Memprihatinkan !! Dua Rumah di Proyek Jalan Tol Manado-Bitung

Memprihatinkan !! Dua Rumah di Proyek Jalan Tol Manado-Bitung

Tuesday, 30 July 2019, July 30, 2019


BITUNG - Dua rumah dengan bangunan tembok beton milik Salim Fatilima dan Hadijah Pangerapan masih terlihat berdiri kokoh di proyek jalan tol di kelurahan Pateten Tiga kecamatan Maesa. Rumah tersebut tetap berdiri, sementara proyek pembangunan jalan tol di sekitar tempat itu jalan terus.

"Ratusan rumah tetangga telah dibongkar dan berpindah tempat setelah mendapat ganti rugi. Ini sudah rata dengan tanah. Namun kami (dua rumah) ini belum mendapat kepastian dari pihak Panitia Pembebasan Lahan Tol Manado-Bitung,"ucap Hadijah (60) saat ditemui, Selasa (30/7/2019).

Ia menuturkan, jika tak masuk dalam daftar lahan yang terkena gusuran, Hadijah meminta kepada panitia pengadaan lahan tol untuk memberikan akses jalan. "Sekarang bisa kita liat, akses jalan semua putus mungkin karena tersisa dua rumah. Pada saat pembangunan sudah mulai, akses menuju rumah menjadi terhalang karena nantinya ada pembatas pengerjaan lahan tol. Didepan rumah terdapat galian proyek pembangunan jalan tol. Di samping rumah terdapat material bangunan yang dibongkar disertai tanah tinggi. Kami harus mengadu ke siapa?,"jeritnya.

Menyikapi hal ini, Ketua Harian DPP LSM. Corong Aspirasi Rakyat, Khalid Rahman meminta agar panitia pengadaan lahan tol memperhatikan warga tersebut. "Ini butuh kebijakan yang pro rakyat, mereka seakan terisolir karena dampak pelaksanaan pengerjaan Tol Manado-Bitung,"ujarnya.

Menurutnya, selain tidak mempunyai akses jalan, rumah warga tersebut terancam rusak, banjir dan tanah longsor bila hujan deras datang. "Bencana alam menjadi ancaman mereka, ini yang harus dipikirkan,"cetus Khalid seraya meminta agar panitia pengadaan lahan tol Manado-Bitung segera meninjau dan memberi solusi yang terbaik.

Terpisah, PPK Pengadaan Lahan Tol Manado-Bitung di Kota Bitung, Stenly Arthur Massie saat dikonfirmasi mengatakan akan menindaklanjuti masalah tersebut. "Nanti kita cek, tapi perlu diketahui, PPK hanya melakukan pembayaran ganti rugi berdasarkan data penilaian dari tim appraisal. Untuk menentukan lahan yang terkena trase tol, hak dari Panitia Pengadaan Lahan. Tapi tak mengapa nanti kami akan tinjau dan segera menyampaikan kepada panitia terkait hal ini. Untuk masalah akses jalan, juga akan kami konsultasikan kepad pelaksana proyek Tol Manado-Bitung," singkatnya via Whatsapp.(romi)

TerPopuler