Ya, Allah Bimbinglah Langkah Kami menuju jalan kepada Rizki Yang Engkau Kehendaki -->

Ya, Allah Bimbinglah Langkah Kami menuju jalan kepada Rizki Yang Engkau Kehendaki

Jumat, 02 Oktober 2020, Oktober 02, 2020

(Bag. 1)
Oleh : Tamrin.Lahiya.
Bitung - Republiknews.com, Pada hakikatnya setiap makhluk yang diciptakan Allah, akan mendapatkan Rizki dari Allah. Apakah dia orang yang beriman ataukah dia orang yang sholeh semuannya akan mendapatkan pemberian Allah dalam bentuk Rizki.

Yang menjadi pokok permasalahannya terhadap perolehan Rizki tersebut adalah, Apakah Rizki yang datang kepada kita Diridhoi atau tidak, inilah problem yang harus bisa kita pecahkan.

Qs : Hud Ayat 6

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Artinya :

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

Firman Allah diatas inilah yang menjadi dasar hukum yang sangat kokoh, bahwa Allah Swt memberikan Rizki kepada seluruh makhluk ciptaanNya. Perhatikan kalimat :  "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya “ . jelas.

Tanda Rizki yang diridho’i Allah, di awali pada pagi hari

Hadits :

وروت السيدة عائشة رضي الله عنها حديثاً قال فيه رسول الله صلى الله عليه وسلم: (قوموا في الصباح تطلبوا رزقكم وأداءوا واجبكم ، لما فيه من البركة والتوفيق) رواه الطبراني.

Artinya :

Sayyidah Aisyah radhiallahu 'anha meriwayatkan sebuah hadis, yang mana Rasulullah SAW bersabda: "Bangunlah di pagi hari untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan (keberuntungan). (HR. At-Thabrani)

Hadits :

قالت فاطمة (ابنة رسول الله) إنه عندما رآها رسول الله ما زالت مستلقية على ظهرها في الفراش في الصباح ، قالت لها: "يا ابنتي ، استيقظي وشاهد كرم ربك ، ولا تكوني مثل معظم الناس. يوزع الله الرزق كل يوم بين طلوع الفجر وطلوع الشمس

Artinya :

Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah saw melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau saw mengatakan kepadanya, “Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari.” (HR. al-Baihaqi)

Hadits :

استيقظ في الصباح للحصول على قوتك واحتياجاتك. في الواقع ، في الصباح هناك نعمة وحظ

Artinya :

“Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barokah dan keberuntungan.” (HR. Ath-Thabrani dan Al-Bazzar)

Hadits :

اللهم بارك شعبي في الصباح. فلتعطي البركات دائما لشعبي الذين ينشطون في الصباح

Artinya :

Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi. Semoga keberkahan selalu tercurah bagi umatku yang beraktifitas di pagi hari “ (HR.Thabrani).
Keempat hadits pendukung diatas inilah yang menjelaskan bahwa tanda rizki yang diridhoi oleh Allah, diawali pada pagi hari. Perhatikan kalimat pada hadits yang pertama dari Aisyah Ra. “ Bangunlah di pagi hari untuk mencari rezekimu “ kalimat ini sangat jelas kita diperintahkan Nabi untuk melakukan aktifitas sehubungan dengan pencarian rizki pada waktu pagi hari, anjuran Nabi tersebut bila dilakukan pasti akan mendatangkan keridhoan dari Allah. Kemudian kalimat : “ dan melakukan tugasmu “. Kalimat ini juga jelas, pada kalimat yang pertama anjurannya bersifat umum.” Bangunlah di pagi hari untuk mencari rezekimu “. Kalimat inilah yang dimaksud dengan kalimat umum kepada kebanyakan manusia. Kemudian pada kalimat yang kedua “dan melakukan tugasmu “. Ini bersifat khusus, artinya kepada orang-orang yang memiliki pekerjaan tetap. Agar senantiasa diawal melakukan aktifitasnya pada pagi hari. Bila kita sudah melakukan hal tersebut berikthiar untuk mendapatkan rizki pada pagi hari lantas adakah tujuannya yang utama selain rizki ? perhatikan kalimat terakhir dari hadits tersebut diatas : “  karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan (keberuntungan).” Nah inilah tujuan setelah memperoleh Rizki dari Allah agar membawa Berkah , rizki yang kita akan peroleh sebentar nanti diberkahi oleh Allah serta mendatangkan kesuksesan dengan rizki tersebut. Jelas.

Kemudian pada hadits yang kedua perhatikan kalimat dimana Rosulullah melihat putrinya Fatimah yang masih terlentang tidur di pagi hari ; “ Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu “. Ini sangat jelas merupakan kalimat perintah yang berlaku kepada seluruh kaum muslimin, dimana Rosul memerintahkan Putrinya untuk bangun pada pagi hari. Khusus pada kalimat : “ saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu,” . kalimat ini perlu di jelaskan artinya Bahwasannya Allah perintahkan kepada Malaikat pembawa Rizki, itu dilakukan pada pagi hari yang akan diletakkan didepan pintu rumah setiap manusia, dan barangsiapa yang bangun saat itu, maka dia akan memperoleh Rizki yang menjadi haknya dari Tuhannya. Perhatikan kalimat terakhir : “ Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari.”maka menjadi jelas. 

Dan pada hadits yang terakhir dimana Rosulullah Saw menjelaskan kepada kita selaku umatnya, kenapa harus mencari rizki serta sunnah hukumnya bangun dipagi hari. Ini semua dikarenakan kita akan terkena dengan do’anya Rosulullah sehingga rizki serta kesuksesan yang akan kita peroleh kelak terdapat Barokah didalamnya. Perhatikan seluruh kalimat pada hadits terakhir : “ Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi. Semoga keberkahan selalu tercurah bagi umatku yang beraktifitas di pagi hari “ maka dengan adnya hadits tersebut kita mendapatkan kejelasannya. Jelas.

Sholat Mampu mendatangkan Rizki yang di berkahi

Hadits :

البحث عن القوت الشرعي إلزامي إذا كنت قد أديت عبادة الفرض

Artinya :
“Mencari rezeki yang halal adalah wajib apabila sudah melaksanakan ibadah fardhu.” (Hadits riwayat Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Hadits :

قال رسول صلى الله عليه وسلم: قال الله: يا بني آدم ، ركز قلوبكم على عبادتي ، لا شك أني سأوسع قلوبكم ، وسأفي بحاجتكم. إذا لم تركز عبادتك علي ، فسأملأ قلبك بالانشغال ولن أشبع احتياجاتك.

Artinya :

Rasul SAW bersabda, ”Allah berfirman ‘Wahai Bani Adam, fokuskanlah hati kalian dalam beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan lapangkan hatimu, dan Aku penuhi kebutuhanmu. Kalau kamu tidak memfokuskan ibadah kepada-Ku, maka Aku akan penuhi hatimu dengan kesibukan dan kebutuhanmu tidak akan Aku penuhi “ (Hadis qudsi riwayat Ahmad,Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim).

Hadits :

يا ابن آدم ، ألا تتكاسل يومًا في أداء أربع ركعات في أول النهار (صلاة الضحى) ، بالتأكيد سأفي باحتياجاتك في المساء.

Artinya :

“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.” (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)

Hadits :

بعد صلاة الفجر لا تنم حتى تتغاضى عن الرزق

Artinya :

"Seusai salat fajar (Subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki." (HR. At-Thabrani)
Keempat hadits pendukung diatas inilah yang menjelaskan kepada kita bahwasannya Ibadah Sholat mampu mendatangkan Rizki yang diberkahi Allah. Perhatikan kalimat pada hadits yang pertama : “ Mencari rezeki yang halal adalah wajib apabila sudah melaksanakan ibadah fardhu “ kalimat ini sangat jelas, bahwasannya diwajibkan kita mencari rizki yang akan mendapatkan keberkahan dari Allah manakala Ibadah Fardhu telah dilaksanakan.

Kemudian pada hadits yang kedua dimana Allah berfirman dalam Hadits qudtsy : “ Allah berfirman ‘Wahai Bani Adam, fokuskanlah hati kalian dalam beribadah kepada-Ku “ dalam Hadits qudtsy tersebut Allah memerintahkan kepada Manusia untuk memfokuskan Hati ketika beribadah, dari sini kita bisa mendapatkan pelajaran bahwasannya, “ Hati “ merupakan tempat untuk kita Fokus dalam hal peribadatan. Kenapa “ Hati “ bukan yang lain ? karena Hati merupakan tempatnya Ruh Insani kita bersemayam, sehingga letak nilai Khusyu dari sesuatu peribadatan sangat bergantung kepada Jauhar Qalbu tersebut. Bila hal tersebut kita lakukan, maka Allah akan membantu melapangkan “ Hati “ tersebut. Perhatikan kalimat selanjutnya : “ niscaya Aku akan lapangkan hatimu,” setelah Allah melapangkan Hatinya maka Allah akan memenuhi seluruh yang menjadi Kebutuhannya ini erat kaitannya dengan Rizki. Perhatikan kalimat selanjutnya : “ dan Aku penuhi kebutuhanmu.” Yang menjadi pertanyaan bagaimana ketika ada orang yang tidak mau memfukus hatinya dalam hal Peribadatan ?. silahkan perhatikan kalimat selanjutnya dari hadits tersebut diatas, masih pada hadits yang sama, : “ Kalau kamu tidak memfokuskan ibadah kepada-Ku “ perlu diketahui bahwasannya ini merupakan kalimat ancaman dari Allah, lanjut kalimat : “ maka Aku akan penuhi hatimu dengan kesibukan “ kalimat ini jelas , bila ada seseorang yang beribadah kepada Allah dengan Hati yang tidak Fokus kepada Allah, maka Allah Swt akan penuhi Hatinya dengan kesibukan artinya dia akan sibuk dengan Urusan duniawinya, kemudian perhatikan kalimat terakhir : “ dan kebutuhanmu tidak akan Aku penuhi “ Subhanaullah, ini ancaman dari Allah, sehingga sekalipun kita berupayah dalam hal mencari Rizki , tetapi dalam peribadatan hati kita tidak benar-benar difokuskan hanya kepada Allah, maka seluruh jalan Rizki kita akan ditutup. Allah tidak akan Penuhi apa yang kita upayahkan, ini samalah artinya dengan Allah menutup jalan Rizki bagi kita.

Pada hadits yang ketiga perhatikan kalimat : “ Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha) “ kalimat ini jelas, dengan kita menjaga Sholat Kita dalam hal ini adalah Sholat Duha maka dengan perantara sholat tersebut Allah melapangkan Rizki bagi kita alias Rizki yang akan kita dapatkan benar-benar mendatangkan Barokah dari Allah. Perhatikan kalimat selanjutnya : “ nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya “ . Jelas .

Dan pada hadits yang terakhir dijelaskan bila kita sudah melakukan sholat Fajar, maka segeralah bertabur dimuka bumi cari Rizki yang sudah dijanjikan Allah karena dengan perantara Sholat tersebut Allah berikan Rizki kepada kita, jangan kita tidur. Perhatikan seluruh kalimat pada hadits terakhir : “ Seusai salat fajar (Subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki."

Do’a Merupakan perantara Rizki yang akan diberkahi oleh Allah

Hadits :

ينبغي أن تسأل الله كل ما تحتاجه حتى لو انكسر الحبل ، بل إن لم ييسره الله عليه فليس صغيرًا عليه.

Artinya :

Hendaklah kalian meminta segala kebutuhan kalian kepada Allah walaupun tali sandalnya terputus, sesungguhnya jika Allah tidak memudahkan kepadanya maka hal itu tidaklah Muda baginya. (HR. At-Tirmidzi, Ath-Thabrani, Abu Ya’la dan Abu Al-Bazzar)

Hadits diatas inilah yang menjelaskan kepada kita bahwasannya berdoa kepada Allah untuk memperoleh Rizki, merupakan anjuran Nabi, sehingga bila kita mendapatkan Rizki tersebut yang diawali dengan berdo’a kepada Allah akan mendatangkan Rizki yang diberkahi oleh Allah.

Berbakti kepada Kedua orang tua mampu mendatangkan Rizki yang diberkahi oleh Allah


Hadits :

من كرس لأم أبيه فله السعادة له ، ويطيل الله عمره "(رواه أبو يعلاء والطبراني والحكيم)" فإذا ترك العبد الصلاة لوالديه ينقطع رزقه.

Artinya :

"Siapa berbakti kepada ibu bapanya maka kebahagiaanlah untuknya dan Allah akan memanjangkan umurnya." (Riwayat Abu Ya'ala, At-Thabrani, dan al-Hakim). "Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya niscaya terputuslah rezeki (Allah) daripadanya." (HR. Al-Hakim dan Ad-Dailami)

Hadits diatas inilah yang menjelaskan kepada kita bahwasannya Rizki yang diberkahi akan datang kepada setiap anak yang sholeh terhadap kedua orang tuannya. Perhatikan kalimat : “Siapa berbakti kepada ibu bapanya maka kebahagiaanlah untuknya “ kalimat ini sangat-sangat jelas yang berbakti kepada kedua orang tuannya akan mendapatkan Kebahagiaan “ dalam hadits tersebut tidak dijelaskan kebahagiaannya dimana bagi anak yang berbakti, sehingga kebahagiaan yang dimaksud adalah kebahagiaan Dunia wal akhirat. Kemudian kalimat : “ dan Allah akan memanjangkan umurnya “ maka menjadi jelas, perolehan Rizki yang diberkahi Allah didunia serta akhirat dikarenakan bakti seseorang terhadap kedua orang tuannya.

Silaturahmi Mampu mendatangkan Rizki yang barokah dari Allah

Hadits :

من أراد أن يكبر رزقه وتأخر موته فليصل بأقاربه (صداقة) ".

Artinya :

"Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya maka hendaklah dia menghubungi sanak-saudaranya (silaturahim)." (HR Al-Bukhari). 

Hadits :

ومن سد حاجة أخيه فإن الله يسد حاجته

Artinya :

"Siapa yang menunaikan hajat saudaranya maka Allah akan menunaikan hajatnya." (HR. Muslim)

Kedua hadits tersebut diatas inilah yang menjelaskan kepada kita bahwa bersilaturahmi mampu mendatangkan Rizki yang diberahi oleh Allah. Perhatikan kalimat pada hadits yang pertama : “ Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya “ lalu kalimat : “ maka hendaklah dia menghubungi sanak-saudaranya (silaturahim).". kemudian pada hadits yang kedua perhatikan kalimat : “ Siapa yang menunaikan hajat saudaranya “ lalu kalimat : “ maka Allah akan menunaikan hajatnya “ kalimat ini juga jelas , dengan kita tetap menjalin silaturahmi diantara sesama, maka kita akan mengetahui saudara kita yang mana yang layak untuk kita bantu, dengan itu maka Allah akan membukakan pintu rizki bagi kita dengan rizki yang mendapatkan keberkahan dari Allah Swt.

Mencari Rizki dengan Jalan yang benar akan memperoleh Keberkahan dari Allah


Hadits :

نَفَثَ رُوحُ الْقُدُسِ فِي رَوْعِي أَنَّ نفْسًا لَنْ تَخْرُجَ مِنَ الدُّنْيَا حَتَّى تَسْتَكْمِلَ أَجَلَهَا، وَتَسْتَوْعِبَ رِزْقَهَا، فَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ، وَلا يَحْمِلَنَّكُمِ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ تَطْلُبُوهُ بِمَعْصِيَةِ اللَّهِ، فَإِنَّ اللَّهَ لا يُنَالُ مَا عِنْدَهُ إِلا بِطَاعَتِهِ”.

Artinya :

“Ruh Kudus (Malaikat Jibril) membisikkan di dadaku bahwa ‘tidaklah suatu jiwa meninggal dunia sampai disempurnakan baginya ajal dan dipenuhi rezekinya. Oleh karenanya perbaguslah di dalam mencari rezeki. Janganlah ia merasa lambatnya rezeki, menyebabkan ia mencari rezeki tersebut dengan bermaksiat kepada Allah, karena sesungguhnya Allah tidak dapat dicapai kecuali dengan mentaati-Nya’” (HR.Thabrani)

Hadits :

إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ فَلَا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ، وَاتَّقُوا اللَّهَ أَيُّهَا النَّاسُ، فَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ، خُذُوا مَا حَلَّ، وَدَعُوا مَا حَرَّمَ»

Artinya :

“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian tidaklah meninggal sampai disempurnakan rezekinya, maka janganlah ia merasa lambat datang rezekinya. Bertakwalah kepada Allah wahai manusia, perbaikilah didalam mencari rezeki, ambil yang halal dan tinggalkan yang haram” (HR. Ibnu Hibban, Baihaqi)

Hadits :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ، كان يقصد: "أولئك الذين يبحثون عن كنوز العالم (الثروة) بطريقة مشروعة ويمتنعون عن التسول (عدم التسول) ومحاولة كسب لقمة العيش لعائلاتهم والرحمة والحب لجيرانهم ، بلا شك في اليوم. وفي النهاية سيلتقي الله بوجهه مشع مثل البدر في الليل

Artinya :

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: “Meraka yang mencari harta dunia (kekayaan ) dengan jalan yang halal dan menahan dirinya dari meminta-minta (tidak menjadi pengemis ) dan berusaha mencari nafkah untuk keluarganya serta belas kasihan, kasih sayang terhadap jiran tetangganya, nescaya di hari kiamat kelak ia akan berjumpa dengan Allah dengan mukanya berseri-seri seperti bulan purnama pada waktu malam.” (Riwayat At-Tabrani)

Ketiga hadits tersebut diatas inilah yang menjelaskan kepada kita bahwasannya mencari rizki dengan jalan yang dibenarkan sesuai tuntunan akan mendatangkan rizki yang diberkahi Allah. Perhatikan kalimat pada hadits pertama khusus pada kalimat : “ tidaklah suatu jiwa meninggal dunia sampai disempurnakan baginya ajal dan dipenuhi rezekinya.” Lalu kalimat : “ Oleh karenanya perbaguslah di dalam mencari rezeki.” Kalimat ini perlu dijelaskan, bahwasannya Manusia tidak akan menemui ajalnya (Mati) selama Rizkinya masih ada, oleh karena hal tersebut maka gunakanlah cara yang benar yang di ajari oleh Al Qur’an disertai tuntunan Nabi dalam hal mencari Rizki tersebut tanpa berputus asa sekalipun rizki yang akan diperoleh dari jalan yang benar terkesan lamban datangnya ketimbang digunakan cara yang tidak benar bermaksiat kepada Allah. Perhatikan kalimat selanjutnya : “ Janganlah ia merasa lambatnya rezeki, menyebabkan ia mencari rezeki tersebut dengan bermaksiat kepada Allah “ kalimatnya jelas , alasannya kita diperintahkan tetap istikomah didalam mencari rizki dijalan Allah meskipun terkesan lamban adalah , perhatikan kalimat terakhir dari hadits tersebut : “ karena sesungguhnya Allah tidak dapat dicapai kecuali dengan mentaati-Nya “. Inilah hakikatnya, sekalipun lamban akan tetapi memiliki nilai kepastian karena Allah hanya bisa dicapai dengan ketaatan seorang hambah bukan dengan kemaksiatan, apalah gunanya mendapatkan harta yang melimpah tetapi tidak diberkahi karena didapat dari jalan kemaksiatan.

Pada hadits yang terakhir perhatikan kalimat khusus pada kalimat : “ Meraka yang mencari harta dunia (kekayaan ) dengan jalan yang halal “ kemudian kalimat : “ dan menahan dirinya dari meminta-minta (tidak menjadi pengemis ) “ dan kalimat : “ dan berusaha mencari nafkah untuk keluarganya serta belas kasihan, kasih sayang terhadap jiran tetangganya,” lantas kalimat : “ nescaya di hari kiamat kelak ia akan berjumpa dengan Allah dengan mukanya berseri-seri seperti bulan purnama pada waktu malam “ kalimat ini sangat jelas .
( Bersambung ) 










TerPopuler