Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata Membabi Buta Di Papua -->

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata Membabi Buta Di Papua

Minggu, 20 September 2020, September 20, 2020

Papua-Republiknews.Com
Seorang Pendeta di Kab.Intan Jaya, Papua dilaporkan ditembak pada Minggu (20/9/20) oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua.


Tak hanya itu saja dua prajurit TNI serta dua warga sipil menjadi Korban hingga tewas. Mereka juga melukai dua warga sipil. Seperti dilansir dari rri.co.id.


 “Hari ini (Minggu, red) seorang pendeta bernama Yeremia Zanambani, jadi korban keganasan gerombolan ini,” kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Kol Czi IGN Suriastawa.


Sebelumnya anggota BKO Koramil Persiapan, Pratu Dwi Akbar Utomo gugur akibat luka tembak, setelah kelompok tersebut menyerang Pos Koramil Persiapan Distrik Hitadipa dikabupatan Intan Jaya, pada Sabtu (19/9/20) siang.


"Telah terjadi penyerangan Pos Koramil Persiapan Distrik Hitadipa Kabupaten Intan Jaya, dalam peristiwa tersebut mengakibatkan gugurnya salah satu anggota BKO Koramil Persiapan, Pratu Dwi Akbar Utomo karena luka tembak," kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Arm Reza Nur Patria, Senin (21/9/2020).


Dua hari sebelumnya, Kamis (17/9/2020), Serka Sahlan, anggota BKO Koramil Persiapan yang sedang membawa logistik dihadang KKSB dan gugur setelah terkena tembakan.


Di hari yang sama, pengemudi ojek bernama Badawi meninggal setelah dibacok KKSB dengan menggunakan parang, dan luka tembak.

Pada Senin (14/9/2020), KKSB melakukan tindakan kekerasan terhadap dua warga sipil, dimana mereka berdua mengalami sejumlah luka akibat sabetan senjata tajam. Dan saat ini masih dirawat secara intensif di RSUD Mimika.


Sebelumnya, Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III, Kol Czi IGN Suriastawa dalam keterangannya, Minggu (20/9/2020) mengatakan, gerombolan tersebut diduga memanfaatkan momen-momen tertentu untuk cari perhatian dunia internasional. Momen dimanfaatkannya adalah Sidang Umum PBB yang akan dihadiri Indonesia secara virtual pada minggu depan.


"Kami duga, aksi ini sengaja dilakukan untuk menarik perhatian dunia sekaligus bentuk provokasi kepada aparat keamanan Indonesia menjelang Sidang Umum PBB 22-29 September 2020, yang akan dihadiri oleh Presiden Jokowi secara virtual," pungkasnya. (T.L) 

TerPopuler