Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Johny Asadoma Harga Mati Bagi Pertina Sulut

Republiknews
Sabtu, 28 November 2020, November 28, 2020 WIB Last Updated 2020-11-29T05:08:27Z


Republiknews.com, Manado - 

Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Pusat Persatuan Tinju Nasional Amatir (PP.Pertina) memang masih tiga pekan lagi tepatnya 14-17 Desember 2020 di Labuan Bajo NTT. Namun irjen Pol Johny Asadoma sudah menjadi harga mati bagi Pertina Sulut.


Melalui Ketua Umum Pengprov Pertina Sulut), AKBP Reino Bangkang, Pertina Sulut secara tegas mendukung Johny Asadoma menjadi Ketua Umum  PP Pertina untuk kedua kalinya.“Sulut tetap menjagokan Johny Asadoma menjadi Ketum PP Pertina di Munas nanti.  Itu sudah harga mati.”,kata Reino seperti dikutip dari INFOSULSEL.COM.


Pernyataan Reino Bangkang itu diutarakan saat menjamu makan malam tim Pelatnas Olimpiade Tokyo 2021 dan petinju Sulsel PON XX Papua di kediamannya, kawasan Malalayang, Manado, Sulut, Selasa  (24/11/2020) malam.


Bagi Pertina Sulut seperti dikatakan Reino, kepemimpinan Johny Asadoma di PP.Pertina masih perlu dilanjutkan agar program pembinaan yang sudah mulai berjalan baik selama periode pertama kepengurusannya tidak putus.


”Jujur saja, program yang telah dibuat dan dijalankan PP.Pertina selama periode pertama kepemimpinan Pak Johny Asadoma ini sudah sangat menyentuh kepentingan daerah. Beliau sangat memahami betapa pentingnya pembinaan di daerah. Dan Pertina Sulut pun sangat merasakan itu,”tambahnya.


Reino khawatir jika berganti kepengurusan di PP.Pertina, program pembinaan mulai dari nol lagi dan belum tentu Ketua Umum yang baru punya visi, misi dan kepedulian yang sama dengan Ketua Umum sebelumnya. Jadi wajarlah jika Pertina Sulut masih menginginkan Johny Asadoma memimpin kembali PP.Pertina untuk empat tahun ke depan.


Apa yang disampaikan Reino bukan mengada-ada. Biasanya setiap ada pergantian pengurus atau pucuk pimpinan suatu cabang olahraga selalu diwarnai adanya pergantian program. Sudah bukan rahasia umum lagi, ganti pemimpin ganti program. Nah Pertina Sulut tentu tak menghendaki hal itu terjadi.


Satu hal lagi yang menjadi kebiasaan buruk dalam setiap pergantian kepengurusan, ketua umum baru selalu membawa gerbong baru. Dan gerbong baru ini kerap menjadi beban organisasi karena orang-orangnya hanya mendompleng sang ketua umum dan bukan dilandasi niat untuk memajukan organisasi itu sendiri.


Sebanyak 33 Pengprov Pertina yang memiliki hak suara dalam Munas untuk memilih nakhoda baru Pertina periode 2020-2024. Dan tampaknya daerah-daerah masih banyak yang menginginkan Johny Asadoma untuk memimpin PP.Pertina.


Johny Asadoma yang bersama Alexander Wassa dan Fransico Lisboa tampil di Olimpiade Los Angeles, AS 1984 ini diharapkan dapat melanjutkan program pembinaan yang sudah memperlihatkan hasilnya itu. TOR-08 – (T.L)

Iklan

iklan