Mencari Serta Meraih Ketaqwaan, Oleh : Haris Wibowo -->

Mencari Serta Meraih Ketaqwaan, Oleh : Haris Wibowo

Jumat, 09 Oktober 2020, Oktober 09, 2020


gambar ilustrasi. sumber: hidayatullah.com.

Qs : Hujurat Ayat 13


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ


Artinya :


 “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” 

 

Dari firman Allah tersebut diatas perhatikan kalimat : “ Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu “ kalimat ini sangat jelas tapi iblis laknatullah dan bala tentaranya menipu daya manusia dengan sedemikian rapi dan sistematis sehingga manusia jadi lalai akan firman Allah diatas.


Di jadikanya kehidupan dunia ini mulia dipandangan manusia.jabatan harta kekayaan menjadi ukuran kebenaran dan kemuliaan...kenapa manusia begitu mudah tertipu? karena iblis dan tentaranya mengatur sistim hidup manusia cara hidup manusia dari kita bangun tidur sampai kita tidur kembali, manusia di biarkan oleh iblis dalm urusan ibadahnya.karena iblis tahu hanya sedikit manusia memahami hakekat peribadatan kpd Allah.


sudah begitu masif kerusakan ajaran islam yang dia rusak sehingga orang islam sendiri banyak yang sudah tidak tahu lagi apa itu Diennul Islam, sebagaimana firman Allah di atas, kemulian di sisi Allah itu yang paling bertaqwa.


kalau Taqwa kita sudah tidak tahu, bagaimana kita bisa meraihnya? Banyak orang berkata taqwa itu takut kepada Allah. Lantas apakah pemahaman tentang taqwa itu sendiri ?.


Apakah rasa takut yang sama bila kita diperhadapkan dengan binatang buas, sudah pasti tidak sama. Sehingga taqwa itu bukanlah takut.


pula ada orang berkata taqwa itu melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan laranga-Nya. bukankah implementasi iman juga melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.


Qs : Al-Baqarah Ayat 183


 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 


Artinya :


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.


Perhatikan kalimat : “ Orang-orang yang beriman” kemudian kalimat : “ di wajibkan berpuasa sebagaimana telah di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu “ dari dua kalimat tersebut diatas kita mendapatkan kejelasan bahwasannya Orang yang sudah BERIMAN di wajibkan untuk BERPUASA. Kemudian pada kalimat selanjutnya : “ agar kamu bertakwa “. Kalimat ini sangat jelas Agar atau supayah atau Biar menjadi BERTAQWA . sehingga melaksanakan perintah Allah serta meninggalkan larangan Allah, bukanlah TAQWA. Melainkan perintah IMAN. begitulah iblis merusak manusia dan ajaran-Nya sehingga manusia tidak akan pernah bisa meraihnya. jadi apa sebenarnya taqwa itu ?


QS : ALBAQARAH AYAT 208


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ


Artinya :


Hai orang-orang yang beriman , MASUKLAH KAMU KEDALAM ISLAM KESELURUHAN (ISLAMULKAFFAH) , dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan .sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu .



HADITS :


حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا أَبُو حَيَّانَ التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ مَا الْإِيمَانُ قَالَ الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَبِلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ قَالَ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ قَالَ مَا الْإِحْسَانُ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ وَسَأُخْبِرُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا إِذَا وَلَدَتْ الْأَمَةُ رَبَّهَا وَإِذَا تَطَاوَلَ رُعَاةُ الْإِبِلِ الْبُهْمُ فِي الْبُنْيَانِ فِي خَمْسٍ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ تَلَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ } الْآيَةَ ثُمَّ أَدْبَرَ فَقَالَ رُدُّوهُ فَلَمْ يَرَوْا شَيْئًا فَقَالَ هَذَا جِبْرِيلُ جَاءَ يُعَلِّمُ النَّاسَ دِينَهُمْ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ جَعَلَ ذَلِك كُلَّهُ مِنْ الْإِيمَانِ 

Artimya :


" Ayahku Umar bin khatab ,menceritakan kepadaku sebagai berikut :

Pada suatu hari ketika kami sedang berada disisi Rosulullah SAW , sekonyong-konyong muncul dihadapan kami seorang laki-laki berpakaian sangat putuh dan berambut sangat hitam .tidak terlihat padanya bekas perjalanan dan tidak seorangpun diantara kami mengenalnya . Dia langsung duduk kedekat Nabi saw ,lalu disandarkan lututnya kelutut Nabi ,dan diletakkannya kedua telapak tangannya kepahanya " Dia berujar " , " Ya Muhammad ,TERANGKANLAH KEPADAKU TENTANG ISLAM ".

Jawab Nabi SAW , ISLAM IALAH :

- Mengaku tidak ada Tuhan selain Allah ,dan Bahwa Muhammad Rosulullah .

- Mendirikan Sholat .

- Membayar Zakat

- Puasa Ramadhan

- Haji kebaitullah ,jika engkau sanggup melaksanakannya ".

Engkau benar , Kata orang itu ,kata Ayahku Kami heran terhadap orang itu ,Dia yang bertanya tetapi diapula yang mengatakan benar .kemudian orang itu berkata Pula :

" TERANGKAN KEPADAKU TENTANG IMAN "

Jawab Nabi SAW , " IMAN IALAH "

- Beriman kepada Allah

- Beriman kepada Malaikat-Nya

- Beriman kepada Kitab-kitab-Nya

- Beriman kepada Para Rasul-Nya

- Beriman kepada Qadar baik maupun Buruk .

- Beriman kepada Hari qiyamat .

Kata Orang itu Engkau benar .Kemudian dia berkata pula ,terangkan kepadaku tentang IKHSAN :

Jawab Nabi SAW :

IKHSAN IALAH :

Menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya . sekalipun Engkau tidak melihat-Nya ,sesungguhnya Dia melihatmu , "Katanya pula ,terangkanlah kepadaku tentang KIAMAT , " Jawab Nabi ; " Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari pada yang menanya ", Katanya , Terangkanlah kepadaku tanda-tandanya : Jawab Nabi SAW : " Apabilah hamba sahaya perempuan telah melahirkan majikannya dan Apabila Orang-orang Dusun yang melarat telah bermewah-mewah digedung-gedung nan Indah ".(HR : MUSLIM NO 1, TERJEMAHAN SHAHIH MUSLIM HAL. 2-3)


Dari firman Allah tersebuty diatas bisa kita simpulkan bahwasannya, yang menghambat manusia untuk bisa meraih Islamul kaffah adalah Langkah-langkah Setan, islam dan iman kita semua ketahui. tapi apa itu ikhsan yang hanya difahami bila kamu sholat seolah olah melihat Allah, tapi kalau kamu tidak bisa maka yakinlah Allah pasti melihatmu. Perhatikan lagi hadits diatas khusus pada pertanyaan Ikhsan, maka disinilah iblis laknatullah menghancur leburkan manusia dikarenakan belum akademisnya ikhsan.


Perlu di ingat islam itu akademis dan sitematis. maka iblispun merusaknya dengan akademis dan sistematis yang bisa diterima akal manusia.


maka dari itu dengan berijtihad kepada Allah para ulama berdaya upaya mencari jawaban tentang ikhsan. IKHSAN sendiri pada hakikatnya memiki 3 rukun yaitu Taqwa Tawakal dan Ikhlas.


Hadits :


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "... هنا التقوى يشير إلى صدره ثلاث مرات.


Artinya :


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabdah:”…taqwa itu disini, seraya menunjuk ke dadanya sebanyak tiga kali ( Hadits Arba’in nawawi ke-35, diriwayatkan oleh Muslim )


bersambung.

TerPopuler