Iklan

Iklan

,

Iklan


Kodim1310/ Bitung Simulasi Tanggap Bencana Gabung Lantamal VIII Manado

Republiknews
Rabu, 25 Mei 2022, Mei 25, 2022 WIB Last Updated 2022-05-25T18:21:29Z


Bitung, Republik News.com - Dalam rangka meningkatkan kemampuan penanganan dan pertolongan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam. Personel Kodim 1310/Bitung ikut melaksanakan Latihan Penanggulangan Bencana Alam (Latgulben) yang diselenggarakan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VIII Bitung, Selasa (24/5/22).


Kegiatan ini dibuka oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) VIII Manado Laksamana Pertama TNI Nouldy J. Tangka dan memimpin langsung apel gelar pasukan dan material Latihan Penanggulangan Bencana (Latgulben) Lantamal VIII Tahun 2022


Kegiatan simulasi Latgulben yang berlangsung selama dua hari ini di Ikuti oleh unsur Binter, Satrol Lantamal VIII, Tim kesehatan dan Pomal Lantamal VIII, Yonmarhanlan VIII Bitung, BPBD Bitung, Basarnas, Polairud Polda Sulut, Damkar Kota Bitung, Dinas Sosial Kota Bitung, BMKG Kota Bitung, Dinas Kesehatan Kota Bitung, Polresta Bitung, Pramuka Saka Bahari dan Bitung Rescue. Dalam Kegiatan ini menitikberatkan dalam penanganan korban bencana alam dan tsunami.


Danlantamal VIII Manado, Laksamana Pertama TNI Nouldy J. Tangka dalam amanatnya pada saat apel gelar sehari sebelum simulasi  menyampaikan pada intinya untuk membangun dan membentuk kesiapsiagaan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam proses penanggulangan bencan serta membantu penyusunan prosedur standar atau standard operating procedures (SOP).


"Penanganan darurat yang di harapkan dapat menjawab permasalahan mendatang dalam penanganan darurat bencana,"ujar Danlantamal VIII Manado.


Ditemui ditempat terpisah, Komandan Kodim 1310/Bitung Letkol Arm Yoki Efriandi, M.Han., terkait kegiatan tersebut mengatakan, Pelaksanaan Latihan Penanggulangan bencana alam ini memberi banyak pembelajaran terhadap peran TNI dalam situasi krisis maupun tanggap darurat bencana melalui tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yaitu membantu pemerintah daerah yang terdampak bencana, sesuai Standard Operating Procedures (SOP) penanganan darurat, sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan mendatang dalam penanganan darurat bencana.


Lebih lanjut, Dandim mengatakan, Penanggulangan bencana harus dilaksanakan secara terpadu, terencana dan terkoordinasi secara menyeluruh dalam rangka memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat dari ancaman dan resiko bencana serta bagaimana memadukan visi dan misi Forkopimda Bitung dalam menghadapi bencana alam.


"Wilayah Kota Bitung ini merupakan daerah rawan terhadap bencana alam, harapan kita, bencana tidak terjadi di wilayah kita, namun apabila terjadi kita sudah siap apa yang harus kita kerjakan karena sudah dilatihkan bersama-sama, siapa berbuat apa," ungkap Dandim.


Dandim juga berharap kepada Personel Kodim 1310/Bitung yang mengikuti latihan, agar dapat melaksanakan latihan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kerjasama antar instansi dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam di wilayah Kota Bitung ini.


"Laksanakan dengan gembira dan penuh semangat dengan tidak mengabaikan faktor keamanan baik personel maupun materiil," pungkasnya.


Sementara itu, dalam menjalankan sistem komando penanganan darurat bencana pada kegiatan Simulasi penanggulangan bencana   tahun 2022 ini, Pemerintah Kota Bitung menunjuk Danyonmarhanlan VIII Bitung, Mayor Marinir Wahyu Widodo sebagai Komandan tanggap darurat. (*Suryo)

Iklan