IJC Sebut Pernyataan Presiden Jokowi di Haornas 2020 Perlu Disikapi Serius -->

IJC Sebut Pernyataan Presiden Jokowi di Haornas 2020 Perlu Disikapi Serius

Jumat, 11 September 2020, September 11, 2020

Jakarta-Republiknews.com, 
Pernyataan Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas), 9 September 2020 yang dipusatkan di Gedung POPKI Cibubur, Jakarta Timur bahwa tata kelola pembinaan olahraga nasional harus ada pembenahan total. Karena tanpa ada pembenahan, sulit bagi olahraga Indonesia untuk mencapai prestasi tinggi.

Pernyataan Jokowi itu tentu mendapat tanggapan serius dari para stake holder olahraga nasional terutama para cabang olahraga. Indonesia Judo Community (IJC) pun ikut menyikapi pernyataan Kepala Negara itu dari sisi pembinaan yang memang harus ada pembenahan.

Melalui Presiden Komisaris IJC, Raymond Rochili menyebut pernyataan Presiden Jokowi  pada Haornas 2020 itu perlu disikapi serius.”Apa yang disampaikan oleh Bapak Jokowi itu adalah fakta yang tak bisa ditutupi bahwa tata kelola pembinaan olahraga Indonesia perlu dibenahi jika ingin berprestasi tinggi,”kata pria yang juga mantan judoka nasional era 1970-an ini.

Raymond kemudian lebih banyak menyoroti cabang olahraga judo yang merupakan habitatnya. Jika merenungi apa yang disampaikan Presiden Jokowi di Haonas tersebut, cabang olahraga judo tentu paling merasakan.

Semakin menurunnya prestasi judo Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, menurut Raymond tak lepas dari buruknya tata kelola pembinaan. Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB.PJSI) yang bertanggungjawab atas pembinaan atlet judo harus bercermin diri apakah yang sudah mereka lakukan selama ini tepat sasaran.

”Saya hanya menyoroti dari sisi judo saja karena latar belakang saya pejudo, pembinaan judo Indonesia belakangan ini tergantung selera para pengurus dan pembina di PB.PJSI. Padahal pembinaan itu terintegrasi antara PB, Pengprov, Pengcab sampai tingkat dojo atau klub. Nah mata rantai pembinaan ini belum berjalan sebagaimana mestinya,”ujar Raymond.

Oleh karenanya, lanjut dia, tata kelola pembinaan judo secara nasional harus dibenahi kalau masih menginginkan prestasi lebih tinggi. Raymond menilai, PB.PJSI sekarang ini sudah puas dengan prestasi yang sudah pernah dicapai meski tak ada peningkatan yang signifikan kalau tak mau dikatakan jalan di tempat.TOR-08 (T.L)

TerPopuler