Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Calon Ketum Mulai Bermunculan Pasca Munas PB.MI

Republiknews
Senin, 29 November 2021, November 29, 2021 WIB Last Updated 2021-11-30T04:01:56Z

Republiknews.com – Jakarta, Meskipun pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB.MI) masih kurang sebulan lagi tepatnya 21-23 Desember 2021 mendatang, bursa calon ketua umum sudah mulai bermunculan.


Salah satu bakal calon yang disebut-sebut menjadi ancaman serius bagi petahana, Sudirman adalah Mayjen TNI Richard Tampubolon.


Richard yang mantan Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus dan kini menjabat Komandan Komando Operasi Khusus (Koopsus) ini konon sudah mengantongi dukungan 17 Pengprov.


Itu artinya sudah melebihi 50 persen plus satu jika. mengacu jumlah anggota PB MI sekarang ini ada 33 Pengprov.


Richard Tampubolon juga bukan orang asing di lingkungan olahraga.Pasalnya lulusan Akabri 1992 itu pernah menjadi pengurus KONI Pusat pada periode pertama Kepengurusan Tono Suratman.

Diakui atau tidak, Richard Tampubolon bisa menjadi ancaman serius bagi Sudirman.


Apalagi pada PON XX Papua, Sudirman sempat menjadi sorotan publik menyusui adanya insiden tidak mengenakkan pada perhelatan cabor Muaythai di PON XX Papua tersebut.


Selain itu sorotan miring kepada Sudirman adalah bahwa dalam kepengurusan PB.MI sekarang ini kental dengan KKN (nepotisme).


Bahkan ada yang menyebut PB.MI sudah dijadikan dinasti keluarga oleh Sudirman meski hal tersebut sudah dibantah langsung oleh yang bersangkutan.


Memang kita harus mengakui peran Sudirman dalam membangun Muaythai Indonesia cukup besar.Bahkan mantan karateka nasional itu berdarah-darah memperkenalkan dan mengembangkan cabang olahraga beladiri asal Thailand Itu.


Lalu bagaimana peluang Sudirman sendiri mempertahankan posisinya sebagai Ketua Umum PB.MI dalam Munas yang digelar di Hotel Nalendra Subang Jawa Barat nanti.


Sudirman sendiri masih percaya diri dan yakin bahwa mayoritas Pengprov masih menginginkan dirinya untuk memimpin kembali PB.MI periode empat tahun kedepan (2021-2025).


Kehadiran secara langsung 20 Pengprov pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung 12-14 Nopember 2021 lalu di Hotel Nalendra Subang Jawa Barat tampaknya menjadi pegangan bagi Sudirman untuk maju sebagai calon Ketua Umum PB MI.


Konon dukungan 20 Pengprov itu dihadiri langsung oleh Ketua Umum dengan tanda tangan di atas materai Rp 10 ribu.


Bahkan kehadiran para Pengprov ini murni swadaya di mana biaya kedatangan mereka ke Rakernas atas biaya sendiri.


Namun demikian posisi Sudirman belum aman benar karena dukungan ke-20 Pengprov tersebut tidak bisa dijadikan pegangan mengingat tidak tertutup kemungkinan peta berubah menjelang Munas.


Apalagi ada faktor lainnya yang tidak bisa dihindari oleh Sudirman yakni adanya ketidaksukaan para petinggi KONI Pusat kepada Sudirman.


Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa nama Sudirman sejak dilengserkan dari posisi sebagai Ketua Umum Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) oleh Ketua Umum KONI Pusat waktu itu Tono Suratman, hubungan Sudirman dengan para petinggi KONI Pusat menjadi renggang. Faktor ini bisa menjadi ganjalan bagi Sudirman.


Pada Munas PB.MI ini sudah dibentuk Tim Penjaringan bakal calon (balon) ketua umum.


Posisi ketua dipegang oleh Bachri Bachtiar yang kini menjabat sebagai Sekjen PB.MI, Salim Khalik sebagai Sekretaris didampingi enam orang anggota yakni Winarto, Nisful Laili, Hendra, Budi Rachman, Bayu Rifwanda dan Zulkifli Lubis sebagai anggota.


Persyaratan bakal calon ketua umum PB.MI berdasarkan e Rakernas, minimal didukung oleh 10 Pengprov.


Jika akhirnya dalam Munas nanti hanya muncul dua nama tersebut, Richard Tampubolon dan sang petahana Sudirman maka menjadi sangat menarik siapa yang benar-benar dipilih sekaligus memperoleh kepercayaan memimpin PB.MI empat tahun kedepan. (Penulis adalah wartawan olahraga senior (Suharto Olii) (TOR/talia).

Iklan

iklan