Iklan

Iklan

,

Iklan

Perangi Stunting, DPPKB Manggarai Pimpin Diskusi Panel Managemen Kasus

Republiknews
Jumat, 18 November 2022, November 18, 2022 WIB Last Updated 2022-11-18T09:03:27Z


Manggarai, Republiknews.com- Dinas Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Manggarai( DPPKB) menyelenggarakan Diskusi Panel Manajemen Kasus Stunting. Kegitan yang diadakan serta dibiayai oleh  BKKBN Provinsi NTT ini dilaksanakan di Hotel Sky Terrace, Kelurahan Pitak,Kecamatan  Langke Rembong,Kabupaten Manggarai,Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT) Rabu( 16/11/2022).


Kegitan ini dimulai pukul 09.00 dan dibuka oleh  Yustina Jut, SKM, M.Kes selaku PLT Kepala Dinas P2KB Kabupaten Manggarai didampingi Asumta Ene Djone Kabid K3 D2KB.


Hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan BKKBN Provinsi NTT Ibu Fitri Dwi Susanti, SE., M.AP., beberapa Narasumber yakni dr. Stephany Adriany, Sp. A, yang merupakan dokter spesialis Anak RSUD dr. Ben Mboi dan dr. Yohana Joni, Sp. OG yang merupakan seorang dokter Spesialis Obstetri RSUD dr. Ben Mboi. Wihelmina Bons yakni petugas gizi Puskesmas La'o serta Ibu  Yustina Jut, SKM, M. Kes, Selaku Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Manggarai, utusan dari Dinkes manggarai, Puskesnas, Bidan, TPK, PKK, Bapelitbangda, PMD dan tokoh agama. 


Dalam sambutannya, PLT Kadis P2KB Kabupaten Manggarai Yustina Jut, SKM. Mkes, menyampaikan bahwa audit status kasus stunting ini minimal dua kali di laksanakan tiap tahun tahun dengan tujuan untuk mengidentifikasi masalah yang tidak diselesaikan atau tidak sekedar tinggi di lapangan lalu di bawah ke audit kasus stunting untuk mencari solusi yang di arahkan yang betul-betul nyata dan mampu kita selesaikan


"Tujuannya adalah mengidentifikasi masalah yang tidak diselesaikan atau tidak sekedar tinggi di lapangan lalu di bawah ke audit kasus stunting untuk mencari solusi yang betul-betul nyata dan mampu kita selesaikan", Papar Yustina


Dijelaskannya bahwa peserta yang hadir dalam kegiatan itu diharapkan dapat memahami tentang faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya stunting. Ia menambahkan bahwa jumlah kasus stunting di manggarai adalah dari februari 2022 adalah 5320 kasus atau 20,0 5% lalu di bulan agustus menjadi 4313 kasus. 


"Maka dari itu, untuk memperbaiki keadaan adanya stunting yang tidak bisa diselesaikan di lapangan maka kita  membuat kegiatan ini,  kita undang dr spesialis obgyn dan dr spesialis anak untuk menjelaskan secara lebih terperinci", Tukas Yustina. 


Dalam wawancara singkat bersama dr. yoan usai berlangsungnya kegiatan, dr. Yoan menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Dikatakannya Kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat bagus karena audit tersebut merupakan punya dasar dan sebagai jalan keluar penanggulangan stunting. 

Ia juga menyampaikan harapannya semoga angka stunting bisa menurun pertahap.


"Kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat bagus karena audit tersebut merupakan punya dasar dan sebagai jalan keluar penanggulangan stunting. Saya berharap semoga angka stunting bisa menurun pertahap", Ungkap dr Yoan. 


dr. Stefani yang juga merupakan narasumber dalam kegiatan ini juga menyampaikan apresiasinya terkait kegiatan ini. 


"Menurut saya dengan adanya kegiatan seperti ini kita bisa lebih cepat membawa anak anak yang stunting, yang gizi buruk yang gizi kurang itu lebih cepat ditangani sehingga memang selama ini mungkin di posyandu agak kurang terdeksi dengan baik atau mungkin sudah terdeteksi tapi kurang cepat untuk dirujuk. Sehingga intervensinya kan memang kurang cepat, tapi dengan  adanya audit seperti ini, penanganan lebih cepat dan komperenshif untuk dilakukan di setiap kasus. 


dr. stefani juga menyampaikan harapan agar kiranya kegiatan ini tidak hanya sampai di audit saja tetapi kedepannya kerja sama antar lintas sektoral penanganan anak-anak yang bermasalah baik masalah gizi kurang, gizi buruk ataupun  sampai stunting atau sangat pendek itu bisa lebih cepat ditangani," Tutupnya.




Nestor Madi

Adv 1



Adv ll

Adv lll