Pemukiman Nelayan Manembo - Nembo Bawah digusur , DPD JPKP Kota Bitung Berharap Pemerintah carikan Solusi -->

Pemukiman Nelayan Manembo - Nembo Bawah digusur , DPD JPKP Kota Bitung Berharap Pemerintah carikan Solusi

Rabu, 15 Januari 2020, Januari 15, 2020

Bitung, Republiknews.com- 
Warga  yang menumpang tinggal   dipesisir pantai, RT 04, lingkungan 03 Kelurahan Manembo-nembo bawah, kebingungan harus pindah kemana setelah pemukiman mereka diminta oleh pemilik lahan untuk dibongkar.

Hal ini diketahui oleh penuturan Wakil Ketua DPD JPKP kota Bitung, Richaed Mamuntuh saat mengklarifikasi persoalan penggusuran pemukiman tersebut.

Dirinya menilai bahwa penggusuran tersebut sangat tidak manusiawi, mengingat warga yang mendiami kawasan pesisir itu umumnya berprofesi sebagai nelayan dengan keadaan ekonomi dibawah garis kemiskinan.

" kami melihat dari sisi kemanusian, seharusnya pemerintah memanggil masyarakat untuk datang ke kantor lurah atau di fasilitasi untuk diberikan arahan, supaya jelas dan diberikan kesempatan bagi mereka untuk mencari tempat tinggal yang baru." jelas Mamuntuh. senin(13-01-2020).

Selain itu, Mamuntuh berharap agar pemerintah setempat mau memperhatikan kondisi masyarakat di pesisir ini dan memberikan solusi yang tepat bagi mereka.

Terkait penggusuran itu, Mamuntu menjelaskan bahwa melalui DPD JPKP kota Bitung sudah melayangkan surat ke DPRD kota Bitung untuk dilakukan hearing, dengan maksud mencarikan jalan keluar yang terbaik  bagi warga dipesisir tersebut.

Sementara itu, menurut penuturan warga dilokasi tersebut, bahwa mereka diperintahkan untuk mengosongkan lahan tersebut oleh RT setempat karena lahan sudah mau digunakan oleh pemilik.

Diketahui, menurut penelusuran, dari 39 kk yang ada di  pesisir pantai itu, bahkan sudah ada yang mendiami lahan tersebut sejak tahun 1996.

" kami awalnya hanya sebanyak tiga kk, kemudian seiring waktu, mulai berdatangan warga lainnya dan menetap disini." tutur  Junaidi Makalinggang    yang mengaku tidak keberatan jika suatu saat harus pindah.

Terpisah, Joyke Pinontoan selaku RT setempat, saat ditemui mengatakan bahwa dirinya sejak 19 desember lalu sudah memberitahukan kepada warga setempat agar supaya dikosongkan.

Namun melihat saat itu sebentar lagi perayaan Natal, maka dirinya menunda pengosongan lahan tersebut dan tentunya seijin dari pemilik lahan.

Ibu Ilka, salah satu warga dilokasi tersebut mengungkapkan dirinya bersama yang lain tidak keberatan untuk pindah tapi untuk saat ini belum siap untuk membongkar rumah mereka.

" kami saat ini belum siap, tolong beri waktu sambil kami mencari tempat tinggal yang baru." tuturnya.(Suryo/Rommi)

TerPopuler