Iklan

Republiknews
Selasa, 04 Juli 2023, Juli 04, 2023 WIB
Last Updated 2023-07-04T06:41:03Z
Jatim

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Selidiki Kasus Keracunan Massal Olahan Daging Kurban


Surabaya, Republiknews.com
- Polres Pelabuhan Tanjung Perak menyelidiki kasus keracunan massal warga Kalilom Lor Indah Seruni II, Tanah Kedinding Surabaya, akibat memakan olahan daging kurban saat perayaan Idul Adha, Jumat (30/7/2023) lalu. 


Kasus keracunan tersebut membuat 71 warga yang menyantap makanan itu mengalami mual, muntah, diare dan panas hingga 29 diantaranya dirawat di rumah sakit dan dua puskesmas. 


Kapolsek Kenjeran Kompol Ardi Purboyo mengatakan pihak polisi telah ditangani sejak Sabtu (1/7/2023) lalu usai Camat setempat melaporkan insiden tersebut.


Kompol Ardi menerangkan langkah polisi untuk menyelediki kasus tersebut dengan mengambil sampling makanan untuk diteliti dan sejumlah petinggi seperti, camat, lurah, serta RT/RW telah dimintai keterangan. 


"Kami dibantu Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk mendalami makanan daging kurban diduga terkontaminasi racun," kata Ardi, Selasa (4/6/2023). 


Meski begitu, kata dia, penyelidikan polisi masih tahap observasi. Pihaknya masih enggan menerka apakah kasus tersebut ada unsur pidana atau tidak. 


Sebab dalam tahap menghimpun keterangan saksi-saksi masih belum dikerjakan secara maksimal.


"Rata-rata saksi adalah para korban. Banyak di antara mereka yang sekarang kondisinya belum stabil sehingga keterangan belum layak dijadikan paramater," ucapnya. 


Sementara, Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina memastikan  pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil lab dari BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) Surabaya.


Nanik mengakui bahwa sudah mengirimkan sejumlah sampel kepada BBLK, mulai dari hasil olahan hingga muntahan korban dan dahaknya. 


“Nah, untuk hasilnya masih kita tunggu dari BBLK. Seharusnya, Hasilnya 3 harian ini, krn harus ada pemeriksaan kimia sama mikrobiologi," kata Nanik, kepada media


Dinkes Surabaya mencatat sebanyak 71 korban yang terkena kini sudah tersisa 19 pasien yang sampai saat ini masih menjalani rawat inap. Mereka menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit di Surabaya


[redho]