Iklan

Iklan

,

Iklan


Bisakah Terjadi di Indonesia..?? Ternyata Srilanka Bangkrut Tak Mampu Bayar Hutang

Republiknews
Minggu, 17 April 2022, April 17, 2022 WIB Last Updated 2022-04-17T18:56:05Z

 


Republiknews - Banyaknya proyek infrastruktur demi pemerataan di daerah seluruh Indonesia membuat membengkaknya hutang Indonesia.


Nasib Indonesia akan dikawatirkan akan seperti Srilanka yang dililit hutang sebesar Rp 700-an triliun dan resmi menyatakan bangkrut.


Kekawatiran ini disampaikan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (17/4), terkait hutang Indonesia besaran utang Indonesia 10 kali lipat utang Srilanka.


“Jadi jangan tenang-tenang saja. Seolah (kita) belum lampu merah, sehingga masih aman karena masih di kisaran 40 persen PDB, dari 60 persen yang disyaratkan oleh UU keuangan," ujar Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi.


Kekawatiran ini bukan tanpa alasan, 

 pembangunan infrastruktur yang dananya banyak  menggunakan utang, terutama di sektor yang  banyak  terbengkalai dan merugi dari sisi bisnis atau tidak efisien.


“Beberapa bandara, jalan-jalan tol yang di jual murah, juga Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, sebagai contoh adalah penggunaan utang yang tidak efisien, tidak tepat guna dan pasti timbulkan kerugian," jelas Muslim.


Muslim Arabi juga menjelaskan, inefisiensi anggaran sekitar Rp 4 ribu triliun lebih di sektor infrastruktur oleh Jokowi juga berbahaya. Karena, negara kesulitan untuk membayar kembali utang tersebut.


Penggunaan dana dari utang yang tidak efisien ini diyakini akan membawa kebangkrutan negara.


“Inefisiensi anggaran itu hampir mencapai 2 kali APBN. Tanda-tanda kebangkrutan negara ini semakin jelas dengan sejumlah kebijakan oleh rezim Jokowi untuk  menaikkan harga-harga dan pemberlakuan PPN 11 persen, dan memangkas subdisi," terang Muslim.


"Jadi Indonesia bisa menyusul Srilanka sebagai negara bangkrut, tak dapat dihindari," terangnya


Diketahui dari beberapa sumber terpercaya negara tersebut tengah dihadapkan pada masalah gagal bayar utang luar negeri sebesar US$ 51 miliar atau setara dengan Rp 729 triliun (asumsi kurs Rp 14.300). (* Sr)





Sumber

Iklan