Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Sesuai Visi dan Misi Pemkot Bitung Masterplan Smart City Tak Perlu Waktu Lama

Republiknews
Kamis, 06 Januari 2022, Januari 06, 2022 WIB Last Updated 2022-01-07T03:13:18Z


Republiknews, Bitung- Terpilihnya Kota Bitung masuk dalam program kota cerdas (smart city), langsung merespon Pemkot Bitung , dengan langkah cepat menyusun masterplan smart city. Jumat (07/01).


Menurut Mantan Kadis Kominfo Bitung Ir. Rudy Theno, S.T., M.T  yang juga selaku sebenarnya masterplannya sudah ada apalagi visi dan misi walikota dan Wakil Walikota Bitung adalah kota digital / smart city sehingga jika terjadi penambahan atau perubahan dalam master plan itu hanya sedikit,” jelas Mantan Kadis Kominfo Bitung .


Ketua tim teknis Bitung Kota Digital, Ir. Rudy Theno, S.T., M.T ,   Menyampaikan, masterplan kota cerdas ( smart city ) sudah ada, apalagi sesuai dengan visi dan misi walikota dan Wakil Walikota Bitung adalah kota digital / smart city.


" Sebenarnya masterplannya sudah ada apalagi visi dan misi walikota dan Wakil Walikota Bitung adalah kota digital / smart city sehingga jika terjadi penambahan atau perubahan dalam master plan itu hanya sedikit,” jelas Mantan Kadis Kominfo Bitung ini.


Menurutnya kota Bitung sudah mempersiapkannya jauh hari. “Kita malahan tahun lalu sudah membentuk dewan bitung kota digital dan tim teknis bitung kota digital  yang nantinya akan mendorong percepatan Bitung menjadi kota cerdas/pintar”, katanya lagi.


Tak hanya itu ,Diapun mengutip pernyataan dari menteri Kominfo jika smart city yang dimaksud bukanlah melulu soal tehnologi.


 “Smart City itu bukan berarti membeli teknologi, komputer atau aplikasi,  melainkan melayani masyarakat dengan lebih baik. Fokusnya adalah bagaimana kita mengubah proses bisnis dan tata cara pemerintah daerah dalam melayani. Sedangkan jaringan, tekonologi, aplikasi itu hanya enabler atau pendukung,” terang Theno. 


Sementara mencontohkan salah satu keunggulan dari kota cerdas adalah mendorong agar masyarakat tidak lagi mengunakan uang tunai atau cashless,

“Sedangkan soal teknologi apa yang ingin dipakai, Pemkot harus punya keberanian mendorong dunia usaha dan masyarakat untuk menggunakan teknologi-teknologi seperti QR code, e-banking, dan e-wallet,’ dalam setiap transaksinya,” jelasnya


Ketua tim teknis Bitung Kota Digital, juga menjelaskan terkait kota cerdas yaitu mart village atau kelurahan cerdas guna membangun desa dan kawasan yang cerdas.


Dalam keterangannya ada enam hal yang harus dilakukan, yaitu:


1.Branding desa: Mengembangkan brand desa sebagai motivasi dengan menciptakan potensi lokal berkelas global;


2.Hunian sehat: Terwujudnya hunian yang sehat untuk menghasilkan keluarga yang bahagia, sehat, dan cerdas;


3.Lingkungan sehat: Membangun tata lingkungan desa dan kawasan yang cerdas dan dikelola dengan baik dalam harmoni, merubah bencana menjadi manfaat;


4.Pemerintah desa cerdas: Membangun sistem penyelenggara administrasi pemerintahan yang cerdas;


5.Masyarakat cerdas: Pengembangan tata kemasyarakatan yang harmonis, cerdas, guyub, bahagia; dan


6.Ekonomi cerdas: Tata ekonomi masyarakat desa yang tangguh, cerdas, dan sejahtera. Mengembangkan tatanan ekonomi yang kemasyarakat dan badan usaha yang tangguh

(**)

Iklan

iklan