Mantan Petinju Nasional Berdarah Kawanua Boy Kelung Tutup Usia -->

Mantan Petinju Nasional Berdarah Kawanua Boy Kelung Tutup Usia

Sabtu, 19 Desember 2020, Desember 19, 2020


Republiknews.com, Manado

Dunia tinju nasional kembali berduku, mantan petinju nasional berdarah Kawanua Boy Kelung meninggal dunia di Manado, Sulut, Sabtu, (19/12/2020) pukul 20.15 Wita. Boy Keluang memang sudah lama menderita sakit sejak mengalami kecelakaan.


“Hari ini, Sabtu, 19 Desember 2020, telah dipanggil Tuhan saudara Boy Kelung (Boy Walukouw) di Kel. Walukouw-Tengker, di Danowudu. Yang berduka cita, Ibu Meyti Walukouw-Tengker, serta anak-anak dan cucu-cucu. Tuhan Allah menjadi penghibur yang sejati, bagi keluarga yang ditinggal.”


Demikian berita duka yang diperoleh melalui Komtek Pengprov Pertina Sulawesi Utara, Bonyx Saweho, di Manado. Boy meninggal setelah berbulan-bulan menderita sakit di Manado. Awalnya mengalami tabrakan sepeda motor di Bitung. Tak sembuh-sembuh, Boy mengalami struk.


Boy Kelung adalah mantan petinju nasional asal Kota Bitung, Sulawesi Utara. Ia dulu petinju amatir kelas bantam dan petinju profesional kelas bulu yunior di ASMI, Pulomas, Jakarta Timur. Boy ditangani pelatih antara lain Ferry Moniaga dan Chris Rotinsulu.


Saat terjun di tinju pro pada era 1980-an, Boy pernah dipersiakan oleh promotor Tourino Tidar menantang petinju Jepang peringkat 2 OPBF, Sake Monoge pada tahun 1989. Namun pertarungan itu gagal digelar karena Sake mengalami cedera, Padahal Boy yang mengantongi juara nasional 2 kali versi KTI itu sedang dalam puncak penampilannya.


Jika menang melawan Sake, Boy secara otomatis bisa menantang juara OPBF kelas bulu Kim Shoun-Ung dari Korsel.


Boy Kelung adalah petinju amatir dan profesional dari Benteng AMI-ASMI Boxing Camp Jakarta.Pada tahun 80-an, nama Boy Kelung sangat disegani di kelas bantam amatir.


Pertengahan tahun 80-an, Boy Kelung masuk tinju pro. Boy southpaw asli ditangani pelatih Chris Rotinsulu.Di masa karir pronya, Boy Kelung pernah tampil kejuaraan Indonesia kelas bulu yunior melawan Monod dari Arema Malang, yang berlangsung di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.


Boy juga pernah kejuaraan Indonesia kelas bulu yunior melawan Robby Rahangmetan di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, 1 April 1989.


Di partai kejuaraan Indonesia Boy Kelung memang gagal. Tetapi, Boy tetap menjadi favorit bagi penggemar tinju Tanah Air. Gaya serangnya yang tak henti-hentinya memukul lawan membuat penonton terhibur.


Pada tahun 2000 dan ketika tinju era televisi sedang favorit, Boy Kelung memutuskan terjun sebagai pelatih bersama Batam View Boxing Camp.Setelah menggantungkan sarung tinju, Boy Kelung meneruskan karinya sebagai pelatih Pertina DKI Jakarta dan menghasilkan sejumlah juara nasional.Sukses besar Boy ketika mengantar tim tinju DKI menjadi juara umum PON 1993 Jakarta.


Kala itu tim tinju DKI merebut 3 medali emas, 2 perak dan 4 perunggu dan prestasi itu hingga kini belum mampu diulangi oleh generasi berikutnya.Boy Kelung pernah menyelenggarakan pertandingan profesional, sebagai promotor. Kegiatan tinjunya cukup padat. TOR-08 – (T.L)

TerPopuler