Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Allah Mengilhamkan Jalan Sesat dan Jalan Taqwa

Republiknews
Kamis, 10 Desember 2020, Desember 10, 2020 WIB Last Updated 2020-12-11T00:41:15Z


Republiknews.com – Bitung, Pertemuan Majelis Ilmu yang di selengarakan di Bitung dihadiri oleh jama’ah Laduna Ilma Manado, diantaranya Imam Yudhi, Imam Mustafa Domili, Imam Ronny Usulu, Rifay Daud serta jama’ah yang lainnya, dilanjutkan dengan Pembacaan Do’a. pada Kamis (10/12/2020).


Seperti biasanya dalam pembukaan majelis langsung dipimpin oleh sohibul bait Imam Haris Wibowo dengan di dahului oleh Sholawat Nabi, kemudian di lanjutkan dengan Hikmah pertama yang disampaikan oleh Imam Yudhi dengan mengambil tema “ Betapa Pentingnya Menjaga Sholat Lima Waktu, pada Awal Waktu “. 


Diakhiri dengan Inti Majelis yang disampaikan oleh Imam Bowo dengan mengangkat tema “ Wafujuraha Wa Taqwaha “. Yang di ambil dari Firman Allah QS Al Syams Ayat 7-10



وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)

Artinya

Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. 


Dari firman Allah tersebut diatas beliau menjabarkan bahwasannya Allah mengilhamkan dua macam jalan kepada manusia, yakni jalan kesesatan yang diilhamkan kepada nafsunya serta jalan ketaqwaan yang diIlhamkan kepada akal manusia. 


Lebih lanjut beliau menyampaikan terkait permasalahan zuhud yang bersumber dari ketaqwaan adalah orang-orang yang sangat mencintai tentang kehidupan Akhirat, karena Zuhud adalah oarang-orang yang tidak mencintai keduniaan, maka bisa dipastikan orang tersebut sangat mencintai akhirat, hal tersebut erat kaitannya dengan Hadits Nabi bahwasannya janganlah kalian zuhud karena kemiskinan.  Sehingga kita benar-benar berupaya meraih dunia agar bisa menunjang Kehidupan Akhirat kita, tegas Imam  Haris Wibowo. 


Pada akhir pengkajian beliau memberikan nasihat kepada para Jama’ahnya agar senantiasa cerdas dalam menyikapi setiap hal yang datang kepada kita. 


“ Bila sekiranya, ada kegiatan majelis seperti sekarang ini, berupayalah untuk bisa hadir, karena telah dijelaskan melalui lisan Nabi, orang-orang yang menghadiri majelis Ilmu ataupun Majelis dzikir mereka akan dinaungi oleh para Malaikat, serta dosa-dosanya diampuni oleh Allah. Sehingga jangan sekali-kali beralasan yang sifatnya klasik, untuk tidak hadir ke majelis. “ Pungkasnya.  (T.L)

Iklan

iklan