Benteng Moraya Saksi Bisu Perlawanan Masyarakat Minahasa Melawan Penjajah Belanda -->

Benteng Moraya Saksi Bisu Perlawanan Masyarakat Minahasa Melawan Penjajah Belanda

Sabtu, 27 Maret 2021, Maret 27, 2021


Republiknews.com – Minahasa, Destinasi yang satu ini terbilang sangat menarik untuk  dikunjungi, dari pusat Kota Manado hanya memakan waktu kurang dari 2 jam perjalanan menggunakan mobil pribadi, jarak 15 Km tersebut akan memakan waktu 2 jam lebih sedikit bila ditempuh dengan menggunakan Bus umum, minggu (28/3/2021).


Dengan kendaraan angkutan umum Mikro Mini dari Pusat Kota Manado, menuju terminal Karombasan, kemudian dilanjutkan dengan Mini Bus menuju ke terminal Tindano. Naik Delman akan lebih seru menyusuru kasawan Tondano ketika menuju ke lokasi wisata Benteng Moraya. 


Benteng Moraya merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Tondano. Kawasan Tondano memang dikenal sebagai kawasan wisata mengingat udaranya yang sejuk.


 Bangunan benteng ini layaknya menara pengintai yang memiliki empat lantai. Lantainya yang menjulang kokoh membawa ikatan pada kejayaan Tou Minahasa di masa lalu. 


Sebelum dibuka sebagai lokasi wisata, di tempat ini ditemukan berbagai kayu pondasi rumah masyarakat Minahasa jaman dulu dan juga waruga-waruga. 


 Saat ini Benteng Moraya telah dibuka untuk umum dan berfungsi sebagai bangunan bersejarah. Sehingga untuk anda yang ingin merasakan wisata sejarah, destinasi satu ini tidak boleh dilewatkan. Anda akan mengenal sejarah tentang suku Minahasa di masa lalu, dari berbagai sumber.


Relief yang terukir pada Pilar-pilar yang berada di Benteng tersebut menceriterakan tentang perjuangan masyarakat Minahasa ketika mempertahankan benteng tersebut, Kini Benteng Moraya menjadi saksi sejarah perlawanan Masyarakat Minahas terhadap Penjajahan belanda pada tahun 1800an.

 

Diantara Pilar terdapat tulisan Do’a Bapak Kami yang ditulis dengan Bahasa Belanda dan juga Bahasa Indonesia, ini terukir jelas saat awak Media Republiknews.com mengunjungi Benteng tersebut, yang banyak menyimpan sejarah terutama Perang akbar yang pernah terjadi di kawasan Benteng maupun pemukiman Minawanua. 


Kini banyak pengunjung yang datang ketempat itu untuk rekreasi bersama keluarga, yang tidak ketinggalan mengabadikannya dengan berfoto selfi dilokasi tersebut, anda juga bisa meminta masyarakat setempat yang menggunakan pakaian Kabasaran, hanya dengan Rp.10.000 kita akan merasakan sensasi foto seolah berada di masa kejayaan jaman dahulu kala saat didampingi . 

. (T.L)

TerPopuler