Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Gelora Dorong Percepat Kemerdekaan Palestina

Republiknews
Selasa, 18 Mei 2021, Mei 18, 2021 WIB Last Updated 2021-05-19T04:06:05Z
Sekjen Partai Gelora, Mahfuz Sidiq


Republiknews.com – Jakarta, Sekjen Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik berpendapat Indonesia mampu mengambil peran lebih sebagai kekuatan baru untuk mendorong kemerdekaan Palestina sebagai negara merdeka, di tengah melemahnya kekuatan kawasan Timur Tengah.


Yakni dengan mendorong rekonsiliasi dan konsolidasi politik nasional di Palestina, yakni Fatah dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)-nya di Tepi Barat dan Hamas di Gaza. Selanjutnya, menggalang dukungan 138 negara yang sudah mengakui negara Palestina untuk memperjuangkan kemerdekaan penuh negara Palestina.


“Kalau kita ingin mempercepat kemerdekaan Palestina, maka kita harus mendorong rekonsilasi dan konsolidasi kekuatan politik di Palestina untuk bersatu. Nah Indonesia mampu mengambil posisi itu,” kata Mahfuz dalam diskusi ‘Akankah Palestina Segera Merdeka’ yang diselenggarakan Al Quds Volunteer Indonesia, Senin (17/5/2021) malam.


Menurut Mahfuz, kekuatan kawasan yang selama ini didominasi Liga Arab, kemudian juga Iran dan Turki sedang melemah, sehingga perhatian dan dukungan terhadap Palestina berkurang, termasuk soal pendanaan.


Beberapa negara-negara yang tergabung di Liga Arab banyak terlibat konflik politik dan perang di kawasan. Sedangkan Iran masih dianggap musuh oleh sebagian negara Arab karena paham Syiahnya, sementara Turki menghadapi tekanan politik dan ekonomi di dalam negerinya.


“Jadi Indonesia bisa mengambil peran lebih besar, basis politik kita jelas ada di konstitusi. Dari Presiden Soekarno hingga pemerintahan Jokowi (Joko Widodo), sikapnya jelas. Dukungan masyarakat juga sangat luas. Saat kekuatan di kawasan timur tengah melemah, peran Indonesia bisa semakin penting,” kata Ketua Komisi I DPR RI 2010-20216 tersebut.


Mahfuz menambahkan persoalan mendasar saat ini di Palestina, masih terjadi pembelahan. Tidak hanya soal wilayahnya yang terbelah antara Tepi Barat dan Gaza, tetapi juga menyangkut soal pemerintahan otoritas palestina yang terbelah.


Dua kekuatan politik di Palestina antara PLO (Fatah) dan Hamas diharapkan bisa bersatu kembali untuk membentuk pemerintahan Palestina merdeka yang kokoh. Palestina harus mampu melewati itu sebagai prasyarat dasar menuju kemerdekaan yang berdaulat.


“Sekali lagi Indonesia bisa mengambil peran lebih besar di tengah melemahnya kekuatan kawasan Timur Tengah,” ujarnya. (Jcn/T.L)

Iklan

iklan