Iklan

 


Iklan

 


,

Iklan

Sumpah Millenial untuk Kebangkitan Indonesia

Republiknews
Minggu, 30 Oktober 2022, Oktober 30, 2022 WIB Last Updated 2022-10-30T12:56:01Z

Oleh: Dr. Taufan Tuarita

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Pemuda, Olahraga dan Perumahan Rakyat MPP Pemuda ICMI Wasekjen Kesehatan DPP AMPI


Republiknews.com,- Kita bukan Hanya Penerus Sejarah Masa Lampau. Tapi Kita adalah Pembuat Sejarah Masa Depan salah satu kalimat yang dapat ditegaskan dan diilhamkan pada saat ini, pasca kondisi negara melewati berbagai cobaan bencana pandemi dan lainnya negara ini berhasil melewati nya meskipun masih tertatih untuk bangkit kembali.


 Peran Pemuda disini dibutuhkan kolaborasi dan aksi yang nyata diharapkan dapat menumbuhkan semangat perjuangan yang sama seperti halnya memperjuangkan kemerdekaan pada tahun 1945.


 Pemuda masa lalu berbeda dengan masa kini, Gerakan pemuda masa lalu dimulai pada tahun 1908 yang cenderung berjalan secara individu dalam mewujudkan apa yang diharapkan. 


Hari ini situasisnya berbeda, masa dan perjalanan waktu menggiring ke arah yang lebih dewasa, Gerakan Pemuda Kolaborasi Ciri Utama nya. Pemuda hari ini harus menekankan narasi Kolaborasi bergandengan tangan untuk menyangga kebangkitan negara Indonesia.


 Pemuda Pemudi Indonesia juga dihadapkan dengan tantangan yang nyata di Era Digitalisasi. Negara ini masih jauh terbebas dari kondisi Middel Income Trap


Bank Dunia dalam laporan rutinnya menurunkan kelas Indonesia, dari negara berpendapatan menengah ke atas (upper middle-income country) menjadi negara berpendapatan menengah ke bawah (lower middle-income country). 


Hal ini disebabkan oleh menurunnya pendapatan per kapita Indonesia, dari US$4.050 di tahun 2019 menjadi US$3.870 di tahun 2020. Salah satu pra syarat Indonesia keluar dari middle income trap kita harus membangun manusia dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. 


Visi Indonesia Emas ditargetkan dapat dicapai pada 2045. Saat itu, Indonesia diharapkan keluar dari negara dengan pendapatan menengah atau middle income trap. 


membangun manusia dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diraih dengan cara menguatkan posisi pendidikan tinggi. Untuk mewujudkan hal itu pendidikan tinggi tentu memainkan peran penting dan strategis. 


Tantangan Transformasi Kepemimpinan dalam Mengisi Pembangunan

Kepemimpinan merupakan fenomena kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan yang berpengaruh terhadap perkembangan corak dan arah kehidupan kemasyrakatan, kebangsaan, dan kenegaraan. 


Melihat pentingnya peran pondasi dalam Kekuatan Ekonomi yang kuat, Ketertinggalan infrastruktur dan masalah konektivitas menimbulkan tingginya biaya ekonomi yang harus ditanggung oleh masyarakat hingga rendahnya daya saing nasional.


 Inilah yang menjadi dasar pemerintah mengakselerasi pembangunan infrastruktur demi mengejar ketertinggalan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta transformasi dalam kepemimpinan. 


Meningkatnya semakin kompleksnya kebutuhan daerah maka diperlukan pemimpin yang berkarakter dan berintegritas tinggi dalam pergantian pemimpin tenggang waktu, bagaimana negara bisa mampu menyiapkannya? 


Peran pemimpin transformasi saat ini adalah sangat penting dalam usaha pemberdayaan potensi ekonomi daerah. Solusi alternatif dan strategis yang ditawarkan pemimpin yang cakap tiada lain adalah dengan sistem Pengelolaan (distribusi dan pendayagunaan) ekonomi daerah dalam memetakan yang produktif dan kreatif.


 Dengan pengelolaan sebagaimana dimaksud diharapkan dapat memberdayakan daerah nya akan menjadi pendorong bagi kemajuan dan kesejahteraan daerah. Pemimpin berintegritas dalam menciptakan peningkatan kesejahteraan, maka harus melihat kapasitas dari pemimpin secara tepat, dan diberdayakan.


Kepemimpinan pada dekade ini dituntut untuk lebih memfokuskan peran pemimpin dalam organisasi, sehingga akan membawa dampak positif terhadap organisasi, menyadari hal tersebut maka kepala daerah sebagai pemimpin daerah dituntut untuk proaktif dan transformative dengan melaksankan kepemimpinan yang berkualitas serta mampu menggerakan rakyatnya untuk kreatif dan berkarya di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).

Adv 1

i

Adv ll

Adv lll

ads iv

ads v

ads vi

ads xiii

ads vii