Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Salah Satu Putra terbaik Sulut itu telah Tiada, Joune Ganda Diliputi Duka Yang Mendalam

Republiknews
Jumat, 12 Februari 2021, Februari 12, 2021 WIB Last Updated 2021-02-13T04:10:56Z
Sinyo Harry Sarundajang


Republiknews.com – Manado, Sinyo Harry Sarundajang (16 Januari 1945 - 13 Februari 2021) adalah seorang politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara untuk semua kecuali satu bulan dari 2005 hingga 2015. Ia juga mantan Gubernur Maluku Utara pada 2002 dan Maluku pada 2002–2003. Pada Februari 2018, ia diangkat oleh Presiden Joko Widodo sebagai duta besar untuk Filipina , dengan akreditasi serentak untuk Kepulauan Marshall dan Palau. (Pelew , adalah sebuah negara pulau yang terletak di bagian barat Samudera Pasifik).


Sarundajang lahir di Kawangkoan, Kabupaten Minahasa , Sulawesi Utara pada tanggal 16 Januari 1945. Ia anak sulung dari tiga bersaudara dari Youtje Sarundajang dan Yulian Liow. Ia menikah dengan Deetje Adeline Laoh Tambuwun pada 17 Juni 1969, dan mereka memiliki 2 putra dan tiga putri bernama Ivan, Fabian, Vanda, Eva, dan Shinta. 


Ivan Sarundajang adalah Wakil Bupati Minahasa periode 2013-2018, Vanda Sarundajang anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) , Richard Sarundajang anggota Dewan Perwakilan Daerah , dan Eva Sarundajang adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sulawesi Utara.


Sarundajang menempuh pendidikan di Universitas Sam Ratulangi dan memperoleh gelar Sarjana Administrasi Negara pada tahun 1968, serta memperoleh gelar Sarjana di Universitas 17 Agustus 1945, Jakarta pada tahun 1970. Pada tahun 1972, ia melanjutkan studinya di Institut International d'administration Publique, Perancis , dan memperoleh gelar pascasarjana dalam administrasi teritorial. Pada 2011, ia meraih gelar Doctor tilte di Universitas Gadjah Mada.sebagaimana dilansir dari wikipedia.org. 


Putra Terbaik Sulut ini akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir di RS Siloam Jakarta, Sabtu (13/2/2021) dini hari tadi. Sperti dilansir dari manadonews.co.id.


Menurut Joune Ganda, selain keluarga kepulangan almarhum SHS merupakan satu kehilangan besar bagi masyarakat dan pemerintah Provinsi Sulut.


“Saya bersama istri dan keluarga besar menyampaikan duka mendalam.”ujar Joune Ganda, Sabtu (13/2/2021) via telepon genggamnya. seperti dikutip dari manadonews.co.id


“Almarhum orang baik, sosok yang patut jadi panutan dan bapak pembangunan bagi Sulut.”ujar Joune.


Dia menambahkan, sebagai salah seorang yang telah dianggap sebagai anak sendiri oleh Almarhum, Joune merasakan banyak didikan dan motivasi serta pelajaran hidup berarti yang ditularkan selama masa hidupnya.


“Pak SHS itu salah seorang sosok birokrat dan politikus paripurna yang pernah saya kenal dekat selama ini.”katanya.


Lebih jauh Joune Ganda menuturkan, terkait dirinya yang memutuskan untuk terjun ke dunia politik dan pemerintahan secara total, sosok almarhum adalah seseorang yang banyak memberikan wejangan untuk menjadi politikus dan pemimpin yang sukses dan dicintai rakyat.


Joune Ganda bahkan menyebutkan tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Alamarhum SHS sebagai “Bapak Pluralisme di Sulut bahkan Indonesia,  atas konsep dan gagasan-gagasan universal dan nasionalisme tentang  pentingnya untuk menghormati perbedaan sebagai bangsa yang beragam.


“Yang jelas, bagi saya Alamrhum Om Sinyo adalah  sosok pemimpin  politikus dan birokrat yang paripurna, handal dan banyak berjasa besar dalam meletakkan dasar kemajuan pembangunan fisik dan toleransi bermasyarakat serta berbangsa baik untuk Sulut maupun bagi bangsa Indonesia.” tandas Bupati Minut sambil menambahkan selain mengenang kenangan kebersamaan dia bersama keluarga besar Ganda-Davega sangat kehilangan dan duka yang mendalam. (*/T.L)

Iklan

iklan