Iklan

Iklan

,

Iklan


Penciptaan

Republiknews
Senin, 27 Desember 2021, Desember 27, 2021 WIB Last Updated 2021-12-28T04:18:12Z


Republiknews.com – Penciptaan, Pada dasarnya suatu penciptaan yang diadakan Allah Swt dimuka Bumi ini memiliki kesamaan, hal tersebut merupakan sesuatu agar bisa dicermati serta dipelajari oleh Manusia sebagai Makhluk yang paling Mulia dari seluruh makhluk ciptaan Allah Swt diatas Jagad raya ini.


Manusia


Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pembentukan manusia pada dasarnya dijadikan Allah dari empat jauhar (Unsur) atau Anasir yang membentuk dengan sempurnah sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dalam wujud Manusia. Unsur – unsur tersebut terdiri dari :


- Api

- Air 

- Angin

- Tanah. 

-

Unsur-unsur tersebut memiliki tugas serta fungsi masing-masing didalam kesatuan tubuh manusia, yang kesemuannya berjalan dengan sunahtullah sampai manusia tersebut kembali kehadiratullah, manusia yang khawas akan senantiasa menjaga kelestarian dari unsur yang ada didalam dirinya, dan tidak dibenarkan membuat kerusakan pada anggota tubuhnya.


Selain empat Jauhar pokok tersebut, juga terdapat unsur-unsur pembantu lain, seperti tulang, kulit, daging, darah dan lain-lain yang merupakan pembentukan dari empat jauhar pokok tadi, sehingga membentuk unsur-unsur pendukung yang lain didalam diri manusia itu sendiri, alangkah hebatnya Sang pencipta yang mampu membentuk Manusia utuh dengan dilengkapi tugas serta fungsi masing-masing selama manusia itu masih hidup.


Emas


Sebuah logam yang dihasilkan dari pertambangan serta membentuk bulatan logam pun memiliki kesamaan dengan manusia, dimana dalam bentuk bulat dari logam hasil pembakaran oleh para pengrajin emas memiliki empat unsur logam pokok, sehingga bisa menyatu dalam satu kowi yang dipanaskan.


Ketika pengrajin tersebut akan memurnikan logam dari hasil tambang tersebut berdasarkan pengalaman, maka mereka akan meleburkan logam yang berbentuk bulatan tersebut didalam satu wadah yang diberikan air kimia.


Setelah logam diberikan air kimia maka dengan sendirinya akan terjadi reaksi penguapan yang akan berdampak pada logam bulat tadi dengan wujud pasiran-pasiran emas murni, kemudian diproses melalui pembakaran dengan suhu yang sangat panas pasiran-pasiran tersebut akan meleleh kemudian menyatu dalam wujud emas murni dengan kadar 99,99 %, kenapa tidak 100 %. Itu akan dibahas pada akhir tulisan.


Yang tersisa dari wadah tersebut hanyalah cairan yang berwarna hijau kehitam-hitaman, bila cairan tersebut diproses lagi dengan cairan kimia maka akan terjadi pengendapan lumpur yang berwarna putih, perlu diketahui lumpur tersebut termasuk bahagian dari Emas. Bila lumpuran putih ini di bakar maka akan menjadi Perak. Dan ini merupakan unsur yang kedua dari bahagian Emas tersebut.


Air berwarna kehitaman tersebut yang sudah diambil Peraknya, akan mengalami perubahan warna yang sedikit terang dari semula, selanjutnya diberikan cairan kimia lagi, maka air itu akan berubah warnanya menjadi kehitam-hitaman lalu terjadi pengendapan yang kedua dengan warna putih agak kehitaman, setelah endapan tersebut diproses, maka akan menghasilkan Paladium yang lazim disebut dengan Emas Putih, ini juga merupakan bahagian dari Emas. 


Selanjutnya air yang sudah diambil paladiumnya tersebut masih diproses lagi dengan dimasukan cairan kimia air tersebut akan membentuk pengendapan yang keempat, yang endapan tersebut bila dibakar akan menghasilkan tembaga, bagi para pelebur emas mereka juga tetap menjaga kelestarian alam semesta sehingga air hasil penyaringan dari tembaga akan kembali menjadi air jernih, yang masih bisa digunakan oleh manusia untuk kesuburan tanaman. 


Inilah hakikatnya manusia yang dijadikan Allah sebagai Khalifah dimuka bumi seluruh unsur dirinya harus digunakan sehingga bisa bermanfaat bagi alam semesta serta makhluk yang ada didalamnya sehingga benar-benar membawa misi apa yang menjadi tugas dari Rosulullah serta sejalan dengan untuk apa Rosul diutus, yakni Rahmatan Lil Alamin (talia)

Iklan