Makam Aulia ke-7 Pelehu terletak dikampung Bilato Sungai Paguyaman -->

Makam Aulia ke-7 Pelehu terletak dikampung Bilato Sungai Paguyaman

Kamis, 19 November 2020, November 19, 2020


Republiknews.com – Paguyaman.  Desa Bilato  saat ini masuk  wilayah Kecamatan Bilato terpantau tim republiknews.com. jum’at (20/11/2020).


pada masa lampau Kampung Bilato adalah ibukota Distrik Paguyaman. menurut penjelasan tokoh masyarakat, Sukarman Humonggio mengatakan:  “ Bilato merupakan kampung tertua dan merupakan tempat  asal muasal orang Paguyaman” pungkasnya. 


Di Tahun 1800-1900, Kampung Bilato menjadi perkampungan padat. Kampung ini dilalui oleh Muara Sungai Paguyaman. Di seberang Muara Sungai Paguyaman yang berhadapan dengan Kampung Bilato terdapat Desa Girisa yang sekarang masuk wilayah Boalemo.


Dahulunya Desa Girisa masih berstatus dusun dan merupakan bagian dari Kampung Bilato. Di Desa Girisa inilah terdapat makam Aulia Pelehu atau Ti Pelehu yang diyakini merupakan wali yang ke -7 di Gorontalo.


Memasuki Makam tersebut terdapat makam 1 dan 2. Makam 1 ini terletak tepat di samping tangga tempat masuk ke bangunan makam Aulia. Hanya terdapat sebuah nisan dengan model bulat dan berukuran tinggi 45 cm dan tebal 25 cm. 


tidak terdapat keterangan apa-apa pada makam tersebut. Makam 2 Terletak dalam sebuah bangunan berdenah persegi dengan arah hadap utara-selatan. Makam terdiri dari dua nisan, nisan yang kecil berukuran panjang 25 cm dan terletak di bagian selatan dari jirat makam, sedangkan di bagian utara terdapat nisan besar yang berukuran tinggi 55 cm. Kedua nisan ini terbuat dari batu kali dengan bentuk bulat agak pipih. Nisan ini ditancapkan pada tanah yang berwarna coklat kekuningan.


Sungai Paguyaman sendiri tidak terlepas dari kisah masa lalunya dari Wali tersebut, Pasukan dari Ratu Limboto Moliye memulai berlayar dari sungai ini untuk menaklukan kepulauan Togian di Teluk Tomini. 


Ketika itu VOC Belanda berkuasa, Sungai Paguyaman adalah tempat pelarian dan persembunyian perahu dari orang bugis pada saat kapal VOC mengejar mereka. 


Sekitar tahun 1770, Raja Iskandar Monoarfa (Ta To Molou) pernah membangun benteng di Muara Sungai Paguyaman tersebut, sampai sekarang ini Sungai paguyaman seakan menjadi saksi sejarah tentang adanya seorang Wali yang pernah hidup didaerah Girisa Sungai Paguyaman.(T.L)

TerPopuler