Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Sedikit Menguak Sejarah Hari Ibu

Republiknews
Selasa, 22 Desember 2020, Desember 22, 2020 WIB Last Updated 2020-12-22T12:13:29Z


Republiknews.com, Tanggal 22 Desember  dikenal dengan Peringatan Hari Ibu, Perempuan sangat berperan dalam sejarah kemerdekaan Bangsa. Beragam pemaknaan dalam memperingati Hari Ibu di setiap daerah ataupun personal.

 

Perlu kita sedikit menguak sejarah bagai mana lahirnya Hari Ibu di Indonesia.Banyak hal yang kita bisa maknai dalam peringatan 22 Desember sebagai "Hari Ibu" dalam sejarah terbentuknya Bangsa Indonesia.


Mengutip laman resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA),pada masa perjuangan untuk mencapai Kemerdekaan Indonesia ,perempuan banyak ikut berperan dalam perjuangan.


Pada tahun 1908 setelah kelahiran Budi Utomo, banyak muncul perkumpulan perempuan di berbagai wilayah di antaranya ,Poetri Mardika,pawiyatan Wanito ,Aisiyah, Wanita Katolik ,Kaoetaman Istri ,Wanito Utomo, Putri Indonesia dan masih banyak lainnya.


Tonggak sejarah kebangkitan perempuan Indonesia diawali dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani)pada tahun 1928 , 


Kongres Perempuan Indonesia I dilaksanakan tidak lama setelah Sumpah Pemuda, berlangsung pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Momen itulah yang mengawali lahirnya Hari Ibu pada 22 Desember.


yang dihadiri puluhan organisasi perempuan dari 12 Kota di Jawa dan Sumatera.


Dilanjutkan Konggres Perempuan Indonesia yang ke II , pada 1935 di Jakarta, dan melahirkan Deklarasi Ibu Bangsa.


 Setelah itu pada 1938, dilaksanakan Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung. Pada saat itu, tepatnya 22 Desember Hari Ibu dimuat dalam Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur.


Maka dengan itu sampai hari ini, tanggal 22 Desember dijadikan hari nasional  ,atau yang dikenal dengan ,Hari Ibu, yang diperingati setiap tahun secara khidmat dan penuh makna oleh segenap bangsa Indonesia.


Di era penyebaran virus Covid-19 kali ini ,peringatan Hari Ibu terlihat lesu ,banyak Daerah ataupun wilayah Kabupaten ,Kota yang tidak memperingatinya dengan meriah dengan  kegiatan - kegiatan umum, dikawatirkan berdampak pada penyebaran Covid-19. ( Suryo)

Iklan

iklan