Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Berdzikir kepada Allah Merupakan Sunnahtullah Wasunnahturrosul

Republiknews
Kamis, 04 November 2021, November 04, 2021 WIB Last Updated 2021-11-05T03:42:32Z

 

Republiknews.com – Dzikir, merupakan sebuah “kata” yang tidak asing ditelinga Kaum muslimin wal muslimat, akan tetapi masih banyak dari kalangan kaum Muslimin sendiri yang sering lalai dalam melakukan hal tersebut, diantaranya ketika usai sholat Fardhu yang dilakukan pada setiap Mesjid yang berada di Indonesia, namun tidak jarang langsung beranjak pergi usai melaksanakan shalat.  dengan adanya kajian singkat ini semoga kita selaku kaum Muslimin bisa kembali kepada ajaran serta perintah yang merupakan Sunnahtullah wasunnahturrosul, Jumat (05/11/2021).


Perintah Berdzikir (Mengingat Allah).


Qs : Ar Ra’du Ayat 28

الَّذِينَ آمَنُوا (وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ) بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya :

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.


Qs : Az Zumar Ayat 23 

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ (ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ) إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

Artinya :

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.


Qs : Al Ankabut Ayat 45 

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya :

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (Dzikrullah) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Qs : Al A’raf Ayat 205 

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

Artinya :

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.


Qs : Al Jumu’ah Ayat 10 

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya :

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.


Kelima Firman Allah tersebut diatas inilah yang merupakan Dasar Hukum yang sangat “Kuat” dimana Allah Swt didalam Firmannya secara jelas memerintahkan manusia untuk senantiasa berdzikir mengingat Allah. khusus pada kalimat “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.” dari kalimat tersebut kita mendapatkan pelajaran bahwasanya orang-orang beriman hati mereka akan menjadi tenteram dikarenakan mereka senantiasa mengingat Allah (Dzikrullah).


Kemudian kalimat pada firman Allah yang kedua khusus pada kalimat : “gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.” Dari kalimat tersebut diatas kita mendapatkan pelajaran dimana gemetar kulit orang-orang yang beriman karena takut kepada Allah, mereka akan senantiasa menjadi tenang manakala mereka (Berdzikir) mengingat Allah, dan itu merupakan petunjuk dari Allah, maksudnya (Dzikrullah) yang mereka lakukan merupakan Petunjuk dari Allah. apa yang mereka dzikirkan ? perhatikan khusus pada kalimat “dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.” Maka menjadi jelas mereka (berdzikir) mengingat Allah, dengan kalimat-kalimat yang terdapat dalam Kitabullah (Al qur’an).


Selanjutnya pada keterangan firman Allah yang ketiga perhatikan khusus pada kalimat “Dan sesungguhnya mengingat Allah (Dzikrullah) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).” Waladzikrullahi Akbar. Ini sangat-sangat jelas, bahwasannya (Dzikrullah) keutamaannya lebih besar ketimbang peribadatan yang lain. 


Pada firman Allah yang keempat perhatikan khusus pada kalimat “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang,” dari kalimat ini kita mendapatkan pelajaran tentang bagaimana tatacara dalam melakukan (Dzikrullah), yang terbaik adalah berdzikir Qalbi atau didalam hati dengan merendahkan diri disertai dengan rasa takut kepada Allah Swt. Selanjutnya masih dibenarkan berdzikir dengan suara yang pelan, kemudian dilakukan pada Pagi dan petang hari secara berkesinambungan, ini yang terbaik.


Kemudian pada firman Allah yang terakhir perhatikan kalimat “dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” Dari kalimat ini kita mendapatkan kejelasan, agar kita mendapatkan keberuntungan dari Allah, maka senantiasa (berdzikir) Ingat Allah sebanyak-banyaknya tanpa hitungan.

Kemudian selanjutnya perhatikan hadits-hadits pendukung dibawa ini 


Hadits : 

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺍﻟﺪَّﺭْﺩَﺍﺀِ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻟَﺎ ﺃُﻧَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﺨَﻴْﺮِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺯْﻛَﺎﻫَﺎ ﻋِﻨْﺪَ ﻣَﻠِﻴﻜِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺭْﻓَﻌِﻬَﺎ ﻓِﻲ ﺩَﺭَﺟَﺎﺗِﻜُﻢْ ﻭَﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺇِﻧْﻔَﺎﻕِ ﺍﻟﺬَّﻫَﺐِ ﻭَﺍﻟْﻮَﺭِﻕِ ﻭَﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﻥْ ﺗَﻠْﻘَﻮْﺍ ﻋَﺪُﻭَّﻛُﻢْ ﻓَﺘَﻀْﺮِﺑُﻮﺍ ﺃَﻋْﻨَﺎﻗَﻬُﻢْ ﻭَﻳَﻀْﺮِﺑُﻮﺍ ﺃَﻋْﻨَﺎﻗَﻜُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺑَﻠَﻰ ﻗَﺎﻝَ ﺫِﻛْﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻗَﺎﻝَ ﻣُﻌَﺎﺫُ ﺑْﻦُ ﺟَﺒَﻞٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻣَﺎ ﺷَﻲْﺀٌ ﺃَﻧْﺠَﻰ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣِﻦْ ﺫِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ

Artinya :

Dari Abu Ad Darda` radliallahu ‘anhu ia berkata; Nabi

shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah aku beritahukan kepada kalian mengenai amalan kalian yang terbaik, dan yang paling suci di sisi Raja (Allah) kalian, paling tinggi derajatnya, serta lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh kemudian kalian memenggel leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?” Mereka berkata; ya. Beliau berkata: “Berdzikir kepada Allah ta’ala.” Mu’adz bin Jabal radliallahu ‘anhu berkata ; tidak ada sesuatu yang lebih dapat menyelamatkan dari adzab Allah daripada dzikir kepada Allah. (HR, Shahih Tarmidzi 3299).


Khusus pada kalimat : “Berdzikir kepada Allah ta’ala.” Ini sangatlah jelas bahwasannya (Dzikrullah) mengingat Allah merupakan peribadatan yang sangat diutamakan di dalam Dinul Islam. Selanjutnya pada hadits pendukung yang kedua perhatikan 


Hadits : 

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﺃﻧﺎ ﻋﻨﺪ ﻇﻦ ﻋﺒﺪﻯ ﻭﺃﻧﺎ ﻣﻌﻪ ﺇﺫﺍ ﺫﻛﺮﻧﻰ ﻓﺈﻥ ﺫﻛﺮﻧﻰ ﻓﻰ ﻧﻔﺴﻪ ﺫﻛﺮﺗﻪ ﻓﻰ ﻧﻔﺲﻰ ﻭ ﺇﻥ ﺫﻛﺮﻧﻰ ﻓﻰ ﻣﻼﺀ ﺫﻛﺮﺗﻪ ﻓﻰ ﻣﻼﺀ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻬﻢ , ﻭ ﺇﻥ ﺗﻘﺮﺏ ﺇﻟﻲ ﺑﺸﺒﺮ ﺗﻘﺮﺑﺖ ﺇﻟﻴﻪ ﺫﺭﺍﻋﺎ , ﻭ ﺇﻥ ﺗﻘﺮﺏ ﺇﻟﻲ ﺫﺭﺍﻋﺎ ﺗﻘﺮﺑﺖ ﺇﻟﻴﻪ ﺑﺎﻋﺎ , ﻭ ﺇﻥ ﺃﺗﺎﻧﻰ ﻳﻤﺸﻰ ﺃﺗﻴﺘﻪ ﻫﺮﻭﻟﺔ

Artinya :

Nabi muhammad. Berkata allah : “Aku menurut keyakinan hambaku dan aku bersama dia apabila ia mengingat aku, kalau ia mengingat aku secara tersembunyi (dlm hatinya saja) aku ingat pula ia cara itu, kalau ia mengingat aku dihadapan umum maka aku ingat pula ia dihadapan umum yg lebih baik dari itu, kalau ia mendekatkan diri kpd ku sejengkal, aku dekatkan diriku kepadanya sehasta, kalau ia mendekatkan diri sehasta, aku dekatkan kpd nya sedepa, kalau ia dtng kpd ku berjalan kaki aku akan datang kepadanya berlari” (HR imam bukhari muslim, sahih bukhari juzu’ 4, hal 196). 


Silahkan perhatikan dengan saksama seluruh kalimat pada Hadits Qudtsy tersebut diatas, bahwasannya Allah akan senantiasa mengingat hamba tersebut manakala hamba itu mengingat Allah (Dzikrullah), dan hari kiamat belum akan terjadi selama masih ada manusia yang senantiasa berdzikir dengan kalimat “Allah”. perhatikan hadits tersebut dibawa ini 


Hadits : 

ﻻ ﺗﻘﻮﻡ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﺒﻘﻰ ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻪ ﺍﻻﺭﺽ ﻣﻦ ﻳﻘﻮﻝ , ﺍﻟﻠﻪ ـ ﺍﻟﻠﻪ

Artinya :

”tiada akan datang kiamat kecuali kalau tidak ada lagi orang yang membaca Allah, Allah” (HR imam muslim, sahih muslim I, hal 73, dan tanwirul qulub, hal 511).


Denga adanya firman Allah serta hadits-hadits pendukung diatas yang sudah kita kaji bersama maka mendapatkan suatu kesimpulan bahwasannya (Dzikrullah) merupakan ajaran (Syar’i) yang disyariatkan didalam Islam, yang kebanyakan manusia sering meninggalkannya, untuk jelasnya bahwa (Dzikrullah) termasuk dalam syari’at Dinul Islam, maka akan disodorkan satu buah hadits pendukung.


Hadits :

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺑﺴﺮ ﺃﻥ ﺃﻋﺮﺍﺑﻴﺎ ﻗﺎﻝ ﻟﺮﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺇﻥ ﺷﺮﺍﺋﻊ ﺍﻻﺳﻼﻡ ﻗﺪ ﻛﺜﺮﺕ ﻋﻠﻲ ﻓﺄﻧﺒﺌﻨﻰ ﻣﻨﻬﺎ ﺑﺸﺊ ﺃﺗﺸﺒﺖ ﺑﻪ , ﻗﺎﻝ : ﻻ ﻳﺰﺍﻝ ﻟﺴﺎﻧﻚ ﺭﻃﺒﺎ ﻣﻦ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭ ﺟﻞ

Artinya : 

“dari abdillah bin bisri beliau berkata : bahwasanya seorang badui bertanya kepada Rasulullah saw : bahwasanya syari’at islam sudah banyak saya terima, maka terangkanlah kepada saya sesuatu yang mudah dikerjakan. Nabi menjawab : hendaklah lidahmu selalu basah dengan dzikir Allah” (Hadis Riwayat Ibnu Makah, jilid 2, halaman 418).


Dengan adanya hadits nabi tersebut diatas ini maka menjadi jelas, bahwasannya Dzikrullah merupakan ajaran Nabi yang masuk dalam syari’at Islam. Sehingga menjadi wajib bagi setiap muslimin wal muslimat untuk mengikuti ajaran Nabi. 


Perlu dijelaskan bahwasannya usai kita melakukan sholat fardhu, maka sebaiknya jangan langsung berdiri, ikuti instruksi dari Imam yang memimpin sholat, yakni duduk berdzikir, untuk hal tersebut maka disodorkan satu buah hadits pendukung. 


Hadits : 

ﻋﻦ ﺍﺑﻰ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ﻣﻦ ﺳﺒﺢ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻰ ﺩﺑﺮ ﻛﻞ ﺻﻼﺓ ﺛﻼﺛﺎ ﻭ ﺛﻼﺛﻴﻦ ﻭ ﺣﻤﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺛﻼﺛﺎ ﻭ ﺛﻼﺛﻴﻦ ﻭ ﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺛﻼﺛﺎ ﻭ ﺛﻼﺛﻴﻦ ﻭ ﻗﺎﻝ ﺗﻤﺎﻡ ﺍﻟﻤﺎﺋﺔ : ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﻟﻪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻭ ﻟﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻭﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﺊ ﻗﺪﻳﺮ . ﻏﻔﺮﺕ ﺧﻄﺎﻳﺎﻩ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻧﺖ ﻣﺜﻞ ﺯﺑﺪ ﺍﻟﺒﺤﺮ .

Artinya :

”Dari abu hurairah dari nabi Muhammad, beliau berkata : Barangsiapa sesudah sembahyang, bertasbih 33 kali, bertahmid 33 kali, takbir 33 kali, & mencukupkan 100 dgn mengucap TIADA TUHAN SELAIN ALLAH, TAK ADA SEKUTU BAGINYA, IA MEMILIKI SEMUANYA, UNTUKNYA SEGALA PUJA, IA KUASA ATAS SESUATU, maka org yg mengucapkan itu diampuni tuhan dosanya, walaupun dosa itu sebanyak buih di laut” (HR : muslim dari abu hurairah, juz I, hal :241 & Al Azkar hal : 68).

Hadits ini sangat jelas, usai sholat fardhu, lakukan dzikrullah dengan kalimat Tasbih, Tahmid dan Takbir sebanyak 33 kali kemudian dilanjutkan dengan do’a. Agar Allah Swt akan mengampuni seluruh dosa-dosa kita, meskipun dosa tersebut sebanyak bui dilautan. Perhatikan hadits terakhir dibawa ini :


Hadits : 

ﻋﻦ ﺍﺑﻰ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﻟﻪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻭ ﻟﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻭﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﺊ ﻗﺪﻳﺮ ﻓﻰ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ ﻣﺎﺋﺔ ﻣﺮﺓ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻪ ﻋﺪﻝ ﻋﺸﺮ ﺭﻗﺎﺏ , ﻭ ﻛﺘﺒﺖ ﻟﻪ ﻣﺎﺋﺔ ﺣﺴﻨﺔ , ﻭﻣﺤﻴﺖ ﻋﻨﻪ ﻣﺎﺋﺔ ﺳﻲﺀﺓ ﻭ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻪ ﺣﺮﺯﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻳﻮﻣﻪ ﺫﻟﻚ ﺣﺘﻰ ﻳﻤﺴﻲ ﻭ ﻟﻢ ﻳﺄﺕ ﺃﺣﺪ ﻣﻤﺎ ﺟﺎﺀ ﺑﻪ ﺍﻻ ﺃﺣﺪ ﻋﻤﻞ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ

Artinya : 

”Dari abu hurairah, beliau berkata : berkata Rasulullah : barangsiapa membaca “LA ILAA HAILLALLAH WAHDAHU LA SYARIKA LAHU, LAHU MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALA KULLI SYA-IN QADIIR” sebanyak 100 X tiap2 hari maka hal itu sebanding pahalanya dgn pahala memerdekakan 10 orang budak & dituliskan untuknya 100 kebaikan & dihapus baginya dosa 100 kejahatan, hal itu benteng baginya dari bahaya setan iblis sehari harinya itu, tiada amal yang lebih dari itu kecuali membacanya lebih banyak dari itu” (H.R Bukhari juz 4, hal 80-81 dan dinukil oleh imam nawawi dalam Al Adzkar hal 17).


Semoga dengan adanya kajian singkat ini yang didukung oleh Al qur’an dan Hadits nabi bisa bermanfa’at bagi para pembaca. Aminn Yarobbala Alamiin. (talia).

Iklan

iklan