Iklan

Iklan

,

Iklan

H. SN Prana Putra Sohe pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN)

Republiknews
Rabu, 09 November 2022, November 09, 2022 WIB Last Updated 2022-11-09T08:42:46Z


Lubuklinggau,Republiknews.com-Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe bertindak sebagai pemimpin upacara pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2022, bertempat di Taman Kurma Masjid Agung As-Salam Kota Lubuklinggau, Sabtu (22/10/2022).


Dalam amanatnya, Wako menyampaikan Presiden Joko Widodo telah menetapkan 22 Oktober sebagai HSN. Penetapan 22 Oktober merujuk "Revolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik 10 Nopember 1945 yang diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peringatan Hari Santri mengangkat tema 'Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan'.


Maksud tema Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan adalah bahwa santri dalam kesejarahannya selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia. Ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak. Santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara.


Dulu, ketika Indonesia masih dijajah, para santri turun ke medan pertempuran, berperang melawan penjajah. Menggunakan senjata bambu runcing.


Di Surabaya, revolusi jihad yang digelorakan Kiai Hasyim Asy'ari membakar semangat pemuda-pemuda Surabaya melawan Belanda. Di Semarang, ketika pecah pertempuran lima hari di Semarang, para santri juga turut berada di garda terdepan perjuangan.


Pada masa ketika Indonesia sudah memproklamirkan diri sebagai negara merdeka, santri juga tidak absen. KH Wahid Hasyim, ayah KH Abdurrahman Wahid, adalah salah satu santri yang terlibat secara aktif dalam pemerintahan di awal-awal kemerdekaan.


Catatan-catatan di atas menunjukkan bahwa santri dengan segala kemampuannya bisa menjadi apa saja. Santri sekarang telah merambah ke berbagai bidang profesi, memiliki keahlian bermacam-macam, bahkan mereka menjadi pemimpin negara.


"Meski bisa menjadi apa saja, santri tidak melupakan tugas utamanya, yaitu menjaga agama itu sendiri. Santri selalu mengedepankan nilai-nilai agama dalam setiap perilakunya," ujarnya.


Peringatan HSN bukanlah milik santri semata, HSN adalah milik kita semua, milik semua komponen bangsa yang mencintai tanah air, milik mereka yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan.


Wako mengajak melalui momen upacara peringatan HSN tahun 2022, mari bersama-sama mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama.


Menurut Wako, pertama menjabat sebagai wali kota, pesantren di Lubuklinggau ada delapan, dan sekarang bertambah menjadi 18.


Wako juga mengharapkan seluruh pondok pesantren (Ponpes) untuk mengadakan kegiatan santri seluruh Indonesia atau se-Sumsel di Kota Lubuklinggau guna mendukung program Ayo Ngelong ke Lubulinggau.


Sementara itu, Kakankemenag Kota Lubuklinggau, H Abdul Haris menyampaikan HSN diperingati seluruh Indonesia bertepatan bertepatan dengan 22vOktober 2022. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada wali kota Lubuklinggau karena dapat bersilaturahmi dengan seluruh Ponpes yang ada di Kota Lubuklinggau.


Disela acara ada pemberian hadiah lomba panahan Kakan Kemenag dengan katagori usia minimal 15-16 tahun serta katagori 19 tahun putra-putri. Juara umum lomba panahan ini diraih Ponpes Mafaza Lubuklinggau dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh pimpinan Ponpes Ar- Risalah, KH Atiq Fahmi.


Dihadiri Pj. Sekda Kota Lubuklinggau, H Imam Senen, Asisten l Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kahlan Bahar. 


(Adv/hanapi)

Adv 1



Adv ll

Adv lll