Iklan

Iklan

,

Iklan

Ratusan Pasien Katarak Mendapat Operasi Mata Gratis di Keuskupan Ruteng Dalam Rangka Hut KCK Ke-22

Republiknews
Selasa, 23 Agustus 2022, Agustus 23, 2022 WIB Last Updated 2022-08-23T07:11:56Z

 

Keterangan Foto: Ratusan Pasien Operasi Katarak Gratis di Aula Asumpta Keuskupan Ruteng.

Manggarai, Republiknews.com- Ratusan pasien katarak mendapatkan operasi mata secara gratis di keuskupan Ruteng selama tiga (3) hari sejak 22 sampai 25 agustus 2022,di aula asumpta keuskupan Ruteng. 


Operasi mata gratis diinisiasi oleh Komunitas Cinta Kasih(KCK) Denpasar dengan  menggandeng John Fawcett Foundation (JFF) Denpasar, bekerjasama dengan  Keuskupan Ruteng, Komunitas Komunitas Lux Mundi (KLM), dan Pemda Manggarai.


Ketua Komunitas Cinta Kasih Denpasar, Helen Cundawan saat ditemui media ini di lokasi kegiatan aula Asumpta keuskupan Ruteng 23/8/2022 mengatakan, inisiator kegiatan operasi mata katarak gratis adalah komunitas cinta kasih Denpasar dengan menggandeng John Fawcett Foundation (JFF) bekerja sama dengan keuskupan Ruteng bersama komunitas Lux Mundi (KLM).


"Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari ulang tahun KCK yang ke- 22 yang jatuhnya pada tanggal 17 Agustus," tandas Helen. 


Helen lebih lanjut menuturkan, kegiatan berlangsung disambut antusias oleh keuskupan Ruteng bersama komunitas Lux Mundi Ruteng dalam menjalankan misi kesehatan bagi penderita mata katarak. 


Helen mengatakan, komunitas cinta kasih menggandeng John Fawcett Foundation (JFF) menghadirkan tenaga dokter spesial mata dari Denpasar. Lebih memilih melayani pelayanan operasi mata katarak untuk membantu keluarga keluarga yang tidak bisa melihat agar dapat melihat kembali dan menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan.


Sementara itu, ditempat yang sama, Komang Wardhana selaku Project Manager Of Jhon Fawcett Foundation menyampaikan bahwa telah bekerja sama dengan komunitas cinta kasih untuk melayani kesehatan mata. 


"Di tiga tahun terakhir kita telah bekerja sama dengan komunitas cinta kasih untuk membuka pelayanan kesehatan mata di Indonesia bagian timur," ungkap Komang. 


Keuskupan Ruteng sebagai mitra juga mendukung penuh. Romo Martin Chen, Pr., Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng kepada media ini mengatakan kegiatan operasi mata katarak ini untuk semua orang yang menderita katarak. Tidak memandang agama. Ini bentuk kegiatan bakti sosial. 


" Pelayanan ini mencakup pasien di kabupaten Manggarai raya. Manggarai barat, Manggarai timur, dan Manggarai bahkan dari luar kabupaten Manggarai raya," tambahnya.


Menambah apa yang disampaikan Romo Martin Chen, Ketua panitia pelaksana, Fransiskus Wahyudi Wibisono di tempat kegiatan mengatakan bahwa kegiatan berlangsung sejak tanggal 22 sampai 25 Agustus 2022.


" Kegiatan operasi mata katarak di Ruteng adalah bentuk kerja sama untuk misi yang sama. Yaitu memberikan pelayanan kesehatan mata kepada keluarga kita penderita katarak di kabupaten Manggarai barat, Manggarai dan Manggarai timur bahkan di luar Manggarai," jelasnya.


Untuk peserta yang telah mendaftar, Sudah masuk angka seribuan. Sedangkan yang mengalami katarak dan operasi sekitar 300 lebih pasien. Pada hari pertama 22 Agustus kemarin, yang operasi sekitar 70an pasien. Pada hari ini(23/8) pasien mencapai lebih dari 70 pasien. 


"Yang mengalami sakit mata namun tidak di operasi, kita mengobati dan membagi kacamata sesuai kebutun mata secara gratis, kegiatan pelayanan bakti sosial katarak ini berlangsung dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam," tukasnya. 


Mendapat kesempatan istimewa untuk operasi mata katarak secara gratis, Alam Sabang(72) warga asal Pota Manggarai timur mengatakan bahwa dirinya dan keluarga sangat berbahagia. Kepada media ini ia menyampaikan rasa bahagianya atas mengikuti operasi mata katarak. 


"Terima kasih kepada keuskupan Ruteng dan Komunitas cinta kasih dan semua yang turut membantu kami untuk mendapatkan operasi secara gratis," ungkapnya.


Ia mengaku telah mengalami sakit mata sejak lima tahun silam. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak mampu untuk membiayai operasi mata secara mandiri. Namun, kesempatan ini baginya sangat berarti. Pasalnya kata dia, sebagai keluarga yang tidak mampu, dirinya dan keluarga sangat membutuhkan pelayanan ini. 


Hal senada juga diutarakan oleh  Sovia Ajim. Ibunda dari Yuliana Putriliani Anung mengatakan bahwa putrinya mengalami derita katarak selama enam (6) bulan lalu. 


"Anak saya di usianya yang ke-14 mengalami sakit katarak tentu sangat bahagia bisa mendapatkan kesempatan untuk operasi mata secara gratis. Terima kasih kepada Komunitas KCK, JFF dan KLM serta Keuskupan Ruteng yang telah dengan semangat melayani kami," tutupnya.



Nestor Madi

Adv 1

 


Adv ll


 

Adv lll