Iklan

Iklan

,

Iklan


Petani Padi dan Singkong Kecamatan Muara Sungkai Dan Bunga Mayang Geram Kecam Gudang PETROKIMIA Lampura

Republiknews
Minggu, 27 Maret 2022, Maret 27, 2022 WIB Last Updated 2022-03-27T18:36:35Z


Lampung Utara-Republik News,

Para petani di Kecamatan Bunga Mayang- Muara Sungkai, Lampung Utara, Lampung mengeluh akibat langkanya pupuk, namun Gudang pupuk Petrokimia malah order pupuk subsidi ke kabupaten luar.


Keterangan dihimpun Tim isi (Minggu, 27/3/2022), Petani Padi dan Singkong asal  kecamatan Bunga Mayang dan Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara geram dan kecam perusahaan PETROKIMIA dan Gudangnya di Lampung Utara.


Para petani tersebut dijumpai ditempat terpisah oleh awak media yang sedang mencari berita sebagai tindak lanjut tentang kelangkaan pupuk, dan mahalnya harga pupuk untuk para petani serta untuk menelusuri di lapangan, menindaklanjuti pemberitaan beberapa hari lalu yang sempat viral pada puluhan media online nasional tentang dugaan penyelewengan pupuk PHONSKA bersubsidi pemerintah, yang di distribusikan keluar daerah Kabupaten Lampung Utara.


Silawati, salah satu petani singkong asal Bunga Mayang sangat menyayangkan hal tersebut dan meminta pihak penegak hukum untuk tindak tegas dan usut tuntas permasalahan dugaan tersebut, dan berharap untuk polisi turun tangan cek gudang Perusahaan PETROKIMIA yang ada di Lampung Utara untuk kebenaran hal tersebut. " Jangan sampai menjadi polemik yang berkepanjangan "ungkapnya.


Sementara itu, ditempat terpisah, salah satu petani Padi, Harno mengatakan kalau memang ada dugaan dan berita Viral seperti apa yang telah diberitakan oleh puluhan media massa online. 


 " Seharusnya polisi langsung bergerak sigap tentang hal itu agar dapat memberikan rasa aman dan kepuasan pada para petani yang selama ini resah karena mahalnya pupuk dan langkanya pupuk bersubsidi." ungkapnya, dirinya berharap, polisi secepatnya turun tangan menelusuri kebenaran hal itu 


PD-IWO Lampura Minta Kepada pemerintah daerah Kabupaten Lampung Utara melalui dinas terkait, agar dapat melakukan tindakan tegas terhadap gudang pupuk Petrokimia yang mengirim pupuk bersubsidi keluar kabupaten, mengingat saat ini jenis pupuk bersubsidi dengan status pengawasan masih langka bagi Petani. (Rasyid)

Iklan