Hanok Mariay : Mengejar Ketertinggalan, Meraih Masa Depan

Hanok Mariay : Mengejar Ketertinggalan, Meraih Masa Depan

Selasa, 12 November 2019, November 12, 2019

Foto: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Teluk Wondana, Hanok Mariay Spd.



Wasior, Republiknews.com
Dunia pendidikan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehari hari. karena pendidikan merupakan pembekalan hidup bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup yang bisa bermanfaat di kemudian hari.
namun apa jadinya jika dunia pendidikan tidak di implementasikan kepada masyarakat yang sangat butuh pendidikan khususnya bagi warga yang bermukim di pedalaman yang selama ini masih butuh perhatian dari pemerintah.

Terkait hal pendidikan yang ada di kabupaten teluk wondama Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan, Hanok Mariay Spd angkat bicara kepada awak media senin, (11/11/19)

" Kami berkomitmen penuh dalam pendidikan, agar anak anak yang ada di daerah kami bisa bersaing dengan yang ada diluar sana, dan bukan menjadi penonton di balik layar tapi menjadi pendorong pembangunan di daerah ini,  mampu untuk berubah,mampu untuk bersaing, serta ikut mencerdaskan kehidupan bangsa menuju wondama emas, " tegasnya.

Salah satu visi misi Bupati Teluk Wondama, Bernadus A imburi dalam hal pendidikan yaitu  mencerdaskan anak Wondama menuju kemandirian dengan target wondama emas.

" Wondama emas itu adalah impian sebuah masa depan yang nantinya anak anak wondama mampu bersaing di dunia modern, baik di kancah nasional maupun kancah daerah. hal tersebut yang menjadi jabaran di kabupaten wondama, yaitu pengembangan pendidikan. namun yang menjadi persoalan pendidikan di wondama adalah kultur budaya yang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. jadi solusinya adalah memutus rantai ketertinggalan dan mengejar ketertinggalan dari daerah lain, menerobos dan menempatkan guru guru di daerah yang tertinggal, " paparnya.

Daerah Wondama sendiri masih mengalami kendala tenaga guru khususnya di daerah tertinggal, karena akses menuju ke lokasi tersebut hanya bisa di jangkau lewat udara, jika di tempuh dengan jalur darat dengan berjalan kaki memakan waktu 1 minggu bahkan 1 minggu lebih.

Hanok menambahkan bahwa, untuk Sekolah tertinggal atau sekolah peradaban akan beda dengan sekolah kurikulum, contohnya dari mata pelajaran jika ini tidak di kejar maka ini akan merupakan bom waktu yang tidak di lihat oleh dunia pendidikan itu secara serius.

" Bagaimana menciptakan seorang anak dengan tiga kemampuan dasar itu terselesaikan, yaitu membaca menulis dan berhitung. dalam metode sas pemenggalan kata, huruf, dan kalimat, yang terpenting anak sudah mengenal kata, huruf dan kalimat berarti anak bisa membaca. kalau dia bisa membaca berarti dia bisa melihat hal yang lain. memang medan yang di tempuh sangat sulit tapi kami selalu menciptakan terobosan terobosan daerah tertinggal agar cepat maju dan dapat merubah bangsa ini, " imbuhnya.

Enam belas  tahun kabupaten ini berdiri tapi masih banyak daerah daerah yang butuh sentuhan. sentuhan untuk perubahan, maka sebuah solusi untuk ini semua yaitu pendidikan supaya impian bupati bahwa wondama emas itu bisa terjawab.

" Renungan panjang yang sedang di desain untuk menuju kesana maka dunia pendidikan kita siapkan. sekolah yang di daerah terpencil ini seperti sekolah peradaban. SD sudah disiakan beserta guru gurunya. SMP di bangun asrama, yaitu SMP penyangga untuk sekolah yang di luar atau daerah tertinggal, serta menyediakan asrama bagi anak anak wondama, " terangnya.

Pendidikan adalah target dan sasaran utama untuk merubah pola pikir anak anak wondama.

" Konsep konsep ini adalah dorongan dinas pendidikan untuk mengejar ketertinggalan. jangan berpikir untuk hari ini tapi berpikir untuk masa depan nanti, " harap hanok. ( OTN )

TerPopuler