Ketua Banggar DPR RI Klarifikasi soal Bagi-Bagi Uang Di Sumenap -->

 


Ketua Banggar DPR RI Klarifikasi soal Bagi-Bagi Uang Di Sumenap

Sabtu, 17 April 2021, April 17, 2021


Republiknews.com – Jakarta, Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menepis kabar dirinya membagikan uang hingga warga berkerumun di kediamannya, kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Rabu (14/4/2021).


Menurutnya, video viral beredar di media sosial yang berisi pembagian uang hingga warga berkerumun dan mengabaikan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan virus corona, itu hoax atau tidak benar.


Said menyebut warga Sumenep percaya informasi palsu atau hoaks. Warga menyerbu kediaman Said di Sumenep karena ada kabar pembagian uang usai buka puasa.


“Jadi, ada penyebar hoaks seakan-akan saya mau bagi-bagi uang. Padahal, yang benar takjil, tiap hari seribu kotak disebar,” tegas Said di Media Center, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, (15/4/2021).


Said menceritakan peristiwa ribuan warga berkerumun di depan rumah, di Sumenep, terjadi pada Rabu (14/4). Namun, video yang viral di media sosial dinarasikan bahwa pihaknya membagikan uang.


“Padahal sama sekali tidak ada pembagaian uang. Seperak pun tidak ada pembagian uang, tapi ditulis ada pembagian uang,” katanya.


Said mengaku dia sedang berada di Jakarta saat kejadian berlangsung. Tiba-tiba, ia mendapat kabar warga berkerumun di sekitar Mushala dekat kediamannya di Sumenep.


“Pengurus mushala sudah memasang pengumuman tidak ada pembagian uang zakat dan aparat kepolisian sampai turun tangan membubarkan warga, ” katanya.


Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan pembuat video viral tersebut merupakan tetangganya seorang pemuda berusia 22 tahun. Pembuat video itu tak bermaksud menyebarkan hoax, namun ada pihak lain yang menuliskan keterangan tak tepat sehingga warga berkerumun.


“Masa iya sih saya akan ngumpulin orang ribuan di depan rumah saya. Toh saya di Jakarta dan untuk apa? Mau gagah-gagahan? Kan tidak masuk akal,” ujar Said.


Kepada pembuat video, Said sudah memaafkan dan tidak akan memproses hukum. Said mengatakan tak tega dengan pemuda tetangganya itu.


“Walau pun pembuat hoax-nya sudah ditangani aparat juga. Cuma biasalah, kalau sudah di aparat, bikin surat pernyataan, minta maaf, ya sebatas minta maaf. Karena lama-lama enggak tega juga kalau orang tuanya, ibunya datang minta tolong supaya dikeluarkan, kan susah juga kami-kami ini akhirnya,” kataya.


Said, mengungkapkan pihaknya kerap membagian bantuan kepada masyarakat Madura.


“Kalau takjil saya harus akui, iya. Kalau ada pembagian kambing sebelumnya pada guru ngaji 20 kambing di satu kecamatan, iya, dalam rangka pemberdayaan para guru ngaji,” ujarnya. (Jcn/T.L)

TerPopuler