Ya Allah Bimbinglah Langkah Kami Menuju Jalan Rizki Yang Engkau Kehendaki -->

Ya Allah Bimbinglah Langkah Kami Menuju Jalan Rizki Yang Engkau Kehendaki

Kamis, 15 Oktober 2020, Oktober 15, 2020

 



Bag. Terakhir 


Niat Yang Benar Dapat memperoleh Rizqi Yang diberkahi Oleh Allah 


Hadits:


مَرَّ عَلَى النَّبِيِّ n رَجُلٌ فَرَأَى أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ n مِنْ جَلَدِهِ وَنَشَاطِهِ فَقَالُول كسهول كسهول فقال رسول الله n: إن كان خرج يسعى على ولده صغارا فهو في سبيل الله, وإن كان خرج يسعى على أبوين شيخين كبيرين فهو في سبيل الله, وإن كان خرج يسعى على نفسه يعفها فهو في سبيل الله, وإن كان خرج يسعى رياء ومفاخرة فهو في سَبِيلِ الشَّيْطَانِ


Artinya:


Seseorang telah melewati Nabi n maka para sahabat Nabi melihat keuletan dan giatnya, sehingga mereka mengatakan: “Wahai Rasulullah, seandainya ia lakukan di jalan Allah l.” Maka Rasulullah n bersabda: “Bila ia keluar (rumah) demi mengusahakan untuk anak-anaknya yang kecil maka ia berada di jalan Allah. Bila ia keluar demi mengusahakan untuk kedua orangtuanya yang telah lanjut maka ia berada di jalan Allah. Bila dia keluar demi mengusahakan untuk dirinya sendiri agar terjaga kehormatannya maka ia berada di jalan Allah. Namun bila dia keluar dan berusaha untuk riya '(mencari pujian orang) atau untuk berbangga diri, maka ia berada di jalan setan. ” (Shahih lighairihi, HR. At-Thabarani. Shahih At-Targhib, 2/141 no. 1692)


Hadits:


الله للملائكة القائمين على رزق أولاد آدم:.. "ما وجدته عبدا لهدف واحد (أي في الآخرة فقط), ضمن رزقه في الجنة وفي الأرض وأي خادم تجده يبحث عن الرزق بصدق لأنه حريص على طلب العدل وإعطائه رزقا جيدا وتسهيله له وإذا تجاوز الحد إلى غير ذلك ، فليفعل ما يشاء. عندها لن يحقق أكثر مما أعددته له.


Artinya:


Allah berfirman kepada para malaikat yang urusan urusan rezeki anak Adam: ”Hamba manapun yang kamu dapati yang cita-citanya hanya satu (yaitu sendiri-mata untuk akhirat), jaminlah rezekinya di langit dan di bumi. Dan hamba manapun yang kamu dapati mencari rezeki dengan jujur ​​kerana hati-hati mencari keadilan, berilah rezeki yang baik dan mudahkanlah kekurangan. Dan jika ia telah melebihi batas selain itu, maka biarkanlah dia sendiri mengusahakan apa yang dikehendakinya. Kemudian dia tidak akan mencapai lebih dari apa yang telah aku tetapkan. (Hadis riwayat Abu Na'im dari Abu Hurairah ra)

Kedua Hadits diatas inilah yang menjelaskan bahwasannya Niat seseorang ketika akan keluar dari mencari Rizki, kemudian Rizki tersebut didapatinya maka Rizki itu akan membawa keberkahan dari Allah bagi dirinya beserta keluarga. Perhatikan kalimat pada hadits yang pertama: “Seseorang telah melewati Nabi maka para sahabat Nabi melihat keuletan dan giatnya“. Kemudian kalimat: “sehingga mereka mengatakan:“ Wahai Rasulullah, seandainya ia lakukan di jalan Allah “dari dua kalimat tersebut diatas kita mendapatkan pelajaran bahwasannya Para sahabat melihat ada seorang pemudah yang sangat rajin dalam pekerjaannya, kemudian mereka bertanya kepada Rosulullah Wahai Rosul, seandainya dia melakukan pekerjaan tersebut dijalan Allah, apakah yang akan dia peroleh? kemudian pernyataan kalimat selanjutnya yang merupakan jawaban Nabi dari pertanyaan mereka: “Maka Rasulullah n bersabda:“ Bila ia keluar (rumah) demi mengusahakan untuk anak-anaknya yang kecil maka ia berada di jalan Allah ”. Kalimat ini sangat jelas jatuh kepada “Niat”. khusus pada kalimat: "Bila ia keluar (rumah)" lalu kalimat: "demi mengusahakan untuk anak-anaknya yang kecil" kalimat inilah yang mengartikan jatuh pada "Niat" yaitu demi mengusahakan untuk anak-anaknya yang kecil, karena bila seseorang Keluar Dari Rumah karena melihat anak-anaknya serta keluarganya dalam keadaan Lapar, itu artinya dia keluar hanya satu “Niatnya“ yakni mencari Rizki agar mereka bisa makan. Mustahil dia melihat keluarganya dalam keadaan lapar kemudian dia keluar demi untuk yang lain. Tetapi untuk menjaga agar orang yang keluar dari situ mencari rizki karena keadaan keluarga yang kekurangan makanan agar niatnya “Tidak Dirubah“ maka Nabi kalimat kalimat selanjutnya: “maka ia berada di jalan Allah.” Kalimat ini sangat jelas. Kemudian untuk orang lain selain dirinya dan keluarganya, juga memasak dalam hadits tersebut kalimat selanjutnya: “Bila ia keluar demi mengusahakan untuk kedua orangtuanya yang telah menimpa maka ia berada di jalan Allah. “Lalu kalimat:“ Bila dia keluar demi mengusahakan untuk dirinya sendiri agar menghormati kehormatannya maka ia berada di jalan Allah. ” Kalimat ini mengartikan agar disaat kita keluar Rumah, maka persiapkan diri kita dengan sebaik-baiknya termasuk dalam mencari pekerjaan ataupaun dalam bekerja, sehingga Kehormatan dirinya bisa dijaga.


1. Benar-benar mempersiapkan dirinya lahir batin, karena banyak Rintangan serta tantangan yang berada diluar.

2. Benar-benar menjaga kesucian dirinya lahir batin agar tidak tergoda dalam bentuk-bentuk kemaksiatan yang dihadapi kelak.

3.

Kemudian pada kalimat yang terakhir adalah yang dilakukan tidak mendapatkan keridhoan dari Allah, perhatikan kalimat terakhir : “ Namun bila dia keluar dan berusaha untuk riya’ (mencari pujian orang) atau untuk berbangga diri, maka ia berada di jalan setan.” Jelas.


Kemudian pada hadits yang kedua perhatikan kalimat : “ Allah berfirman kepada para malaikat yang diserahi urusan rezeki anak Adam “ Apa yang difirmankan kepada para Malaikat : “ Hamba manapun yang kamu dapati yang cita-citanya hanya satu ( yaitu semata-mata untuk akhirat) “ kalimat ini jelas Cita-cita adalah “ Niat “ . kemudian kalimat : “ jaminlah rezekinya di langit dan di bumi. “ ini merupakan bentuk jaminan dari Allah Yakni memperoleh Rizki dilangit serta dibumi. Lanjut kalimat : “ Dan hamba manapun yang kamu dapati mencari rezeki dengan jujur kerana berhati-hati mencari keadilan “ kemudian kalimat : “ berilah rezeki yang baik dan mudahkanlah baginya “ sangat jelas akan mendapatkan Kemudahan Rizki yang baik dari Allah, bagi orang-orang yang senantiasa bekerja mencari rziki demi keadilan serta kejujuran. Kemudian bila sekirannya mereka mencari Rizki melampaui batas artinya menghalalkan segala cara, maka Allah tidak akan membantu untuk melapangkan rizkinya, tetapi yang dia peroleh hanya rizki bawaan saja karena Dia telah diciptakan oleh Allah. Perhatikan seluruh klalimat terakhir pada hadits tersebut : “ Dan jika ia telah melampaui batas kepada selain itu, maka biarkanlah dia sendiri mengusahakan apa yang dikehendakinya. Kemudian dia tidak akan mencapai lebih dari apa yang telah aku tetapkan untuknya.” 


Menghalalkan segala cara merupakan Rizki yang tidak mendapatkan keberkahan dari Allah


Hadits :


عَنْ أَبي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَ م مِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ (البخارى وأبو يعلى


Artinya :


Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Pasti akan datang pada manusia suatu zaman dimana orang tidak perduli lagi dengan apa dia mengambil harta, apakah dari yang halal ataukah dari yang haram.” (HR. Bukhari dan Abu Ya’la).


Hadits inilah yang menjelaskan kepada kita bahwasannya mencari rizki dengan menghalalkan segala tidak akan mendapatkan keberkahan walaupun banyak. Yang harta tersebut akan membuat dia binasa beserta keluarganya. Perhatikan seluruh kalimat pada hadits diatas.


Dosa akan menghalangi Rizki Dari Allah.


Hadits:


ويحرم عليه الرزق بسبب الذنوب التي اقترفها


Artinya:


“… Dan seorang lelaki akan diharamkan rezeki kerana dosa yang dibuatnya.” (Riwayat at-Tirmizi)


Hadits inilah yang menjelaskan kepada kita bahwa Dosa seseorang akan menjadi penghalang untuk memperoleh Rizki dari Allah selama dia belum bertaubat, Jalan rizkinya akan dikunci oleh Allah, sehingga sekeras apapun dia berupayah maka dia tidak akan memperoleh Rizki dari Allah. Perhatikan seluruh kalimat pada hadits diatas. 


Mengamalkan / Membaca Al Qur'an akan mempermudah datangnya Rizki dari Allah.


Hadits:


عبدالله بن مسعود ر. وسمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: "من قرأ سورة الواقعة كل ليلة فلن يعاني الفقر الأبدي". وأضاف: "حقا أنا آمر بناتي بقراءة سورة الواقعية كل ليلة


Artinya:


Abdullah bin Mas'ud ra mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa membaca Surah Al-Waqi'ah setiap malam, maka dia tidak akan tertimpa kefakiran selamanya.” Ia menambahkan, “Sungguh aku memerintahkan anak-anak perempuanku agar membaca Surah Al-Waqi'ah setiap malam”. (dikeluarkan oleh Abu Ubaid dalam Fadha'il Al-Qur'an, Bab. Fadhl Surah Al-Waqi'ah).


Hadits inilah yang menjelaskan kepada kita bahwasannya Membaca / Mengamalkan Al Qur'an maka akan dimudahkan rizkinya oleh Allah. Perhatikan kalimat: “Barangsiapa membaca Surah Al-Waqi'ah setiap malam“. apa yang akan diperoleh? kalimat selanjutnya: “maka dia tidak akan tertimpa kefakiran selamanya“ Subhanaullah. Sangat luar biasa jaminan dari Allah bagi pengamal Suratul Waqiah, yang Allah langsung akan menjamin orang tersebut tidak akan tertimpah kefakiran selamanya. Perlu diketahui, bila sekirannya ada yang mengamalkan suratul waqiah, kemudian dia masih tetap dalam keadaan kemiskinan, maka itu artinya si pengamal yang kurang benar didalam mengamalkannya, bukan Haditsnya yang salah. Dan ini perlu dikaji secara khusus karena faktor-faktor pendukung sangat diperlukan untuk bisa mendapatkan kesempurnaannya didalam mendapatkan jaminan dari Allah. 


Orang Yang Trampil serta siaga dengan benar-benar suatu pekerjaan Sangat cocok oleh Allah, sehingga akan memperoleh Rizki yang barokah dari Allah.



Hadits:


إن الله يحب الخدم الذين يعملون وماهرة (محترفين أو خبراء). من اجتهد في كسب عيش أسرته فهو مجاهد في سبيل الله عزة وج الله.


Artinya:


“Sesungguhnya Allah suka hamba yang terampil dan terampil (professional atau ahli). Barang siapa bersusah-payah yang mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla. ” (HR. Ahmad)


Hadits inilah yang menjelaskan bahwasannya orang yang trampil serta melihat dengan benar pada suatu pekerjaan yang sangat penting oleh Allah, sehingga akan memperoleh rizki yang barokah dari Allah. Perhatikan kalimat khusus pada kalimat: “Barang siapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla“ perlu mendapatkan, bahwasannya orang yang gugur dijalan Allah mereka jaminan rizki dari Allah yang dikendalikan dalam Al Qur'an . 


Penyebab Rizki Yang Datang dari Allah adanya orang-orang Lemah diantara kita.



Hadits:


إنك لا تعين ولا تسند إلا لضعفك


Artinya:


“Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki, melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu”. (Riwayat Bukhari)


Hadits inilah yang menjelaskannya. Perhatikan seluruh kalimat pada hadits tersebut. 


Menjaga Kebersihan lahir akan mendatangkan rizki dari Allah 


Hadits:


"إذا كنت في طهارة (من حدس) فلا شك أن الله ينقصك رزقك


Artinya:

"Sentiasalah berada dalam keadaan bersih (dari hadas) nescaya Allah akan memurahkan rezeki." (Diriwayatkan dalam Sayidina Khalid al-Walid)


Hadits inilah yang menjelaskan bahwasannya menjaga kebersihan diri secara dzohiriyah dan bathiniyah akan dimudahkan rizki. Perhatikan seluruh kalimat pada hadits diatas.


Bersedekah memudahkan Rizki yang diberkahi Allah.


Hadits:


قال رسول اللهُ صلى الله عليه وسلم: صدّقك ، ولا (أيضًا) تحتجز وتحتجز لفترة طويلة. لأنه إذا كان الأمر كذلك ، فسيحرم الله سبحانه وتعالى (هديته) عنك


Artinya:


Rasul SAW bersabda, “Bersedekahlah kalian, dan jangan (terlalu) lama tahan dan tahan. Sebab jika demikian, Allah SWT akan menahan (karunia-Nya) untukmu “(HR. Bukhari).


Hadits:


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "أعط ولا تغطى ما عندك ، لأن الله به سيغطي رزقك".


Artinya:


Rasulullah saw bersabda yang maksudnya: ”Berilah dan jangan kamu selalu menutupi kepunyaanmu, kerana dengan itu nanti Allah akan menutupi rezekimu.” (Riwayat Bukhari & Muslim).


Hadits:


مرحبا زبير, أرجو أن تعلم أن مفتاح قوت العبد قد عارضه عراسي, الذي أرسله الله عزة وج الله لكل خادم فقط من أجل دخله. فمن زاد على غيره زاد الله له. ومن قللها قل الله له


Artinya:

Hai Zubair, ketahuilah bahawa kunci rezeki hamba itu ditentang Arasy, yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba berada nafkahnya. Maka siapa yang membanyakkan mempersembahkan kepada orang lain, nescaya Allah membanyakkan batasan. Dan siapa yang menyedikitkan, nescaya Allah menyedikitkan ... ” (Riwayat ad-Daruquthni dari Anas ra)


Hadits ketiga diatas inilah yang menjelaskan kepada kita bahwasannya bersedekah akan mendatangkan Rizki yang diberahi oleh Allah. Perhatikan kalimat pada hadits pertama: “Bersedekahlah kalian, dan jangan (terlalu) lama tinggal dan menunjukkan“. kenapa kita diperintahkan Nabi untuk bersedekah ketika kita memiliki kelebihan, kelebihan, di simpan? kalimat selanjutnya: “Sebab jika demikian, Allah SWT akan menahan (karunia-Nya) untukmu” kalimat ini jelas, inilah alasannya kenapa Nabi memerintahkan untuk segera bersedekah, tempat tinggal atau studio. Tanpa kita sadari Allah akan Menahan pula rizki untuk kita. Kemudian pada hadits yang kedua kalimat perbendaharaan berbeda tetapi memiliki arti yang sama, memanggil seluruh kalimat pada hadits kedua. Kemudian pada hadits terakhir laporan kalimat: “Hai Zubair, Ketahuilah bahawa key rezeki hamba itu ditentang Arasy, “kalimat ini ditujukan kepada salah satu sahabat Nabi yakni Zubair bin awam, bahwasannya Rziki itu senantiasa ditentang oleh Arasy. Kemudian kalimat: “yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba nafkahnya“ lalu kalimat: “Maka yang membanyakkan pemberian kepada orang lain“ dan kalimat: “siapa nescaya Allah membanyakkan kasih.” Maka menjadi jelas siapa yang membanyakkan mempersembahkan kepada orang lain niscaya Allah akan mengabarkan diri untuk berlipat ganda kepadanya. Berlaku pula hal sebaliknya, kurir kalimat terakhir: “Dan siapa yang menyedikitkan, nescaya Allah menyedikitkan”. jelas. bahwasannya Rziki itu senantiasa ditentang oleh Arasy. Kemudian kalimat: “yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba nafkahnya“ lalu kalimat: “Maka yang membanyakkan pemberian kepada orang lain“ dan kalimat: “siapa nescaya Allah membanyakkan kasih.” Maka menjadi jelas siapa yang membanyakkan mempersembahkan kepada orang lain niscaya Allah akan mengabarkan diri untuk berlipat ganda. Berlaku pula hal sebaliknya, kurir kalimat terakhir: “Dan siapa yang menyedikitkan, nescaya Allah menyedikitkan '. jelas. bahwasannya Rziki itu senantiasa ditentang oleh Arasy. Kemudian kalimat: “yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba nafkahnya“ lalu kalimat: “Maka yang membanyakkan pemberian kepada orang lain“ dan kalimat: “siapa nescaya Allah membanyakkan kasih.” Maka menjadi jelas siapa yang membanyakkan mempersembahkan kepada orang lain niscaya Allah akan mengabarkan diri untuk berlipat ganda kepadanya. Berlaku pula hal sebaliknya, kurir kalimat terakhir: “Dan siapa yang menyedikitkan, nescaya Allah menyedikitkan”. jelas. Maka menjadi jelas siapa yang membanyakkan mempersembahkan kepada orang lain niscaya Allah akan menghapuskan berlipat ganda kepadanya. Berlaku pula hal sebaliknya, kurir kalimat terakhir: “Dan siapa yang menyedikitkan, nescaya Allah menyedikitkan”. jelas. Maka menjadi jelas siapa yang membanyakkan mempersembahkan kepada orang lain niscaya Allah akan menghapuskan berlipat ganda kepadanya. Berlaku pula hal sebaliknya, kurir kalimat terakhir: “Dan siapa yang menyedikitkan, nescaya Allah menyedikitkan”. jelas.


Rizki Telah Ditetapkan Allah.


Hadits:


وقد ضمن الله قوت كل من خلقه. كل إنسان يولد في العالم مجهز بقوته. قال رسول صلى الله عليه وسلم: "لقد حدد الله مصير جميع المخلوقات منذ خمسون ألف.


Artinya:


Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezekinya masing-masing. Rasul SAW bersabda, “Allah telah menetapkan takdir semua mahluk sejak 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi“ (HR.Muslim).


Perhatikan kalimat khusus pada kalimat: “Setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezekinya masing-masing.” Kalimat inilah yang dimaksud dengan Pemberian Rizki kepada seorang Hamba karena Hamba telah diciptakan oleh Allah dalam artian “Rizki Bawaan”. Contoh sederhana: Kita ingin beternak ayam, yang harus kita persiapkan untuk 1000 ekor ayam, pertama adalah Tempatnya (Kandang) kemudian tentunya makanannya (Pakan) sampai di besar kelak. Dan ini merupakan kewajiban bagi kita untuk mempersiapkannya. Menjadi hal yang Wajib tidak bisa, karena resikonya Ayam tersebut akan mati bila tidak diberi makan, inilah yang dimaksud dengan rizki bawaan, karena kita sudah diciptakan oleh Allah sehingga mendapatkan Rizki bawaan tersebut. (TL)

TerPopuler