Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Selain Sarana Keagamaan Mesjid Juga Bisa Difungsikan Sebagai Sarana Kegiatan Kemasyarakatan

Republiknews
Sabtu, 30 Oktober 2021, Oktober 30, 2021 WIB Last Updated 2021-10-31T06:45:56Z


Republiknews.com – Jakarta, Saat Rasulullah Muhammad SAW melaksanakan hijrah (berpindah tempat) dari Makkah ke Madinah, hal pertama yang dilakukannya saat tiba di Madinah adalah membangun masjid. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya fungsi masjid bagi kaum muslimin saat itu, yang tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga tempat kegiatan kemasyarakatan. Untuk itu, diharapkan fungsi masjid saat ini dapat seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.


“Rasulullah SAW sendiri juga telah memfungsikan masjid tidak hanya menjadikan masjid sebagai sarana ibadah ritual seperti shalat dan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memakmurkannya dengan dakwah, pendidikan, serta kegiatan sosial seperti pembagian zakat, qurban, pernikahan, diskusi masalah umat, dan lain-lain,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat meresmikan secara virtual Masjid As-Sa’adah di Kompleks Villa Aufia, Kp. Pondok Caringin RT 02 RW 04, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/10/2021).


Lebih lanjut, Wapres pun mencontohkan di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, masjid diharapkan memiliki fungsi sosial yakni berperan mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan dampak sosial yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, masjid harus menjadi teladan dalam penerapan protokol kesehatan terutama memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dalam pelaksanaan ibadah, seperti dilansir dari situs resmi wapres.go.id.


“Masjid juga harus menjadi tempat untuk saling tolong menolong dalam memulihkan ekonomi masyarakat, baik melalui penyaluran zakat, infaq, dan sedekah, maupun gerakan pemberdayaan ekonomi umat,” pesannya.


Di samping itu, Wapres juga menuturkan bahwa masjid hendaknya dijadikan tempat untuk mengembangkan dakwah islamiah menggunakan pendekatan atau cara yang moderat (wasathiyah), yang menekankan pada kesantunan dan persaudaraan, serta menghindarkan cara-cara permusuhan dan kebencian, sesuai dengan prinsip ajaran Islam sebagai rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil ‘alamin).


“Saya berharap agar tidak (ada) satu jengkal tanahpun yang lepas dari pengaruh masjid. Oleh karena itu, saya berharap Masjid As-Sa’adah ini juga dapat membina masyarakat sekitarnya sesuai dengan fungsi masjid yang luas tersebut,” harapnya.


Sebelumnya, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid As-Sa’adah Setiawan Budi Utomo dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Wapres yang telah berkenan meresmikan Masjid As-Sa’adah.


“Kami selaku DKM Masjid As-Sa’adah merasa tersanjung dan terhormat Bapak Wapres berkenan untuk dapat menyampaikan sambutan serta menandatangani prasasti peresmian masjid,” terang Setiawan.


Sejalan dengan harapan Wapres, ia pun akan berupaya agar Masjid As-Sa’adah memiliki manfaat yang besar dan banyak bagi masyarakat. Sebab menurutnya pembangunan Masjid As-Sa’adah selain untuk menyediakan tempat beribadah yang nyaman, damai, dan ramah, juga untuk menghadirkan keberkahan bagi lingkungan sekitarnya.


“Insya Allah, Masjid As-Sa’adah dapat menjadi penggerak kegiatan dakwah Islam yang moderat, serta mampu memberikan kebermanfaatan baik dari segi spiritual maupun sosial bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.


Tampak hadir dalam acara peresmian ini, para alim ulama, aparat Desa Tugu Utara, tokoh masyarakat, segenap anggota Dewan Kemakmuran Masjid As-Sa’adah, serta masyarakat setempat.


Sementara, Wapres didampingi oleh Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Ahmad Erani Yustika, serta Staf Khusus Wapres Bambang Widianto dan Masduki Baidlowi. (EP/RJP-BPMI Setwapres) (talia).

Iklan

iklan