Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Inilah Rahmat Terbesar Yang diberikan Allah Kepada Manusia ?

Republiknews
Minggu, 18 Juli 2021, Juli 18, 2021 WIB Last Updated 2021-07-18T11:08:26Z

 


Republiknews.com – Didalam mempelajari Dinul Islam atau Agama Islam, jarang sekali kita mendengarkan Bhawa ternyata ada Rahmat Allah yang terbesar yang diberikan kepada Manusia, untuk megetahuinya maka kami memberikan rujukan beberapa Ayat dalam Alqur’an serta didukung dengan hadits Nabi. 


QS : Al Ahzaab Ayat  43


هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا


Artinya  :


Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.


Qs : Al Baqaraah  Ayat  257


اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ


Artinya  :


Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.


Qs  :  Al  Ma’idah  Ayat  16


يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ


Artinya  : 

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.


Hadits    :


قال صلى الله عليه وسلم : إن الله خلق خلقه فى ظلمة فألقى علي من نوره، فمن أصابه من ذلك النور اهتدى ومن أخطأه ضل (رواه أحمد والترمذي والحاكم عن ابن عمر)


Artinya  :


Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT menciptakan makhluk-Nya di dalam keadaan gelap, maka Allah SWT memancarkan atas diriku dari nur-Nya, maka barangsiapa terkena pancaran nur tadi, ia akan mendapat petunjuk dan barangsiapa yang tidak terkena pancaran nur itu, maka ia kan tersesat.” (H.R. Ahmad dan Turmudzi dari Ibnu Umar)


Hadits   :


حقا خلق الله مخلوقاته في الظلام ، ثم منح بصيصا من نور له


Artinya    :


Sesungguhnya  Allah  telah mencipta makhluk-Nya dalam kegelapan , kemudian Ia limpahkan secercah Nur-Nya atas mereka . ( Hadits dikutip dari kitab Mitskat , cahay-cahaya hal .31)


Ketiga firman Allah dan dua buah hadits pendukung diatas inilah yang menjelaskan kepada kita bahwa rahmat Allah terbesar adalah mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. apa yang dimaksud dengan kalimat dzulumati ilannur ? perlu diketahui, pada awal penciptaan Allah Swt menciptakan manusia dalam keadaan bercahaya, didalam tempat yang penuh dengan cahaya pula. Nabi Adam ditempatkan di surga, surga itu adalah nurul jannah (cahaya surga) lalu Adam pun menerima tiupan ruh yaitu berbentuk nuur, maka Adam bersifat nuur. 


Kenapa Allah mengatakan  manusia dari kegelapan menuju cahaya ? Itu adalah ulah kakek moyang kita yakni Nabi Adam as, ia memakan khuldi dan derajatnya turun dari cahaya (nur) menuju (dzhulumah) kegelapan. dan kita selaku anak keturunannya menerima akibatnya terlahir dalam (dzhulumah) kegelapan. lalu Allah Swt memberikan percikan – percikan cahaya dan kita sendiri berupayah mencari cahaya (nur) dengan langka-langka yang telah ditentukan. 


untuk jelasnya silahkan melihat “Ma’rifatul Nabi Adam.” pada firman Allah yang kedua khusus pada kalimat :“ Allah pelindung orang-orang yang beriman “ serta kalimat : “ yang (Dia) keluarkan orang itu dari pada kegelapan menuju cahaya“ dzhulumati illannur.


Ini mengartikan manusia dari kegelapan, tetapi tidak demikian dengan Adam as, dia dari cahaya. Minnannuuri Illa dzhulumati, dari cahaya menuju kegelapan. tetapi pada akhir hayat Nabi Adam as kembali kepada cahaya. sekarang mari kita sama-sama berjuang yang kita terlahir dalam kegelapan, kita berupayah menitih jalan menuju cahaya (nuur). semoga kita semua senantiasa termasuk dalam golongan orang-orang yang beriman. kemudian pada firman selanjutnya perhatikan kalimat: “dengan kitab itu Allah menunjuki orang-orang beriman “  juga kalimat : “ Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya,“ maka jadikanlah Al qur’an sebagai pokok bahasan, pokok renungan, tafakuri, kenapa.? karena Al qur’an adalah jalan yang dapat mendatangkan (Nur) bagi kita. 


perintah-perintahnya diikuti, larangannya dijauhi, tentang (mutasyabbihat) belajarlah kepada alim pewaris Nabi dalam samudra ilmu ketaqwaan. tekuni tawwakal dan masuklah dalam mukhlisinnah lahuddinah maka kita bersinar serta bercahaya. tidak mungkin kita bisa membuat suatu format serta sistematis suatu kepastian untuk bisa mendapatkan (nur), bila kita tidak dituntun oleh seorang yang benar-benar bertaqwa yang telah dididik Allah. 


sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam Al qur’an Hittaqullah Wayyualimukummullah bertaqwalah dan Allah mengajarimu, hanya orang-orang yang dididik Allah-Lah yang tahu pasti bagaimana untuk bisa mendapatkan cahaya (nur), maka carilah mereka. 


untuk lebih jelasnya tentang ketaqwaan silahkan mengikuti : “ MA’RIFATUL TAQWA.“ dan dua hadits pendukung tersebut diatas juga menjelaskan bahwa manusia tercipta dari kegelapan (dzhulumah), perhatikan seluruh kalimat yang ada pada kedua hadits tersebut. (talia).

Iklan

iklan