Klaim Asuransi menunggak dari 2018 ,PT Asuransi Jiwasraya akan bayar ke Nasabah 2020 -->

Klaim Asuransi menunggak dari 2018 ,PT Asuransi Jiwasraya akan bayar ke Nasabah 2020

Jumat, 27 Desember 2019, Desember 27, 2019


Republiknews.com, 
PT Asuransi Jiwasraya (persero) melalui Direktur Utamanya Hexsana Tri Sasongko , Berjanji akan membayar klaim asuransi  nasabah JS Saving Plan pada 2020 . Dirut Asuransi  Perusahan BUMN tersebut optimis, bisa meraup dana segar dari beberapa upaya yang akan dilakukan demi meyehatkan PT Asuransi yang dikelolanya.

Hexsana ,menyatakan "salah satu strategi untuk menyelamatkan Jiwasraya adalah pelaksanaan dari mitra strategis untuk mengelola anak usaha, yakni Jiwasraya Putra. Saat ini, sudah ada enam investor yang sedang mengikuti uji tuntas atau due diligence,terangnya

Strategi lainnya, yaitu pembentukan holding asuransi. Nantinya, Jiwasraya akan menerbitkan pinjaman subordinasi yang akan dibeli holding tersebut

Hexsena juga menambahkan Jiwasraya juga berencana membuat produk baru, yakni finansial reinsurance. Namun, Hexana tak menjelaskan lebih lanjut kapan produk itu dirilis.

Diketahui bersama , Jiwasraya mengumumkan tak bisa membayar klaim jatuh tempo produk JS Saving Plan sejak Oktober 2018 lalu. Nilai tunggakannya mencapai Rp802 miliar.

Hexana menyatakan perusahaan sedang mengalami persoalan likuiditas. Berdasarkan data keuangan unaudited Jiwasraya, ekuitas perusahaan minus Rp10,24 triliun dan merugi hingga Rp15,83 triliun.

Dalam kaitan diatas,  mengenai tunggakan klaim saving plan diupayakan mulai dibayarkan tahun 2020 , ungkapnya seperti yang dilangsir dari CNN , jumat (27,12,2019)

Hanya saja dalam pelaksanannya nanti dana yang masuk tidak untuk  bayar semua (tunggakan klaim) karena perusahaan harus tetap jalan," kata Hexana.

Dilain waktu sebelumya Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan selain pembentukan holding dan mitra strategis, Jiwasraya akan melepas portofolio saham bervaluasi rendah (undervalue). Penjualan itu ditargetkan mendatangkan dana segar sebesar Rp5,6 triliun,seperti yang dilansir dari CNN, "Kapan jual saham belum tahu, masih lihat nilainya, tunggu tinggi dulu. Bergantung pasar. Pokoknya nilainya sampai Rp5,6 triliun," terang Arya Sinulingga.

Sebelumnya, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan selain pembentukan holding dan mitra strategis, Jiwasraya akan melepas portofolio saham bervaluasi rendah (undervalue). Penjualan itu ditargetkan mendatangkan dana segar sebesar Rp5,6 triliun.

"Kapan jual saham belum tahu, masih lihat nilainya, tunggu tinggi dulu. Bergantung pasar. Pokoknya nilainya sampai Rp5,6 triliun," imbuh Arya.(Suryo)

TerPopuler