C.A.R INDONESIA PERTANYAKAN KELANJUTAN PENANGANAN KASUS KORUPSI DI KEJARI BITUNG -->

C.A.R INDONESIA PERTANYAKAN KELANJUTAN PENANGANAN KASUS KORUPSI DI KEJARI BITUNG

Selasa, 07 Januari 2020, Januari 07, 2020
Penasehat Corong Aspirasi Rakyat(CAR), Kisman Abudi.


Bitung, Republiknews.com- 
Corong Aspirasi Rakyat (C.A.R) mempertanyakan kelanjutan sejumlah kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung. Hal ini dikatakan Penasehat Corong Aspirasi Rakyat, Kisman Abudi saat ditemui, Selasa (7/1/2020).

Kisman menyebut, beberapa kasus korupsi yang sedang ditangani Kejari Bitung, diantaranya dugaan korupsi pengelolaan dana tugas pembantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung tahun anggaran 2015 dan pekerjaan peningkatan TPA Aertembaga Kota Bitung Tahun 2018.

"Kejari Bitung sudah mengambil beberapa tindakan, diantaranya menyita objek dan melingkari lokasi tersebut dengan Jaksa Line tapi sampai sekarang belum ada oknum yang ditetapkan sebagai tersangka," ucapnya.

Ia juga menuturkan, bahwa pihaknya terus mendukung Korps Adhyaksa dalam penuntasan dua kasus korupsi yang berbandrol Miliaran Rupiah. "Iya, anggarannya bukan sedikit. Untuk dugaan korupsi dana KKP senilai Rp 9 Miliar dan Pekerjaan Peningkatan TPA Aertembaga senilai Rp 6,75 Miliar,"tuturnya.


Kisman pun berharap dalam waktu dekat ini pihak Kejari Bitung sudah bisa mempublikasikan para tersangka. "Semoga secepatnya sudah bisa diketahui siapa para tikus-tikus gelap tak manusiawi. Mari kita doakan dan terus mensuport pihak Kejari Bitung dalam menyelamatkan kerugian negara yang notabene adalah uang rakyat,"tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bitung, Andreas Atmaji SH meminta masyarakat untuk bersabar. "Sabar yah, kami juga masih menunggu tenaga ahli terkait data ril berapa kerugian negara," katanya saat dikonfirmasi zonabrita.id

Menurut Andreas, dalam penanganan kasus dugaan korupsi membutuhkan ketelitian. "Intinya sangat teliti, siapa saja yang terlibat. Kami tidak bisa buru-buru menetapkan tersangka. Nanti jika sudah lengkap seluruhnya, kami akan umumkan secara langsung para tersangka yang terlibat. Target kami akhir bulan ini,"pungkasnya.(Rommi

TerPopuler