Alat Detektor Virus Coronavius Dipasang di Bandara Samrat , Gubernur himbau Warga Waspada tapi tidak panik

Alat Detektor Virus Coronavius Dipasang di Bandara Samrat , Gubernur himbau Warga Waspada tapi tidak panik

Sabtu, 25 Januari 2020, Januari 25, 2020


Gubernur Sulut, Olly Dondokambey

Sulut, Republiknews.com- 
Virus Coronavirus yang mewabah di cina membuat Pimprov Sulut ,lakukan antisipasi dini kususnya di Bandara Samratulangi Manado ,Jumat (24,01,2020).

Melalui instruksi Gubernur Olly Dondokambay SE dan Wakilnya Drs Steven OE Kandouw langkah-langkah antisipasi sudah mulai dilakukan lewat Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) dan instansi terkait .

Pemasangan alat thermal scanner di bandara Sam Ratulangi dan ruangan sudah diperlengkap ,tandas Gubernur Olly saat di wawancarai di lobi Kantor Gubernur.

Olly  juga mengimbau warga Sulut untuk tidak panik, namun tetap waspada dalam menghadapi wabah Corona yang merebak di Cina tersebut.

Apalagi menurutnya langkah-langkah penanganan juga intens dilakukan pemerintah Republik Rakyat Thiongkok (RRT), dengan mulai mengambil tegas untuk menangani virus yang diduga berasal dari hewan tersebut.

"Pemerintah Cina  ,saat ini saja sudah menutup Kota Wuhan dari aktivitas, termasuk pelarangan warganya bepergian ke luar negeri," jelas Gubernur Olly yang berpesan agar Warga Sulut dapat menjalankan hidup sehat, seperti cuci tangan sebelum melakukan aktivitas makan minum,jelasnya.

Terkait  interuksi dari Gubernur ,Sebelumnya pada jumpa pers  Jumat pagi, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dr Debbie Kalalo mengakui bahwa pihaknya sudah mengambil langkah-langkah sejak awal Januari lalu.

“Penyakit ini tingkat fatalitasnya (kematian) rendah. Dengarkan advice dari sumber terpercaya dan bila didapati adanya berita meresahkan segera menghubungi Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Kota.

masyarakat diimbau tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk, disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan ke pelayanan kesehatan IRS terdekat,” ungkap dr Debbie.

Dan sampai hari ini belum ada laporan ataupun deteksi adanya kasus pneumonia berat dengan penyebab Virus Corona di Provinsi Sulawesi Utara.

“Mengingat bahwa Provinsi Sulawesi Utara memiliki kerentanan terkait perkembangan penyakit ini, maka Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara bekerjasama dengan stakeholder terkait telah mengupayakan Iangkah-Iangkah antisipatif,” ujarnya.

Sampai tanggal 20 Januari 2020 dilaporkan ada 198 orang yang terinfeksi oleh penyakit ini. Sebagian besar ada di Provinsi Wuhan, laporan adanya penyebaran ke Beijing. Otoritas Kesehatan di Jepang dan Thailand juga melaporkan adanya 3 kasus yang dicurigai, walaupun belum terkonfirmasi.

Sementara itu ,Otoritas kesehatan di China berhipotesa bahwa penyakit ini terjangkit dari hewan liar yang dijual di pasar hewan ke manusia.(Suryo).

TerPopuler