Mengenal Taqwa (bagian tiga) -->

Mengenal Taqwa (bagian tiga)

Jumat, 07 Agustus 2020, Agustus 07, 2020
Taqwa, gambar ilustrasi. sumber foto kumparan.com

Mengenal Taqwa (bagian tiga)

Bertafakur Memikirkan Penciptaan Langit dan Bumi

QS  : Yunuus  Ayat  6
إِنَّ فِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ
Artinya   :
Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.

Dari kejelasan firman Allah diatas ini kita mendapatkan pelajaran , bahwa hanya orang-orang bertaqwalah yang senantiasa memperhatikan (Burhanullah) tanda-tanda kebesaran Allah pada jagad semesta ini. perhatikan seluruh kalimat pada firman Allah diatas .

Hadits   :
عن ابن عمر رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى االله وعليه وسلم : تفكرون فى خلق الله ولم تفكروا فى الله فتهلكوا(روه البخاري)
Artinya   :
Artinya Dari ibnu Umar semoga Allah meredhainya ia berkata : telah bersabda Rasulullah saw,  “Pikirkanlah olehmu tentang ciptaan Allah swt dan jangan kamu pikirkan tentang zat Allah, maka binasalah kamu (HR. Imam Bukhari).

Mencari jalan Pendekatan Diri kepada Allah dan Berjihad dijalan-Nya

QS  : Al Maidaah  Ayat  35
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya   :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
Firman Allah inilah yang menjelaskan kepada kita bahwa orang bertaqwa senantiasa mencari jalan pendekatan diri hanya kepada Allah (Irji’i Illa Robbi Wathaqorrub Ilaullah) , perhatikan seluruh kalimat pada firmkan Allah diatas .

Hadits   :
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِى وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ ، وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَىْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِى عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ ، يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ
Artinya  :
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: telah bersabda Rasulullah  SAW.: Sesungguhnya Allah telah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi wali–Ku maka sesungguhnya Aku telah menyatakan perang kepadanya, dan tidaklah seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hambaKu mendekatkan diri kepada–Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya jadilah aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta (sesuatu) kepadaKu pasti Aku akan memberinya, dan jika ia memohon perlindungan kepadaKu pasti Aku akan melindunginya, tidaklah Aku ragu tentang sesuatu yang aku lakukan seperti keraguanku tentang (mencabut) nyawa seorang mu’min, dia tidak suka kematian (kesakitan dan kesulitanny), sedangkan Aku tidak suka keburukannya (menyakitinya krn saat lanjut usia ia akan berkurang kekuatannya, menjadi uzur dst, juga sakitnya ia menghadapi kematian (Hadits ini diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, hadits no 6021 (Mausu’ah Al Hadits Asy Syarif /Kutubut Tis’ah v. 2.00),  no. 6137 (Maktabah Syamilah v. 3.24). Hadits no. 38 dalam Arba’in an Nawawiyyah. Juga diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Ibnu Hibban & at Thabraniy dengan redaksi yg agak berbeda.)

Mencapai Khusnul Khatimah

QS  :  Ali Imran  Ayat  102
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya  :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Firman Allah diatas inilah yang menjelaskan bahwa orang bertaqwa tidak dibenarkan untuk mengalami kematian .

6.FADHILAH KEUTAMAAN DAN PAHALA BAGI ORANG YANG BERTAQWA

Bila kita sudah berhasil mencapai tingkatan ketaqwaan apakah pahala yang akan kita peroleh ? bila kita sudah mengerjakan sesuatu kemudian tidak jelas apa yang akan kita dapatkan , maka itu adalah merupakan perbuatan orang yang bodoh.

Maka kita kembali merujuk pada Al qur’an manakala kita telah mencengkeram ketaqwaan itu , maka kita akan mendapatkan kemuliaan-kemuliaan yang disebutkan dalam Al qur’an karim, kurang lebihnya terdapat delapan belas Ayat tentang perolehan atau keutamaan/Fadhilah  dari orang yang bertaqwa .

Bila diganggu Setan Segera Mengetahui Kesalahannya .

QS  :  Al A’ Raaf  Ayat  201
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
Artinya   :
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.

Firman Allah inilah yang menjelaskan keutamaan fadhilah dari orang yang bertaqwa , bila mereka ditimpah was-was dari setan , mereka akan segera mengingat kepada Allah , seketika itu juga Allah akan memperlihatkan kepada mereka kesalahan-kesalahan mereka .

Hadits   :
يذهب الشيطان إلى واحد منكم ، ثم يسأل ، "من خلق هذا؟ من خلقها؟ "حتى سأل ،" من خلق ربك؟ "لذلك ، إذا كان قد وصل إليه ، فينبغي عليه اللجوء إلى الله والسماح له بالتوقف (الوسواس)" الحديث متفقون الأليحي (الأيحي)
Artinya    :
Setan mendatangi salah seorang dari kalian, lalu bertanya,’Siapakah yang menciptakan ini? Siapakah yang menciptakan itu?’ Hingga dia bertanya,’Siapakah yang menciptakan Rabb-mu?’ Oleh karena itu, jika telah sampai kepadanya hal tersebut, maka hendaklah dia berlindung kepada Allah dan hendaklah dia menghentikan (was-was tersebut)” Hadits muttafaqun ‘alaihi (Al-Bukhari dalam Shahih-nya di kitab “Bad’ul-Khalqi”, bab “Shifatu Iblisa wa Junudihi”, hadits no. 3276 [6/387 – Fathul-Bari]; dan Muslim dalam Shahih-nya di kitab “Al Iman”, bab “Bayan al Waswasati fil-Iman wa ma Yaquluhu man Wajadaha”, hadits no. 134 [2/132 – Syarhu Shahih Muslim].

Diberi jalan Keluar dari Segala Kesulitan dan Mendapat Rizqi

QS  :  Ath Thalaaq  Ayat  2- 3
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ
Artinya   :
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
Firman Allah diatas ini menjelaskan tentang fasilitas , bagi orang yang benar-benar bertaqwa kepada Allah , bila engkau benar-benar bertaqwa kepada-Ku Aku akan berikan rizqi , yang tidak sempat engkau memikirkannya. “ dari jalan yang tidak disangka-sangka. “ Allah mengantar rizqi tersebut , bagi orang yang benar-benar bertaqwa.

Tentu bila dikatakan  “ dari jalan yang tiada disangka-sangka “ mengartikan bahwa anda tidak perlu bekerja , ini merupakan fasilitas dalam Kasih sayang Allah SWT terhadap orang bertaqwa , diberi kemudahan dalam semua urusan .

Hadits   :
Diriwayatkan dari Abu Dzar dari Nabi Shalallahu´alaihi Wa Salam bahwasanya beliau bersabda:
لو أخذ الناس كلهم بهذه الآية لكفتهم"‏
Artinya  :
Seandainya seluruh manusia mengambil
ayat ini maka cukup atas mereka¨

Diberi Kemudahan dalam Segala Urusan

QS  : Ath Thalaq Ayat  4
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
Artinya   :
Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya
Seluruh urusan bagi orang bertaqwa dimudahkan oleh Allah , tidak ada aral melintangnya .

Hadits    :
مَنْ أَكْثَرَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya  :
Barang siapa yang memperbanyak beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan serta Allah akan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka. (Hadits ini dikatakan dho’if (lemah) oleh Syaikh Al Albani. Lihat Dho’iful Jaami’ no. 5471).

Mendapat Barokah
QS  : Al A’Raaf Ayat  96
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Artinya   :
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Firman Allah diatas inilah yang menjelaskan kepada kita bahwa orang bertaqwa akan mendapatkan barokah dari Allah , baik itu datangnya dari langit ataupun dari bumi .

Hadits  :
نَّ اللَّهَ قَالَ لِى أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ ». وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَمِينُ اللَّهِ مَلأَى لاَ يَغِيضُهَا سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُذْ خَلَقَ السَّمَاءَ وَالأَرْضَ فَإِنَّهُ لَمْ يَغِضْ مَا فِى يَمِينِهِ
Artinya   :
Allah Ta’ala berfirman padaku, ‘Berinfaklah kamu, niscaya Aku akan berinfak (memberikan ganti) kepadamu.’ Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Pemberian Allah selalu cukup, dan tidak pernah berkurang walaupun mengalir siang dan malam. Adakah terpikir olehmu, sudah berapa banyakkah yang diberikan Allah sejak terciptanya langit dan bumi? Sesungguhnya apa yang ada di Tangan Allah, tidak pernah berkurang karenanya.” (HR. Bukhari no. 4684 dan Muslim no. 993).

Diberi Furqaan dan Mendapat Ampunan dari Segala Dosa
QS  :  Al  Anfaal  Ayat  29
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
Artinya   :
Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Firman Allah inilah yang menjelaskan bahwa orang bertaqwa akan mendapatkan furqaan dari Allah serta pengampunan dan penghapusan dari segala dosa .

Perhatikan kalimat , “ jika kamu bertaqwa kepada Allah “ dan kalimat , “ niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan “ apakah yang dimaksud furqaan ?

Furqaan tersebut Allah berikan kepada orang bertaqwa berupa  nur pembeda, sehingga dengan furqaan tersebut seorang yang bertaqwa kepada Allah bisa dengan jelas mengetahui ataupun melihat benar dan salah , baik dan buruk , serta yang samar akan menjadi sangat jelas bagi mereka itulah pemberian Allah kepada mereka.

Kemudian kalimat , “ menghapus segala kesalahan “ kalimat ini juga sangatlah jelas bahwa kesalahan-kesalahannya dihapus dari buku catatan amal.

Sehingga pada yaumil akhir nanti disaat amal mereka ditimbang pada mizan yang ada hanyalah kebaikan – kebaikannya saja , dan Allah melipat gandakan kebaikannya itu, ini merupakan karunia Allah yang sangat besar yang diberikan kepada mereka yakni orang bertaqwa .

Hadits   :
إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِي الْمُتَّقُوْنَ ، مَنْ كَانُوْا وَحَيْثُ كَانُوْا
Artinya   :
Sesungguhnya orang-orang yang paling utama disisi-Ku adalah orang yang bertakwa, siapapun dan dimanapun mereka (Shahih: HR. Ahmad (V/235), Ibnu Hibbân (no. 646 –at-Ta’lîqâtul Hisân dan no. 2504 –Shahîhul Mawârid), ath-Thabarani (XX/no. 241, 242), dan lainnya dari Mu’adz bin Jabal. Dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albâni dalam Shahih al-Jami’ish Shagîr (no. 2012).

Terhapus dari Segala Kesalahan dan Mendapatkan Pahala yang Berlipat Ganda
QS :  Ath Thalaaq Ayat  5
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا
Artinya   :
dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.
Perlu dijelaskan , bahwa tidak ada seorang pun disaat sakaratul maut  tanpa dosa /maksum. sekalipun Nabi tidaklah maksum.
Yang kita ketahui bersama bahwa terdapat didalam Al qur’an bahwa beberapa kali Nabi mendapatkan teguran /marah dari Allah Swt.

Untuk menghapus semua itu , maka kita diperintahkan untuk bertaqwa. sehingga Allah Swt tidak akan menghitung dosa orang bertaqwa alias dosanya dihapus dan pahalanya dilipat gandakan , perhatikan seluruh kalimat pada firman tersebut diatas .

Hadits   :
Dari Abu Dzar z, ia berkata: Rasulullah n bersabda kepadaku:
اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Artinya   :
Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada. Ikutilah perbuatan jelek dengan perbuatan baik niscaya kebaikan akan menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan budi pekerti yang mulia.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Birri Washshilah, hadits no. 1987. At-Tirmidzi mengatakan: Hadits ini hasan shahih. Asy-Syaikh Al-Albani menghasankan dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi).

• Mendapat Keberuntungan
QS  :  Al Hujuraat  Ayat  10 
وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya  :
dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

QS  :  Al Imran Ayat  130
وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya   :
dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.
Kedua firman Allah inilah yang memberikan kejelasan kepada kita bahwa orang bertaqwa senantiasa mendapatkan keberuntungan dari Allah Swt .

Hadits   :
دْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَـنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ ..رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Artinya   :
Sungguh telah beruntung orang yang memeluk Islam, dikaruniai rezeki yang cukup dan Allâh menjadikannya bersifat qanaah atas nikmat yang diberikan-Nya kepadanya. (HR. Muslim).

Mendapat Kemenangan
QS  :  An Nuur Ayat  52
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
Artinya   :
Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.
Kemenangan yang akan diberikan Allah kepada orang bertaqwa secara sempurna, baik didunia sampai diyaumil hizab kelak.

Dicintai Allah
QS  ; AT Taubah  Ayat  4
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
Artinya  :
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.

QS  : Ath Thaubah Ayat  7
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
Artinya  :
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.

Kedua firman Allah diatas inilah yang memberikan kejelasan bahwa orang bertaqwa dicintai Allah , kita selaku orang yang dewas tentunya pernah merasakan nikmatnya cinta dari seorang kekasih , alangkah nikmatnya cinta itu.

Itu baru sebatas cinta sesama manusia , bagaimana pula bila kita dicintai Allah.?  bila kita dicintai oleh seorang wanita yang memiliki sepuluh perusahaan terbesar di dunia, maka bisa dipastikan hidup kita akan sangat bahagia , dengan seluruh kenikmatan serta fasilitas yang ada, dan itu menjadi hal yang sangat pasti. bayangkan saja bila kita dicintai oleh yang menguasai seluruh jagad semesta ini.  “ Subhanallah “

Hadits   :
نْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَوْمَ خَيْبَرَ :لَأُعْطِيَنَّ هَذِهِ الرَّايَةَ غَدًا رَجُلًا يَفْتَحُ اللَّهُ عَلَى يَدَيْهِ يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيُحِبُّهُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ
Artinya  :
Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di saat perang Khaibar bersabda, “Sungguh aku akan menyerahkan bendera (komando perang) ini besok pagi kepada seorang laki-laki yang Allah akan memberikan kemenangan lewat kedua tangannya. Laki-laki itu mencintai Allah dan Rasul-Nya, Allah dan Rasul-Nya juga mencintainya” .(HR: Al-Bukhari, no. 2942; Muslim, no. 6376).

Disertai Allah 
QS  : An Nahaal  Ayat  128
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ
Artinya  :
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.

QS  :  At Tuaubaah Ayat  36
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Artinya   :
dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

QS  :  Ath Taubaah  Ayat 123
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Artinya  :
dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Ketiga firman Allah diatas inilah yang menjelaskan bahwa Allah beserta orang yang bertaqwa , perhatikan kalimat , “  Allah beserta orang-orang yang bertaqwa “  Godbles you itu merupakan bahasa islam (Al qur’an).

Kalimat ini bukan slogan tetapi merupakan firman Allah , serta bukan kata-kata mutiara ataupun kalimat bersayap, tetapi ini leter lak , Tuhan beserta anda manakala anda adalah seorang muttaqin yakni orang-orang yang bertaqwa .

Hadits   :
نَّ أفْضَلَ الإِيْمَانِ أَنْ تَعْلَمَ أَنَّ اللهَ مَعَكَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Artinya   :
Iman yang paling utama adalah engkau mengetahui bahwa Allah bersamamu di mana saja engkau berada.” (HR. Ath Thobroni dalam Al Awsath. Hadits ini didho’ifkan oleh Syaikh Al Albani sebagaimana disebutkan dalam Dho’iful Jami’ no. 1002). (bersambung bagian 4/penutup)

Artikel oleh: Tamrin Lahiya 

TerPopuler