang kampung. Petani ini sedang menyiapkan Tohetutu, lampu tradisional yang akan dinyalakan 3 hari menjelang Idul Fitri.

Menyalakan lampu ini adalah tradisi lama yang diperkirakan ada sejak Agama Islam masuk ke Gorontalo, sekitar abad XVI.

Suasana malam di Gorontalo saat Festival Timbilotohe berlangsung sejak H-3 hingga usai malam takbiran. Sumber foto. Kompas.com. laporan wartawan republiknews.com Romi A
Kebiasaan ini terus berlanjut hingga kini, bahkan setiap akhiran Ramadan jumlahnya mencapai jutaan lampu. Tradisi ini disebut Tumbilotohe, malam pasang lampu.

Aswin Heluma rela keluar masuk hutan untuk mencari getah ini agar dapat membuat tohetutu. Getah yang dikumpukan tadi kemudian dibungkus dengan daun woka kering, sejenis palem hutan. Mohibadaa, Cara Warga Gorontalo Sehat Sepanjang Ramadhan

Tohetutu yang sudah siap dinyalakan ini dijual dengan harga Rp 5.000 per buahnya. Nilai ini tidak sepadan dengan jerih payahnya mengumpulkan getah pohon di hutan.

Namun baginya, uang Rp 5.000 ini adalah berkah. Sebab ia dapat menjual 1 tas besar dalam beberapa hari di pasar tradisional sekitar Batudaa, Bongomeme, hingga ke Kota Gorontalo.

“Saat dinyalakan baunya harum, beda dengan lampu minyak model sekarang,” kata Aswin Heluma.

Sebagai orang desa, Aswin dan juga banyak warga di Tabongo, Batudaa, Bongomeme, dan Dungaliyo masih memburu getah pohon untuk dijadikan lampu tumbilotohe.


Sumber
Republiknews.com/ - Red
Romi A

No comments:

Post a Comment