Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Inilah enam alasan kenapa pasangan ODSK di ambang Dua Periode: LSI Denny JA

Republiknews
Kamis, 03 Desember 2020, Desember 03, 2020 WIB Last Updated 2020-12-04T04:45:09Z


Republiknews.com – Manado, Pasangan Olly Dondokambey–Steven Kandouw (ODSK) diperkirakan bakal tampil sebagai pemenang pada Pilkada Sulut,  9 Desember. Pasangan petahana ini kemungkinan besar meraih suara di atas 60%, unggul jauh dari dua kandidat lainnya Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (Cep-Sehan) dan pasangan Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Corneles Mamengko Runtuwene (Vonnie-Hendry).


Hal tersebut terungkap dari   temuan terkini Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terkait Pilkada Sulut bertajuk ‘Kekuatan Para Kandidat Jelang Finish : Olly-Steven di Ambang Dua Periodekah?’  di Swiss Bell Hotel, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (2/12/2020) sore.


“Tersisa 7 hari menjelang pemilihan, elektabilitas petahana masih sangat perkasa. Pasangan Olly Dondokambey–Steven Kandouw (ODSK) di ambang dua periode dengan potensi kemenangan diatas 60 %. Jika ini terjadi, maka pasangan ODSK menjadi salah satu dari sedikit petahana gubernur di Indonesia yang menang di atas 60% di periode kedua,” ujar peneliti senior LSI, Adjie Alfaraby.


Survei LSI Denny JA terbaru menunjukan,   dukungan petahana ODSK saat ini sebesar 65.7 %. Disusul pasangan Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (Cep-Sehan) dengan dukungan sebesar 26.2 %, dan pasangan Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Corneles Mamengko Runtuwene (Vonnie-Hendry) dengan dukungan sebesar 5.5 %. Mereka yang belum menentukan pilihan hanya tersisa sebesar 2.6 %.


Survei LSI dilaksanakan pada tanggal 19-25 November 2020 menggunakan 800 responden di semua kabupaten/kota di Sulut. Survei dikerjakan melalui wawancara tatap muka (face to face interview) dengan estimasi margin of error sebesar 3.5 %.


“Jika mereka yang belum menentukan pilihan sebesar 2.6 % dibagi secara proporsional ke tiga pasangan kandidat (karena di saat pemilihan, tidak ada lagi yang belum menentukan pilihan), maka dukungan pasangan ODSK menjadi sebesar 67.4 %, pasangan Cep-Sehan sebesar 26.9 %, dan dukungan kepada pasangan Vonnie-Hendry sebesar 5.7 %,” lanjutnya.


LSI Denny JA kemudian membuat prediksi kisaran dukungan (range) dukungan para kandidat berdasarkan hitungan plus minus margin of error (MoE) survei sebesar 3.5 %. Dengan prediksi range dukungan pasangan ODSK adalah sebesar 63.9 % – 70.9 %, range dukungan Cep-Sehan sebesar 23.4-30.4 %, dan range dukungan pasangan Vonnie-Hendry sebesar 2.2% – 9.2 %.


Pemilih militan (strong supporters) ODSK sudah mencapai 56.7 %, pemilih militant Cep-Sehan sebesar 22.7 %, dan pemilih militan Vonnie-Hendry sebesar 4.7 %. Jika mereka yang belum memutuskan (undecided voters) ditambah dengan mereka yang masih ragu (weak supporters), maka total pemilih mengambang (swing voters) sebesar 15.9 %.

“Mengapa LSI Denny JA berani menyatakan   ODSK di ambang dua periode? Dengan data yang dipaparkan sebelumnya, elektabilitas petahana diatas 60%, jarak elektabilitas petahana dengan kompetitor terdekat +/- 40%, pemilih militan ODSK diatas 55 %, dan dengan data tersebut hampir mustahil kompetitor mampu mengejar elektabilitas tersebut,” katanya menjabarkan.


Kekuatan dukungan pasangan petahana merata di semua segmen pemilih penting. Baik mereka yang laki-laki maupun perempuan, pemilih protestan, pemilih muslim, pemilih katolik, pemilih milenial hingga lansia, pemilih berpendidikan rendah hingga kelompok terpelajar, wong cilik hingga mereka yang mapan, dan di semua segmen profesi pemilih.


Pada  pemilih laki-laki, dukungan ODSK sebesar 64.3 %, dukungan Cep-Sehan sebesar 26 %, dan dukungan Vonnie-Hendry sebesar 2.6 %. Di pemilih perempuan, dukungan kepada ODSK sebesar 67%, Cep-Sehan sebesar 26.3%, dan dukungan terhadap Vonnie-Hendry sebesar 4.3%. Meskipun terdapat dua calon gubernur perempuan, terlihat bahwa dukungan pemilih perempuan ke dua figure tersebut tidak signifikan.


“Di pemilih protestan yang merupakan pemilih mayoritas di Sulut (62.8%), dukungan terhadap ODSK mencapai 71.6 %, Cep-Sehan sebesar 18%, dan Vonnie-Hendry sebesar 7.4%. Di pemilih muslim, dukungan terhadap ODSK sebesar 51.6%, dukungan terhadap Cep-Sehan sebesar 43.7%, dan dukungan terhadap Vonnie-Hendry sebesar 2.6%. Meskipun pasangan Cep-Sehan dinilai mewakili pemilih muslim, namun dukungan terhadap ODSK lebih perkasa. Alasan kepuasaan terhadap kinerja dan figur ODSK menjadi faktor penting,” tandas Adjie.


ODSK juga unggul di pemilih milenial hingga pemilih lansia dengan dukungan rata-rata diatas 60%. Begitu pun dengan ODSK di segmen pendidikan, ekonomi dan profesi. Rata-rata diatas 60% di setiap kelompok segmen tersebut.


Adjie menambahkan, ada enam alasan mengapa pasangan petahana ODSK sangat perkasa dan berpotensi menang kembali?


Pertama, kepuasaan terhadap kinerja diatas 80%. Mereka yang puas terhadap kinerja Olly Dondokambey sebagai gubernur sebesar 85.2%. Dan mereka yang puas dengan kinerja Steven Kandouw sebagai wakil gubernur sebesar 81%. Dan kepuasaan tersebut merata di semua dapil.


Kedua, persepsi keberhasilan diatas 80%. Mereka yang menyatakan Olly-Steven berhasil memimpin Sulut juga diatas 80%. Yang menyatakan Olly berhasil sebagai gubernur sebesar 85.6%, dan mereka yang menyatakan Steven berhasil sebagai gubernur sebesar 82.5%. Sedangkan mereka yang menyatakan tidak berhasil hanya dibawah 15%.


Ketiga, ODSK paling dikenal dan paling disukai. Tingkat pengenalan Olly Dondokambey sebagai calon gubernur lebih tinggi dibanding calon gubernur yang lain yaitu sebesar 98.5%. Mereka yang mengenal Christiany Paruntu sebesar 89.3%, dan yang mengenal Vonnie Panambunan sebesar 82.5 %. Tingkat pengenalan Steven Kandouw sebagai calon wakil gubernur juga lebih tinggi dibanding calon wakil gubernur yang lain. Yang mengenal Steven Kandouw sebesar 93.2%, yang mengenal Sehan Landjar sebesar 76.5%, yang mengenal Hendry Runtuwene sebesar 56.4%. Tingkat kesukaan Olly-Seteven juga paling tinggi diatas 80%.


Keempat, diatas 65% ingin petahana jabat kembali. Tingkat menginginkan kembali Olly Dondokambey menjadi gubernur sebesar 66%. Dan mereka yang tidak berkeinginan hanya sebesar 22%.


Kelima, mereka yang berkeinginan petahana terpilih (favorability) diatas 75%. Mereka yang menyatakan sangat berkeinginan/cukup berkeinginan (favorable) pasangan petahana ODSK terpilih sebagai gubernur/wakil gubernur sebesar 75.8%. Yang tidak berkeinginan (unfavorable) hanya sebesar 16.2%. Sedangkan kompetitornya dibawah 50%. Mereka yang berkeinginan Cep-Sehan terpilih sebesar 48%, dan yang tidak ingin sebesar 40.1%. Mereka yang ingin Vonnie-Hendry terpilih sebesar 30.4%, dan yang tidak ingin jauh lebih besar yaitu 40.1 %.


Dan Keenam, Olly unggul semua aspek personality disbanding cagub lainnya. Ada 8(delapan) aspek personality yang diuji untuk ketiga calon gubernur. Kedelapan aspek tersebut antara lain menyenangkan, jujur, pintar, mampu mengambil keputusan dengan tegas, berwibawa sebagai pemimpin, perhatian kepada rakyat, taat beragama, dermawan dan suka menolong. Dari kedelapan aspek tersebut, semuanya diungguli oleh Olly Dondokambey. Persepsi Olly menyenangkan 81.3%, jujur 75.4%, pintar 88.6%, mampu mengambil keputusan tegas 83.4%, berwibawa sebagai pemimpin 86.2%, perhatian kepada rakyat 80.8%, taat beragama 77.2%, dermawan dan suka menolong 80.3%.


Petahana ODSK sudah di ambang dua periode. Petahana memiliki semua aspek untuk memenangi pertarungan. Elektabilitas sudah diatas 65%, pemilih militan diatas 55%, jarak elektabilitas dengan kompetitor terdekat +/-40%, kepuasaan terhadap kinerja diatas 80%, dan unggul semua aspek personality.


“Bahkan petahana berpotensi memenangi pertarungan dengan kemenangan besar. LSI Denny JA membuat simulasi range dukungan petahana sebesar 63.9—70.9%. Jika petahana menang diatas 60%, maka ODSK menjadi satu-satunya petahana gubernur yang menang diatas 60% dalam 10 tahun terakhir (dua periode pilkada). Ada Lukas Enembe yang menang di Pilkada Papua 2018 diatas 60%. Namun sistem pemilihan di Papua, tak semuanya one man one vote. Ada sistem yang dikenal dengan sistem noken,” jelas Adjie.


Elektabilitas di atas 65% jarak elektabilitas dengan kompetitor terdekat +/- 40%. Pemilih militan di atas 5 % Hampir mustahil kompetitor mengejar elektabilitas petahana.


Tujuh hari menjelang pemilihan, ODSK di ambang dua periode. Elektabilitas petahana diatas 65%. Dengan pemilih militan di atas 55%. ODSK juga perkasa di enam segmen pemilih penting. Semua aspek (variabel) yang menjadi pertimbangan pemilih dalam memilih diungguli oleh petahana. Sulit sekali (hampir mustahil) kompetitor mampu mengejar elektabilitas petahana. Jcn-(T.L)

Iklan

iklan