Mengenal Taqwa -->

Mengenal Taqwa

Kamis, 30 Juli 2020, Juli 30, 2020
ilustrasi. sumber islami.co

Bag. Pertama 
oleh: Tamrin Lahiya

1.TAQWA ADALAH MERUPAKAN SUNNAHTULLAH 
QS  :  Lukman  Ayat  33
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Artinya   :
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.

QS  : Al Hajj Ayat  1
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ

Artinya  :
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).

QS : Al Maidaah  Ayat  35
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya   :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

QS : Ali Imraan  Ayat  102
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya   :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

QS  : Al  Hasyir  Ayat  18
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya   :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS  : Al  An Faal  Ayat  29
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Artinya  :
Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Keenam Firman Allah diatas inilah yang yg menjelaskan kepada kita bahwa Ketakwaan (Taqwa) adalah merupakan Sunnahtullah ,
Pada firman Allah yang pertama ,

 “ hai Manusia, bertaqwalah kepada Allah “ kemudian pada fiman yang kedua , “ hai manusia bertaqwalah kepada Tuhan-Mu “ pada firman yang ketiga , “ hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah “ lalu pada firman yang ke empat “ hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah”  kemudian pada firman yang kelima , “ hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah “ dan pada firman Allah yang terakhir , “ hai orang-orang beriman , jika kamu bertaqwa kepada Allah. “ setelah mencermati seluruh kalimat pada firman Allah diatas , maka kita mendapatkan pelajaran bahwa  Allah memerintahkan kepada manusia untuk bertaqwa kepada Allah , perintah Allah ataupun seruan Allah adalah Sunnahtullah.

2.TAQWA ADALAH MERUPAKAN SUNNAHTURROSUL 
Hadits  :
اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

Artinya   :
Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan hendaknya setelah melakukan kejelekan engkau melakukan kebaikan yang dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik‘” (HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987, ia berkata: ‘hadits ini hasan shahih’)

Hadits  :
نْ أَبِى ذَرٍّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ لَهُ « انْظُرْ فَإِنَّكَ لَيْسَ بِخَيْرٍ مِنْ أَحْمَرَ وَلاَ أَسْوَدَ إِلاَّ أَنْ تَفْضُلَهُ بِتَقْوَى

Artinya  :
Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Lihatlah, engkau tidaklah akan baik dari orang yang berkulit merah atau berkulit hitam sampai engkau mengungguli mereka dengan takwa.” (HR. Ahmad, 5: 158. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari sanad lain).

Kedua hadits Nabi diatas inilah yang menjelaskan kepada kita bahwa Taqwa adalah merupakan Sunnahturrosul.

Perhatikan kalimat pada hadits pertama , “ bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada  “ dari kalimat tersebut diatas kita mendapatkan pelajaran bahwa Nabi memerintahkan kita untuk bertaqwa maka perintah Nabi atau pun anjuran Nabi merupakan Sunnah Nabi , sehingga ketaqwaan merupakan Sunnahturrosul .

Pada hadits yang kedua , perhatikan kalimat , dimana Nabi memberikan nasihat kepada salah satu sahabat beliau yakni Abudzar Al Ghiffari , perhatikan kalimat. “ sampai engkau mengungguli mereka dengan taqwa. “  dari kalimat pada hadits diatas kita dapatkan pelajaran bahwa Rosul memerintahkan sahabatnya Abudzar , agar supaya bisa mengungguli mereka dengan ketaqwaan . perintah Nabi , anjuran nabi , adalah Sunnah Nabi , maka ketaqwaan merupakan Sunnahturrosul .

Asal mula terjadinya perayaan Idhul Adha /Hari Raya Qurban .
QS  : Ash Safaat  Ayat  102-109
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْبَ وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍلَاءُ الْمُبِينُ وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ

Artinya   :
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: " sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.Hai Ibrahim, Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu)"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim".

QS  : Al Hajj  Ayat  37
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Artinya   :
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

Kedua firman Allah diatas inilah yang menjelaskan kepada kita tentang  terjadinya hari raya qurban (Idhul Adha). perhatikan firman Allah yang pertama , “ tatkala anak itu mencapai umur dewasa /umur sanggup “ yang dimaksud anak itu adalah Ismail as putra dari nabiyullah Ibrahim as.

lalu Nabi Ibrahim berkata kepada putranya Nabi Ismail as. “ hai putraku , aku bermimpi menyembelih engkau , bagaimana pendapatmu tentang mimpi itu.? “ kemudian Ismail menjawabnya dengan tegas , “ hai bapakku laksanakan saja , engkau akan dapati aku adalah orang yang sabar. “  lalu keduannya melaksanakan dengan cara membaringkan Ismail pada pelipisnya , ternyata ayahanda dan putranya kedua-duanya adalah manusia perkasa yang sanggup menerima kesabaran atas ujian dari Allah Swt .

Sehingga kebesaran Nabi Ibrahim as dan putranya diabadikan sepanjang  zaman , serta dikenang oleh orang-orang yang beriman . sehingga pada setiap tahun kita senantiasa memperingati (Idhul Adha) yang lebih lazim disebut (Hari raya qurban).

Seperti yang biasa kita lihat di TV , dan juga media cetak bahwa upacara peringatan (Idhul Adha) , senantiasa merupakan upacara seremonial penyembelihan hewan qurban yang kemudian dibagikan kepada mustahaq, yaitu orang-orang yang berhak untuk menerima daging sembelihan qurban tersebut.

Muncul suatu pertanyaan , apakah maksud Allah yang hakiki dari peristiwa tersebut ,? yakni meminta Nabiyullah Ibrahim untuk menyembelih Ismail ,serta apakah hakikat yang terdalam dari pada Hari raya Qurban tersebut .

QS  :  Al  Hajj  Ayat  37
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Artinya   :
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

Dari firman Allah tersebut diatas kita mendapatkan suatu kesimpulan bahwa haqiqat kurban adalah Ketaqwaan. perhatikan kalimat , “ daging-daging unta dan qurban yang engkau sembelih itu tidak sampai kehedirat-Ku “ kata Allah “ tetapi ketaqwaan engkau. “  dari kalimat tersebut diatas kita mendapatkan jawaban dari pertanyaan diatas yang mana inti dari pada Qurban yang dirayakan dengan nama (Idhul Adha) adalah semata-mata untuk mencari haqiqat Taqwa itu sendiri .

3.PERINTAH ALLAH UNTUK BERTAQWA
QS ; Al Mu’minun  Ayat  52
وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ

Artinya  :
Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.

QS  : Al Ma’idaah  Ayat  108
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاسْمَعُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Artinya  :
Dan bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

QS  : Asy Suuara Ayat  184
وَاتَّقُوا الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالْجِبِلَّةَ الْأَوَّلِينَ

Artinya   :
dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu".

QS  :  Al Baqaarh  Ayat  196
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya  :
Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.

QS  : Al Maidaah  Ayat  2
وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya  :
Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
QS  : Al Anfaal  Ayat  69
وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya   :
dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS  : Al Maidaah  Ayat  4
وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Artinya  :
Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.
QS  :  Al Baqaraah  Ayat  197
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya  :
dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

QS  : Al  Baqaraah  Ayat  203
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Artinya  :
Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.

QS ;  Al  Maidaah  Ayat 96
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Artinya   :
Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.

QS  :  Al Baqaraah  Ayat   231
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya   :
Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

QS  :  Al Baqaraah  Ayat  233
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya   :
Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

QS  :  Al Maidaah  Ayat  7
وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Artinya  :
Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu).

QS  : Al Maidaah  Ayat  8
وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya  :
Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS  :  Al  Baqaraah  Ayat 223
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya   :
dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

Lima belas firman Allah diatas inilah yang menjelaskan kepada kita , bahwa Allah memerintahkan kepada manusia untuk bertaqwa kepada Allah .

Pada firman Allah yang pertama perhatikan kalimat , “ sesungguhnya (Agama Tauhid) ini adalah Agama kamu semua “ dari penjelasan firman Allah diatas ini, kita mendapatkan pelajaran bahwa Agama Islam adalah Agama Tauhid , Agama yang tidak menyekutukan Allah dengan segala sesuatu apapun alasannya. tujuan dari Agama Tauhid tersebut  diberikan kepada manusia dengan tujuan utama , perhatikan kalimat selanjutnya  : “ maka bertaqwalah kepada-Ku “ dari kalimat tersebut diatas kita dapatkan kejelasan bahwa tujuannya adalah Taqwa .

Kenapa Taqwa   bukan yang lain.?  karena Taqwa merupakan pokok utama dalam menjalankan seluruh perintah Allah dengan sempurna , tanpa ketaqwaan seorang muslim tidak bisa menjalankan perintah yang lainya dengan sempurnah . pada firman Allah yang kedua , perhatikan kalimat , “ dan bertaqwalah kepada Allah “  dan kalimat , “ dan dengarkanlah perintah-Nya “ dari dua kalimat pada firman Allah diatas ini kita mendapatkan kejelasan , bahwa orang bertaqwa memiliki kemampuan untuk bisa mendengar apa yang diperintahkan Allah. dan ini merupakaan salah satu keistimewaan bagi orang bertaqwa , mereka bisa mendengar apa yang disampaikan Allah kepada mereka .

Firman Allah yang ketiga , perhatikan seluruh kalimatnya , bahwa orang bertaqwa sangat meyakini seluruh apa yang ada pada jagad raya ini , diciptakan oleh Allah Swt.  selanjutnya pada firman Allah yang ke empat , dimana Allah menjelaskan kenapa kita harus bisa meraih ketaqwaan , karena janji Allah itu adalah benar adanya termasuk  guncangan yang sangat dahsyat pada hari kiamat .

Pada firman Allah yang kelima , bila kita tidak meraih ketaqwaan , maka akibatnya adalah Azab yang sangat keras yang datang dari Allah Swt .

Dilanjutkan dengan firman Allah yang keenam redaksional kalimat berbeda tetapi memiliki arti yang sama dengan firman Allah yang kelima. pada firman Allah yang ketujuh dimana Allah menjelaskan bahwa bila kita meraih ketaqwaan maka Allah Swt akan menyayangi kita serta mendapatkan pengampunan dari Allah .

Firman Allah yang ke sembilan , perhatikan kalimat , “ berbekallah “ , dari seluruh firman Allah yang sudah kita kaji diatas tentang adanya kekuasaan Allah pada yaumil hizab nanti berupa siksaan (Azab) , serta kenikmatan , semuanya tergantung dari bekal kita untuk menghadap Allah kelak . sehingga pada firman Allah yang kesembilan Allah mengatakan dalam firman-Nya , “ berbekallah “, apa yang menjadi bekal terbaik buat kita, maka perhatikanlah kalimat selanjutnya . “ sebaik-baik bekal adalah taqwa “ ini merupakan bekal terbaik buat kita manusia , manusia seperti apakah yang diperintahkan Allah untuk bertaqwa kepadanya,?  maka perhatikan kalimat terakhir dari firman diatas. “ bertaqwalah kepada-Ku , hai orang berakal.“

Orang berakal didalam islam dikenal dengan sebutan fathonah atau Ulil Albab (memiliki kecerdasan akalnya). kecerdasan yang dimaksud adalah manakala akal serta nafsunya tunduk mutlak kepada hukum syar’i , hukum-hukum yang terdapat dalam Al qur’an yang berbentuk perintah serta larangan. serta penjelasan yang datang dari Nabi yaitu hadits beliau yang sudah disunnahkan . inilah yang dimaksud orang cerdas yang berakal didalam islam, merekalah yang diperintahkan oleh Allah untuk bertaqwa kepada-Nya .

Pada firman Allah yang kesepuluh , dimana Allah menjelaskan , bahwa kelak mereka orang-orang bertaqwa akan dikumpulkan Allah pada suatu tempat khusus . ini dikarenakan ketaqwaan dari mereka , mereka sangatlah mulia pada sisi Allah Swt kelak . firman Allah yang kesebelas perhatikan seluruh kalimat yang maknanya sama dengan firman Allah yang kesepuluh .
Pada firman Allah yang kedua belas , bahwasannya Allah mengetahui setiap hamba-hamba-Nya yang berupayah serta berjuang dengan benar untuk bisa meraih ketaqwaan .dan pada firman Allah yang ketiga belas , ini memberikan kejelasan tentang firman Allah sebelumnya yakni firman Allah yang kedua belas . dimana Allah Swt Maha melihat apa yang kamu kerjakan sehingga kita dalam hal mendekatkan diri kepada Allah , tidak usah menghiraukan apapun kata orang tentang kita , karena hanya Allah yang mutlak sebagai penilai pada setiap diri-diri manusia .

Firman Allah selanjutnya , bahwa Allah mengetahui segala yang tersembunyi dalam hati manusia , serta kedua firman Allah yang terakhir memiliki makna yang sama yang sudah dijelaskan .

Hadits :
أفضل حكم هو التقوى والأفضل في القلب هو الأكيد
Artinya  :
Sebaik-baik bekal adalah taqwa dan sebaik-baik yang diletakkan dalam hati adalah yakin . ( HR : Abu Syaikh dalam ats tsawab dari Ibnu Abbas    , Al Jamiushagier  III , hal.4 ). ( bersambung )

TerPopuler