Batal Berangkat, Ratusan Calon Penumpang Kapal Sabuk Nusantara 97 Rute Kwandang - Tarakan Terlantar -->

Batal Berangkat, Ratusan Calon Penumpang Kapal Sabuk Nusantara 97 Rute Kwandang - Tarakan Terlantar

Rabu, 08 Juli 2020, Juli 08, 2020
(kapal sabuk nusantara 97)

Gorontalo Utara, Republiknews.com

Sudah hampir sepekan ratusan calon penumpang kapal Sabuk Nusantara 97 rute kwandang - tarakan terlantar di Pelabuhan kwandang kabupaten gorontalo utara. pasalnya, kapal yang hendak mereka tumpangi tujuan tarakan dibatalkan pengelola pelabuhan kwandang, karena pemda tarakan tidak menerima penumpang dari luar daerah jika masuk ke daerah mereka tanpa membawa surat protokol kesehatan  seperti Swab.

Bagi penumpang kapal yang tidak membawa surat keterangan uji Reverse Transcription - polymerase Chain Reaction (RT- PCR) dengan hasil negatif. akan dikembalikan ke daerah asal atau diteruskan ke pelabuhan selanjutnya dengan biaya sendiri. itulah salah satu poin surat edaran yang diterapkan oleh walikota tarakan.

Dengan adanya aturan dari pemda tarakan tersebut, para calon penumpang merasa kecewa. padahal hampir sebagian dari penumpang sudah mengikuti protokol kesehatan dengan melakukan pemeriksaan Rapid Test sebelum berangkat.
(nampak calon penumpang berdiskusi dengan pihak aparat keamanan)

Haidin hamani, salah satu calon penumpang tujuan tarakan mengungkapkan kekesalanya saat ditemui awak media Republiknews.com di Pelabuhan kwandang.

" kami sangat kecewa dengan dibatalkanya kapal berangkat. padahal sesuai himbauan dari pihak pelabuhan, calon penumpang harus ikuti protokol kesehatan, harus di Rapid Test sebelum berangkat. dan aturan itu kami ikuti.
disaat jadwal pemberangkan tiba, kapal dibatalkan dengan alasan penumpang tujuan tarakan harus membawa surat SWAB karena itu aturan dari pemda tarakan, " cetusnya.

Lebih lanjut  Haidin menambahkan bahwa, mereka sudah seminggu menunggu jadwal kapal berangkat. bahkan ada calon penumpang sudah seminggu tinggal dipelabuhan. rata rata calon penumpang adalah penambang emas yang ingin mengais rejeki disana.

" mestinya pihak pengelola pelabuhan dan PELNI, jauh jauh hari sudah memberikan informasi yang jelas kepada kami, sehingga kami bisa fahan dan tidak dirugikan seperti sekarang ini. nanti disaat pemberangkatan aturan pemda tarakan diberitahukan kepada kami, sehingga kami merasa kecewa, " tegas haidin.

Sementara itu kepala (UPP) Unit Penyelenggara Pelabuhan kwandang Das'in menjelaskan ketika di temui
diruang kerja selasa, (7/7/20).
(kepala UPP kwandang Das'in)

" Memang, untuk jadwal keberangkatan kapal menuju tarakan sudah tepat waktunya dan kapal sudah siap. cuma kami sayangkan informasi surat edaran dari pemda tarakan nanti kemarin kami terima, sehingga ini menjadi permasalahanya. yang jelas surat edaran ini kami terima kemarin, " tukasnya.

Seandainya  surat edaran tersebut diterima jauh hari, pihak UPP kwandang pasti memberitahukan kepada calon penumpang agar mereka tahu peraturan yang diterapkan disana.

" Yang kami kwatirkan, jika kapal kami paksakan berangkat, terus pemerintah tarakan tidak menerima penumpang dari sini, otomatis ini sangat merugikan para penumpang. jadi langkah ini kami ambil guna menjaga hal hal yang kita tidak inginkan bersama, sehingga kami belum bisa berangkatkan kapal karena kami menunggu sinyal dari sana, " paparnya.

Di era New normal ini, sebenarnya penumpang asal yang akan masuk ke daerah lain bisa menggunakan Rapid Test karena  Sesuai keputusan menteri keuangan tanggal 29 juni 2020, penumpang bisa menggunakan rapid test. terus surat edaran dari gugus tugas nomor 9 tanggal 26 juni 2020, begitupula SK perhubungan tanggal 29 juni 2020 yang membolehkan penumpang menggunakan rapid test jika masuk ke daerah tujuan, karena Rapid Test salah satu syarat dan ketentuan protokol kesehatan yang harus dipatuhi.

" Saya berharap agar pintu masuk pelabuhan tujuan masuk segera dibuka
karena calon penumpang mungkin ada penduduk tarakan yang ingin pulang kampung atau penumpang yang ingin bekerja disana, " tutup Das'in. (OTN)

TerPopuler