Iklan

Iklan

,

Iklan


FAKSI Minta Terduga Pelaku Pungli di PDAM Aceh Timur Tidak Dilindungi

Republiknews
Sabtu, 30 Juli 2022, Juli 30, 2022 WIB Last Updated 2022-07-30T09:58:44Z


Republiknews.com, Aceh Timur - Kordinator Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh,  Ronny H, minta kasus dugaan pungli oleh oknum di PDAM Aceh Timur, tidak ditutup - tutupi dan dilindungi. Dia mendesak penegak hukum segera memperjelas status hukum kasus tersebut, dan mengungkap semua pihak yang diduga terlibat.


" Kita minta kasus itu segera dibuka secara terang benderang, supaya publik paham, dan jangan sampai tidak jelas tindak lanjut akhirnya, apalagi ditutup - tutupi, kalau salah ya dinyatakan bersalah, kalau ternyata itu fitnah juga mesti segera dijelaskan ke publik," kata Ronny, Sabtu 30 Juli 2022.


Ronny menduga kasus tersebut mulai didinginkan, sementara terduga pelaku tetap melenggang bebas di tengah masyarakat.


" Itu kan kasus dugaan pungli oleh oknum, orangnya sudah diperiksa, lagian sepertinya terduga pelakunya kayaknya sudah ngaku? laporan masyarakat ke Kejati ada, kesaksian masyarakat ada, jadi tunggu apalagi, ini bahaya bagi  PDAM  dan masyarakat kedepannya kalau didiamkan," ketus pengkritik cadas yang dikenal concern dengan isu kemiskinan, pengangguran, demokrasi dan hak asasi manusia itu.


Selain itu, Ronny mendesak agar kerugian miliaran rupiah yang diderita PDAM Aceh Timur juga diusut tuntas, berikut dengan berbagai polemik di tubuh perusahaan daerah itu.


" Kami juga minta kerugian PDAM berjumlah miliaran yang baru saja diumumkan itu diusut tuntas, apa penyebabnya, masuk akal tidak, demikian pula soal perkara pemeriksaan oknum petingginya tahun lalu itu tolong diperjelas apa dan mengapa lalu bagaimana akhirnya," sebut putera Idi Rayeuk itu.


Dia juga mengaku heran dan menduga banyak pihak yang dinilai mulai diam terhadap perkara dugaan pungli sebesar Rp. 1,2 juta/ rumah di 5 desa di Kecamatan Ranto Peureulak itu. Apalagi dia pernah mendapatkan informasi, bahwa oknum terduga pungli tersebut sempat berkeliaran diduga untuk mempengaruhi masyarakat untuk tidak melakukan aksi demonstrasi.


" Kami heran, koq sepertinya sudah pada diam semua, baik pihak yang ada di desa maupun pihak - pihak lainnya, sementara kasusnya belum tuntas, ada apa ini," tanya Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Aceh tersebut.


Dia menyatakan, pihaknya akan kembali mempersiapkan aksi demonstrasi, jika dalam waktu sepekan kedepan kasus tersebut tidak ada kejelasannya 


" Kami akan kembali bergerak dalam waktu dekat, jika ini dibikin tidak jelas, termasuk soal baitul mal dan lainnya, biar pun jumlah kami hanya sedikit, bahkan berlima pun, kami akan kembali berdemonstrasi di jalanan," pungkas alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya.

Iklan