Iklan

Iklan

,

Iklan

Empat Nelayan Hilang, Ditemukan Selamat

Republiknews
Jumat, 22 Juli 2022, Juli 22, 2022 WIB Last Updated 2022-07-22T09:29:05Z


Republiknews.com, SBB -  4 orang Nelayan,  hilang di perairan Tanjung Sial, Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB). Peristiwa ini terjadi saat keempatnya sedang memancing hingga kemudian ditemukan dalam kondisi selamat.


Berikut informasi perihal Laka Laut perahu nelayan asal Ambon yang tenggelam dan hanyut sampai ke Tifure Kec. Pulau Batang Dua.

Korban

1. Jalsa Sampulawa : alamat Rumah Tiga : umur  36

2.Mansur Sampulawa : Ahuru RT : 04 : umur 34

3.Ngarwan Sampulawa : Waiheru : umur 28 

4.Sulardi Sampulawa : Waiyasel : umur 26 


Adapun kronologinya, bermula ketika 4 orang nelayan melaut dari Tanjung Sial (Seram), Jumat 15 Juli 2022 pada pukul 17.00 WIT. Dengan tujuan untuk mencari ikan menggunakan bodi tuna, mesin 15 PK dan 40 PK ke laut Tifure, Maluku Utara.


Kejadian terjadi pada Minggu, 17 Juli 2022 pada pukul12.30 karena gelombang dan angin kencang yang akhirnya menyebabkan tenggelam. 


Dengan bantuan 4 buah Gelon kosong berukuran 20 liter dan 4 buah papan sekitar 1 meter, mereka berenang dan terhanyut karena arus laut hingga ke rakit di sekitar perairan Laut Tifure selama kurang lebih 2 jam.


Menurut Mansur, " waktu kejadian tenggelam, Pulau Tifure sudah terlihat, mungkin sekitar 25 mil. Dan ketika kami di rakit, pulau ini semakin dekat, mungkin 10 mil." ujarnya.


Ketika tiba dirakit, mereka menemukan kurang lebih 10 kilo beras dan 10 liter air yang sudah berlumut. Dengan mempertimbangkan ketersedian makanan yang ada, mereka memutuskan untuk bertahan dirakit hingga rabu pagi, dan memutuskan untuk kembali berenang dengan gelon dan papan menuju pulau Tifure sekitar pukul 09.30. 


" Hingga akhirnya, Allah masih sayang beta dan adik-adik ini hingga katong tiba di pulau ini," ujar Jalsa. 


Setelah berupaya dilaut selama dua jam, sekitar pukul 11:30, mereka tiba dan ditemukan oleh salah satu warga kelurahan Tifure, Bapak Demianus Pia,  yang semula sedang ke dusun kelapa. 


Mereka kemudian diantar ke pemukiman dan melaporkan peristiwa itu kepada ketua RT 02, Kelurahan Tifure. 


Saat ini ke empat nelayan sedang dibantu masyarakat dan koordinasi bersama Lurah Tifure, untuk menyediakan tempat, makan dan pakaian bagi mereka. 


Karena komunikasi yang agak terbatas, mereka berharap, dapat mengabari keluarga mereka di Ambon. 


Sahril Hitimala

Iklan


Iklan


iklan