Hikmah dibalik Rukun Islam kedua, Sholat. (Kajian Islam) -->

Hikmah dibalik Rukun Islam kedua, Sholat. (Kajian Islam)

Kamis, 24 September 2020, September 24, 2020
ilustrasi. kompasiana.com

Bitung-Republiknews.Com.
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Sholat menjadi rukun kedua didalam Dinul Islam.kenapa sholat menjadi Rukun kedua didalam Islam ? karena Allah yang memerintahkannya, sehingga Sholat masuk didalam Bagian penting pada Dinul Islam itu sendiri .

QS : ALBAQARAH AYAT 43

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Artinya :

Dan DIRIKANLAH SHOLAT ,tunaikan zakat ,dan rukulah bersama orang-orang yang ruku .

Setelah kita mencermati Firman Allah tersebut diatas maka mendapatkan pelajaran bahwasannya Sholat benar-benar diperintahkan oleh Allah Swt . perhatikan kalimat khusus pada kalimat : “ Dan DIRIKANLAH SHOLAT “ ini adalah Perintah Allah kepada Manusia yang beriman untuk senantiasa mendirikan Sholat. Kemudian kalimat : “ dan rukulah bersama orang-orang yang ruku “ . kalimatnya jelas bahwa kita diperintahkan untuk melakukan sholat.

QS : THAAHAA AYAT 14

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Artinya :

Sesubgguhnya Aku ini adalah Allah ,tidak ada Tuhan (yang Haq) selain Aku ,Maka sembahlah Aku dan DIRIKANLAH SHOLAT untuk mengingat Aku.

Pada firman Allah yang kedua perhatikan kalimat : “ Sesungguhnya Aku ini adalah Allah ,tidak ada Tuhan (yang Haq) selain Aku”. Kalimat ini merupakan kalimat pernyataan Allah menyatakan Diri-Nya adalah Penguasa diseluruh jagad semesta Ini, Hanya Allah tidak ada sesuatu yang memiliki kekuasaan seperti Berkuasanya Allah terhadap segala sesuatu Dialam semesta ini. Setelah seseorang sudah meyakini atau mengimani bahwa ternyata benar-benar Hanya Allah Tuhan yang layak untuk disembah serta di Ibadahi, lantas apakah langkah yang akan kita ambil dalam perihal beribadah kepada Allah ? perhatikan kalimat selanjutnya : “  Maka sembahlah Aku dan DIRIKANLAH SHOLAT untuk mengingat Aku “ kalimatnya sangat jelas, Allah memerintahkan kita untuk Menyebah kepada Allah. Tatacara dalam penyembahan terhadap Allah adalah “ Akimi sholat “. Dirikan Sholat. Setelah kita sudah mendirikan sholat, apakah ada perintah untuk mengajak orang lain dalam melakukan Sholat ? perhatikan firman Allah dibawa ini.

QS : THAAHAA AYAT 132

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Artinya :

Dan perintahkanlah kepada keluargamu MENDIRIKAN SHOLAT dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya .Kami tidak meminta rizki kepadamu ,Kamilah yang memberi rizki kepadamu . Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.

Perhatikan kalimat pada firman Allah tersebut diatas : “ Dan perintahkanlah kepada keluargamu MENDIRIKAN SHOLAT “. Kalimat ini sangat jelas bahwasannya Allah perintahkan kepada kita, untuk memerintahkan pelaksanaan sholat terhadap keluarga kita sendiri. Perhatikan lagi khusus pada kalimat : “ Dan perintahkanlah kepada keluargamu “ apa yang harus diperintahkan ? “ MENDIRIKAN SHOLAT “ . inilah yang harus kita perintahkan kepada keluarga kita, bukan kepada orang lain. Lantas bagaimana dengan orang yang lain ? , bila dia seorang Muslim yang beriman, maka dia akan sadar serta mengetahui bahwasannya Adzan adalah bentuk Perintah Sholat yang dikumandangkan oleh seorang Muadzin. Mungkin ada yang bertanya, apakah ada dasar hukumnya ? maka perhatikan Hadits Nabi tersebut dibawa ini :

Hadits :

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

قُمْ يَا بِلَالُ فَأَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ

Artinya :

“Wahai Bilal, berdirilah. Nyamankanlah kami dengan mendirikan shalat.” (HR. Abu Dawud no. 4985, shahih)

Hadits inilah yang menjelaskan kepada kita tenatng Cukup Suara Adzan untuk mengajak kita menunaikan Ibadah Sholat. Perhatikan kalimat : “ Wahai Bilal, berdirilah. Nyamankanlah kami dengan mendirikan shalat.”

Adakah suatu amalan  yang harus kita lakukan sebelum mengerjakan Sholat ? perhatikan firman Allah selanjutnya :

QS : AL ANKABUT AYAT 45

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya :

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu ,yaitu Alkitab (Alqur'an) dan DIRIKANLAH SHOLAT .Sesungguhnya sholat itu mencega dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar . Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain) .Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan .

Firman Allah inilah yang menjelaskan kepada kita sebelum melakukan Ibadah sholat kita diwajibkan untuk membaca Al Qur’an. Perhatikan kalimat : “ Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu ,yaitu Alkitab (Alqur'an ) “ kalimat ini harus diberi penjelasan agar bisa difahami. Kita diperintahkan Allah untuk membaca Al Qur’an, maknah dari kalimat “ Bacalah “ memiliki makna yang amat luas, diantaranya Bacalah , adalah Kita Berdzikir sebelum melakukan Sholat , seperti yang kita lihat serta dengar disetiap Surau ataupun Mesjid, lima menit sebelum Adzan dikumandangkan, mereka mengisinya dengan sholawat serta Tahrim dan lain sebagainya, ada lain yang duduk didalam mesjid sambil berdzikir menunggu Adzan serta Iqomah di kumandangkan. Hal-hal seperti inilah yang seharusnya dilakukan. Karena Ayatnya jelas. Diawali dengan Perintah “Bacalah”. Kemudian kalimat selanjutnya : “ dan DIRIKANLAH SHOLAT “. Maka menjadi jelas, setelah selesai membaca Al Qur’an barulah kita mendirikan Sholat. Apakah ada dampaknya bagi orang yang sholatnya diterima oleh Allah ? maka perhatikan kalimat selanjutnya : “ Sesungguhnya sholat itu mencega dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar “ . maksudnya adalah orang yang melakukan Sholat dengan Benar, maka secara otomatis perbuatan-perbuatan Keji serta Mungkar yang tadinya dia miliki, maka akan segera Hilang dari dirinya. Inilah dampak dari pada orang yang sholatnya dilakukan secara benar sehingga diterima oleh Allah. Tentunya Hal sebaliknya juga akan berlaku, Bila seseorang melakukan sholat lima waktu sehari semalam tanpa henti, akan tetapi perbuatan Keji dan Mungkar tidak bisa ditinggalinya, maka sangat pasti Sholatnya Tidak diterima oleh Allah , wallahu a’lam . 

Apakah Sholat hanya satu macam saja ? perhatikan firman Allah dibawa ini :

QS : AL BAQARAH AYAT 238

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Artinya:

PELIHARALAH SEMUA SHALAT(MU) , dan (peliharalah) Sholat Wusthaa Berdirilah untuk Allah (dalam Sholatmu) dengan khusyu.

Firman Allah inilah yang menjel;askan bahwa ternyata sholat tidak hanya satu macam saja. Perhatikan kalimat : “ PELIHARALAH SEMUA SHALAT(MU) “ kalimat ini sangat jelas bahwa sholat buklan hanya satu saja. Ada yang namanya Sholatul Hamsin (Sholat Lima Waktu) sholat inilah yang dikerjakan setiap hari oleh kaum muslimin , mulai dari jam 4.00 wita Shubuh. Dzhuhur, Ashar, Maghrib, Sampai pada pukul 19.00 wita, Sholat Isyah. Inilah yang disebut dengan Sholatul Hamsin. Kalimat selanjutnya : “ (peliharalah) Sholat Wusthaa “ nah kalimat ini sangat jelas, bahwa ternyata ada yang namanya Sholat Wusthaa , ada juga Sholatul Daim dll. Yang tidak mungkin untuk kita bahas pada kajian singkat ini. Sekarang kita masuk pada Hadits Pendukung .


Hadits :

Shalat merupakan penyejuk hati, penghibur dan penenang jiwa. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 حُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا النِّسَاءُ وَالطِّيبُ، وَجُعِلَ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ

Artinya :

“Dijadikan kesenanganku dari dunia berupa wanita dan minyak wangi. Dan dijadikanlah penyejuk hatiku dalam ibadah shalat.” (HR. An-Nasa’i no. 3391 dan Ahmad 3: 128, shahih)

Hadits Ini sangat jelas, bahwasannya Nabi memiliki dua kesenanga yang berada di dunia, yang pertama Wanita, yang kedua wangi-wangian. Sedangkan Sholat merupakan Penghibur hati bagi Rosulullah. Perhatikan seluruh kalimat pada hadits tersebut .

Hadits :

Diriwayatkan dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ، صَلَّى

Artinya :

“Dulu jika ada perkara yang menyusahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mendirikan shalat.” (HR. Abu Dawud no. 1420, hadits hasan)

Pada hadits yang kedua dijelaskan bahwasannya Nabi disaat ada permasalahan yang membuat resah ataupun kesusahan dalam hati, maka Nabi pun akan segera mendirikan sholat. Oleh karena itu dismaping sholatul; hamsin (Lima Waktu) ada yang disebut dengan Sholat Sunnah. Yang bisa dilakukan kapan saja. Kemudian pada hadits selanjutnya dijelaskan oleh Nabi, orang-orang yang senantiasa melakukan Sholat lima waktu, mereka memiliki perjanjian dengan Allah . perhatikan seluruh kalimat pada hadits selanjutnya :

Hadits :

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللَّهُ عَلَى الْعِبَادِ، فَمَنْ جَاءَ بِهِنَّ لَمْ يُضَيِّعْ مِنْهُنَّ شَيْئًا اسْتِخْفَافًا بِحَقِّهِنَّ، كَانَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَمْ يَأْتِ بِهِنَّ فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ، إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ، وَإِنْ شَاءَ أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ

Artinya :

“Lima shalat yang telah Allah Ta’ala wajibkan kepada para hamba-Nya. Siapa saja yang mendirikannya dan tidak menyia-nyiakan sedikit pun darinya karena meremehkan haknya, maka dia memiliki perjanjian dengan Allah Ta’ala untuk memasukkannya ke dalam surga. Sedangkan siapa saja yang tidak mendirikannya, dia tidak memiliki perjanjian dengan Allah Ta’ala. Jika Allah menghendaki, Dia akan Menyiksanya. Dan jika Allah Menghendaki, Allah akan memasukkan ke dalam surga.” (HR. Abu Dawud no. 1420, An-Nasa’i no. 426 dan Ibnu Majah no. 1401, shahih)


Hadits :

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالصَّلَاةُ نُورٌ

Artinya :

“Shalat adalah cahaya.” (HR. Muslim no. 223)

Hadits :

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan tentang shalat pada suatu hari, kemudian berkata,

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا، وَبُرْهَانًا، وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ، وَلَا بُرْهَانٌ، وَلَا نَجَاةٌ ، وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ، وَفِرْعَوْنَ، وَهَامَانَ، وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ

Artinya :

“Siapa saja yang menjaga shalat maka dia akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kiamat. Sedangkan siapa saja yang tidak menjaga shalat, dia tidak akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan. Dan pada hari kiamat nanti, dia akan dikumpulkan bersama dengan Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.” (HR. Ahmad 2: 169 dengan sanad yang hasan)

Hadits :

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ، هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟

Artinya :
“Bagaimana pendapatmu jika di depan pintu rumahmu ada sungai, lalu Engkau mandi sehari lima kali? Apakah tersisa kotoran di badannya?”

Para sahabat menjawab,

لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ

“Tidak akan tersisa kotoran sedikit pun di badannya.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، يَمْحُو اللهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا

“Itu adalah permisalan untuk shalat lima waktu. Dengan shalat lima waktu, Allah Ta’ala menghapus dosa-dosa (kecil).” (HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667)

Hadits :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَاةُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ، مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

Artinya :

“Shalat lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum’at berikutnya, adalah penggugur dosa di antara keduanya, selama dosa-dosa besar ditinggalkan.” (HR. Muslim no. 233)
Seluruh hadits diatas tersebut merupakan Fadhilah dari mengerjakan Sholat . (T.L)

TerPopuler