Iklan

Iklan

,

Iklan

Kondisinya Semrawut, Walikota Eri Cahyadi Minta Kabel Fiber Optik Ditata

Republiknews
Selasa, 19 Juli 2022, Juli 19, 2022 WIB Last Updated 2022-07-19T10:19:29Z


Republiknews.com, Surabaya - Kabel fiber optik di dalam box culvert Jalan Simpang Pojok, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, kondisinya semrawut. Hal ini membuat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi prihatin.


Dia lantas meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya untuk menata kabel fiber optik yang malang melintang itu. Eri menyarankan untuk dibuatkan ducting. Yakni, tempat khusus penyimpanan kabel fiber optik.


“Fiber optik itu jangan ditaruh di dalamnya box culvert. Saat saya masuk ke dalam, kondisinya nggak karu-karuan nang njero (semrawut di dalamnya),” kata Eri, usai meninjau pengerjaan crossing saluran, Selasa (19/7).


Semestinya, lanjut wali kota, kabel fiber optik jangan ditaruh di dalam box culvert begitu saja. Karena bisa menghambat saluran air. Kabel optik menurutnya wajib disimpan di dalam ducting, agar tidak menghambat laju air ketika musim penghujan.


“Harusnya nempel di situ (ducting). Kalau dibiarkan seperti itu, maka saat hujan ada kotoran atau sampah itu bisa nyantol (tersangkut) di kabel optik. Padahal sudah saya kasih tahu, agar teman-teman bina marga itu naruh ducting di atas atau pinggirnya box culvert,” ujar Eri.


Kendati sudah diingatkan, nyatanya wali kota masih menemukan adanya kabel fiber optik yang semrawut tidak dilengkapi dengan ducting.


“Ternyata sama teman-teman bina marga hanya dikasih sanggahan, dicantolke disanggah gitu tok kabele (digantung disanggah begitu saja kabelnya),” tandasnya.


Untuk itu, dia meminta jajaran DSDABM Surabaya untuk segera membuat lelang investasi ducting. Dengan adanya ducting, maka seluruh saluran box culvert di Surabaya tidak akan ada lagi fiber optik yang malang melintang. Hal ini juga untuk memastikan aliran air semakin lancar.


Selain itu, kabel yang ada di luar box culvert juga bisa dimasukkan ke dalam ducting agar tidak ada lagi kabel yang mengganggu pemandangan kota.


“Sehingga nanti semua kabel, mulai fiber optik telkom, PLN, kabel telepon, dan lain sebagainya, itu bisa masuk ke dalam ducting. Ketika sudah masuk ke dalam ducting, kota ini akan semakin rapi,” pungkasnya


[Redho]

Iklan


Iklan


iklan