Surat Berharga Syariah Negara -->

Surat Berharga Syariah Negara

Jumat, 28 Agustus 2020, Agustus 28, 2020

JAKARTA-Nilai tukar rupiah terus tidak berdaya terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditengah penyebaran pandemi corona. Rabu (18/3/2020), kurs rupiah di indeks Bloomberg, tepar ke level Rp15.215 per USD, atau melemah 43 poin setara 0,28%.  Sesi pembukaan, rupiah sempat menguat 87 poin ke level Rp15.085 per USD, dibandingkan posisi Selasa kemarin di Rp15.172 per USD.

 Rupiah dan baht Thailand memimpin pelemahan mata uang Asia pada Rabu pagi ini, dengan melemah 0,28%. Tempat ketiga ringgit Malaysia yang turun 0,13%, yuan China melemah 0,10%, dan dolar Hong Kong tergelincir 0,03%.

Peso Filipina memimpin penguatan sebesar 1,68%, won Korea Selatan menguat 0,63%, yen Jepang bertambah 0,39%, dolar Singapura positif 0,17%, dan rupee India naik tipis 0,04%.

(Jisdor) Bank Indonesia mematok kurs tengah rupiah pada Rabu ini di Rp15.223 per USD, melemah 140 poin dibandingkan Selasa kemarin di Rp15.083 per USD.

Dolar AS terus mempertahankan kekuatannya setelah imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun melonjak 34 basis poin, kenaikan satu hari terbesar sejak 2004.

Selain itu, rencana stimulus dari Presiden AS Donald Trump sebesar USD1,2 triliun untuk menopang ekonomi negaranya dari pandemi corona juga kian mengukuhkan greenback.

  "Orang-orang sangat gugup akibat pandemi corona dan mereka mencari dolar AS sebagai mata uang paling likuid, ditambah pemerintah AS memompa sejumlah besar likuiditas ke dalam sistem keuangan," kata Gunter Seeger, manajer invesrasi di PineBridge Investments di New York kepada Reuters, Rabu (18/3/2020). 

Melansir data terakhir, pandemi global corona telah mencapai 200.000 kasus dengan lebih dari 7.800 orang meninggal dunia.  Ketakutan akibat pandemi corona membuat investor berebut memburu dolar AS. Melansir dari CNBC, indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama menguat ke level 99,481, setelah kemarin berada di kisaran 98.  (Sin/Tamrin Lahiya) sumber

TerPopuler