Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Menunggu Gebrakan Nakhoda Baru PSAWI Gorontalo, Indra Yasin

Republiknews
Kamis, 23 September 2021, September 23, 2021 WIB Last Updated 2021-09-24T03:02:00Z

 


Republiknews.com – Jakarta, Pada tanggal 16 September 2021 lalu, Indra Yasin terpilih secara aklamasi memimpin Persatuan Ski Air & Wakeboard Indonesia (PSAWI) Provinsi Gorontalo periode 2021-2026 melalu Musyawarah Provinsi (Musprov) di Gorontalo.


Sebagai nakhoda baru PSAWI Gorontalo, Indra Yasin diberikan waktu satu bulan meski Bupati Gorontalo Utara dua periode itu berjanji akan segera membentuk kepengurusan baru dalam dua minggu ke depan.


Dengan tingkat kesibukannya sebagai pengendali pemerintahan di Kabupaten Gorontalo Utara, Indra Yasin tentu harus jeli untuk memilih para pendampingnya terutama posisi- posisi strategis.Ini penting mengingat tantangan PSAWI Gorontalo ke depan super berat. Ibarat sebuah kapal, Indra Yasin…


Patut kita hargai tekad Indra Yasin untuk membangun prestasi olahraga ski air dan wakeboard di Gorontalo ini.Dalam sambutannya usai terpilih sebagai Ketua Umum PSAWI Gorontalo, Indra Yasin bertekad melahirkan atlet berprestasi bukan hanya pada tingkat lokal, nasional bahkan internasional.


Sumber daya alam Gorontalo yang dikelilingi laut tentu menjadi modal bagi PSAWI Gorontalo untuk menjaring calon atlet berbakat. Hanya saja seperti penulis uraikan di atas tadi, tanpa dukungan sarana dan prasarana latihan yang memadai maka sulit melahirkan atlet berprestasi seperti tekad Indra Yasin.


Dengan masa kepengurusan lima tahun, Indra Yasin harus menyiapkan dulu pondasi yang kuat seperti pengadaan sarana dan prasarana latihan sebelum bicara prestasi. Karena dalam dunia olahraga tak terkecuali ski air dan wakeboard, prestasi tak mungkin langsung lahir begitu saja. Ada proses pembinaan berjenjang dan berkelanjutan.


Sejujurnya ski air Gorontalo sudah membuka sejarah dengan meraih medali emas pertama di ajang PON 2012 Riau melalui atlet putri Ummu Toibattun Solikha.Sayangnya usai memberikan medali emas untuk Gorontalo, Ummu seperti anak ayam kehilangan induknya.


Tak ada sama sekali perhatian dari pemerintah Gorontalo sampai akhirnya Ummu dibina oleh PSAWI DKI dan membela tim Ibukota Itu di PON 2016 Jabar.Ketika meraih medali emas di PON Riau itu Ummu berlatih di Danau Sunter Jakarta, markas latihan tim DKI dan Pelatnas ditangani pelatih kawakan Nico AR Akuba.


Menyinggung sosok Nico AR Akuba, pria yang juga purnawirawan Marinir dengan pangkat Letnan Kolonel ini adalah pelatih yang sudah banyak pengalaman di dunia ski air Indonesia. Ia sudah banyak melahirkan atlet berprestasi hebat’ di level internasional.


Namun lagi-lagi potensi Nico Akuba tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh PSAWI Gorontalo. Padahal banyak pelatih ski air dari luar daerah menimba ilmu kepelatihan dari- nya.


Indra Yasin tentu telah bercermin dari kondisi kepengurusan PSAWI Gorontalo sebelumnya. Sesungguhnya pada kepengurusan PSAWI Gorontalo yang lalu dihuni oleh orang-orang hebat. Sayangnya mulai dari Ketua Umum, Haris Bobihoe dan unsur ketua seperti Syafrin Liputo dan Iwan Ibrahim super sibuk.


Haris Bobihoe berdomisili di Bandung karena posisinya sebagai Wakil Ketua DPRD Jabar, Syafrin menjabat Kepala Dinas Perhubungan DKI sementara Iwan Ibrahim juga disibukkan dengan tugasnya di Mabes Polri.


Praktis roda organisasi PSAWI Gorontalo tak jalan kalau tidak mau disebut mati suri.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan keberadaan Sekum yang suka one woman show.


Kalau saja Indra Yasin tidak bisa memilih pendampingnya dengan tepat maka jangan berharap PSAWI Gorontalo bisa melahirkan atlet berprestasi seperti yang diimpikannya.


(Suharto Olii adalah wartawan olahraga, Kepala Humas Pengurus Besar Persatuan Ski Air & Wakeboard Indonesia (PSAWI dua periode,1993-1997, 1997-2001 tinggal di Jakarta). (Tor/talia).

Iklan

iklan