SABAR MENURUT ALLAH DAN RASUL-NYA -->

SABAR MENURUT ALLAH DAN RASUL-NYA

Rabu, 22 Juli 2020, Juli 22, 2020
gambar ilustrasi(sumber foto liputan6.com)

(Kajian Islam)
Kata sabar berasal dari bahasa arab yaitu as-Shabru, merupakan masdar dari fi’il madhi yang berarti menahan diri dari keluh kesah.

Ada juga yang mengatakan as-Shibru dengan mengkasrahkan shadnya yang berarti obat yang sangat pahit dan tidak enak.

Dan kebanyakan kita mengetahui tentang kalimat sabar pada umumnya adalah tidak melakukan apa apa dengan dalih “ Harus Bersabar “.

Dan banyak lagi cara-cara yang dilakukan oleh kebanyakan orang yang kesemuanya dari tindakan mereka adalah bersabar .

Sekarang bagaimanakah Sabar menurut Allah dan Rosulnya ? maka kami akan mencoba membuat suatu kajian tentang sabar secara ringkas dan jelas . yang terdiri dari beberapa kriteria tentang SABAR tersebut ‘

•Sabar merupakan Sunnatullah

Hadits :
الصبر مشيئة من الله تعالى على الأرض ، ومن حفظها ، فهو آمن ومن أهدرها ، دمره العذاب.
Artinya :
“Sabar itu suatu wasiat-wasiat Allah Ta’ala dibumi-Nya, siapa memeliharanya maka ia selamat dan siapa yang menyia-nyiakannya maka hancurlah ia dalam siksaan. (Hadits, dikutip dari Kitab Tanqihul Qaul, hal. 256)

Hadits :
أعطى الله تعالى وحي لموسى بن عمران: "يا موسى ، الذي لا يرضي من فرائضي وغير صبور مع امتحاني (بلاء) ولا يريد أن يكون ممتنًا لفضلاتي ، ثم يخرج من الأرض والسماء - ثم أطلب الله غيري
Artinya :
“Allah Ta’ala memberikan wahyu kepada Musa bin Imran As : “Hai Musa, siapa yang tidak ridha dengan ketetapan-Ku dan tidak sabar dengan ujian-Ku (bala’) dan tidak mau mensyukuri nikmat-Ku maka keluarlah dari bumi-Ku dan langit-Ku lalu carilah Tuhan selain Aku. (Hadits Qudsi, dikutip dari Kitab Tanqihul Qaul, hal. 256).

Hadits :
الذي لا يرضى بشروطي وينفد صبر في محاكماتي (بلعا) ، ثم اطلب الله غيري
Artinya :
“Siapa yang tidak ridha dengan ketentuan-Ku dan tidak sabar terhadap ujian-Ku (bala’), maka carilah Tuhan selain Aku. (HQR. Thabraani dari Abu Hanad Ad Dari, dikutip dari Kitab Tanqihul qaul, hal. 257).

Sebuah hadits serta dua hadits Qudtsy tersebut diatas inilah yang menjelaskan kepada kita bahwasanya Sabar merupakan ketetapan Allah atau Sunahtullah .

Perhatikan kalimat pada hadits yang pertama, dimana Rosulullah menjelaskan bahwasanya SABAR adalah WASIAT dari Allah terhadap BUMI ini , dan Orang-orang yang menyia-nyiakan WASIAT-Nya mereka akan Hancur dalam SIKSAAN Allah Swt .

Sebaliknya bagi orang-orang yang memeliharanya maka mereka akan selamat memperoleh Rahmat-Nya .

Perhatikan kalimat tersebut : “ Sabar itu suatu wasiat-wasiat Allah Ta’ala dibumi-Nya, siapa memeliharanya maka ia selamat dan siapa yang menyia-nyiakannya maka hancurlah ia dalam siksaan .”

Kemudian dijelaskan pada hadits Qudtsy yang pertama dan yang kedua redaksional kalimat berbeda tetapi memiliki arti serta makna yang sama , yakni : “ Barangsiapa yang tidak mau menerima Ujian dari Allah , maka silahkan keluar dari kolonglangitnya Allah , kemudian cari Tuhan lain selain Allah .

Kenapa begitu kerasnya kedua Hadits Qudtsy tersebut oleh Allah ? Karena  pada Hakikatnya SABAR merupakan Sunahtullah .

Ketetapan Allah , segala sesuatu yang menjadi ketetapan Allah adalah hal yang mutlak (Wajib) bagi kita untuk menjalaninya . dan Allah menetapkan sesuatu sesuai dengan KEHENDAK-Nya .

 Yang pada ujungnya hal tersebut merupakan suatu kebaikan bagi Manusia itu sendiri .

•Sabar adalah UJIAN yang diberikan Allah kepada Manusia

Hadits :
قال الله تعالى: "عندما أواجه كارثة على عبدي على جسده أو على طفله أو على ممتلكاته ، يتلقاها بالصبر. تركته يسأل عن صلاحه على نطاقه ، أو احتفظ بي لطفه في دفتر ملاحظاته.
Artinya :
“Berfirman Allah Ta’ala : “Apabila aku hadapkan satu musibah kepada hamba-Ku pada badannya atau pada anaknya atau pada hartanya, maka diterimanya dengan sabar yang baik. Aku biarkan dia meminta untuknya akan kebaikan pada timbangannya, atau mempertahankan Aku baginya kebaikannya pada buku catatannya. (HR. Muslim, dikutip dari Kitab Mukhtarul Ahadits, hal. 474).

Satu buah hadits tersebut inilah yang menjelaskan kepada kita bahwa SABAR merupakan UJIAN dari Allah terhadap Manusia .

Perhatikan kalimat pertama pada hadits tersebut : “ Apabila aku hadapkan satu musibah kepada hamba-Ku .....“ kalimat ini sangat jelas , Musibah yang datang kepada manusia oleh Allah , musibah tersebut berbentuk seperti apakah ? maka perhatikan kalimat selanjutnya :

“ ...pada badannya ...“ kalimat ini juga jelas Musibah tersebut akan diberikan kepada manusia pada BADANNYA dan ini maknanya sangat luas , bisa jadi penyakit yang menimpanya , luka ,dll yang dirasakan oleh badan kita .

 Kemudian kalimat : “ ...atau pada anaknya... “ nah kalimat ini juga jelas , pada keluarganya , dalam hal ini ANAK merupakan perwakilan dari keluarganya , sehingga bisa jadi Isterinya , orang tuannya dll keluarganya .

Dan bentuk ujiannya dijelaskan pada kalimat pertama , yakni menimpa pada DIRI , sehingga bisa jadi Kematian dan lain sebagainya terhadap diri .

Kemudian kalimat selanjutnya : “... atau pada hartanya..., “ nah kalimat ini juga sangat jelas yakni seluruh ASET yang dimilikinya dalam hal ini HARTA menjadi perwakilannya , sehingga bisa jadi Rumah , Mobil , Tanah , Toko dll yang dikuasainya akan diuji oleh Allah .

Seperti mobilnya ketabrak , rumah dan Tokonya terbakar , lahannya kena musibah banjir dll sebagainya dijadikan UJIAN bagi dirinya dan dia BERSABAR , dengan SABAR YANG BAIK maka apakah yang akan diperolehnya ?

Perhatikan kalimat selanjutnya : ...“ Aku biarkan dia meminta untuknya akan kebaikan pada timbangannya... “ kalimat ini sangat jelas dia akan memperoleh Pahala Akhirat pada Mizan kelak .

Kemudian pada kalimat terakhir dari Hadits tersebut diatas : “... atau mempertahankan Aku baginya kebaikannya pada buku catatannya. Maksudnya mendapatkan kebaikan dari Allah semasa didunia .

•Fadhilah bagi orang yang bersabar

Hadits :
"الصبر عند وقوع كارثة تسعمائة درجة.
Artinya :
“Sabar ketika tertimpa musibah itu memperoleh sembilan ratus derajat. (Hadits, dikutip dari Kitab dari Kitab Tanqihul Qaul, hal. 257).

Hadits tersebut diatas inilah yang menjelaskan kepada kita tentang Fadhilah , atau perolehan yang akan didapat bagi orang-orang yang senantiasa bersabar ketika di uji oleh Allah .

Perhatikan seluruh kalimat pada hadits tersebut diatas : “ Sabar ketika tertimpa musibah itu memperoleh sembilan ratus derajat “ kalimat ini sangat jelas mendapatkan sembilan ratus derajat , yang akan diperolehnya di dunia serta di akhirat kelak .

Setelah kita sudah mempelajari tentang SABAR yang sangat besar keuntungannya bagi diri kita baik di dunia maupun diakhirat , maka timbul suatu pemikiran, lantas bagaimanakah sabar sebenarnya yang akan dihitung oleh Allah , ketika kita mendapatkan ujian dari Allah . maka kita masuk pada pembahasan terakhir.

• Sabar yang dihitung oleh Allah

Hadits :
الصبر هو الضربة الأولى للكارثة
Artinya :
“Kesabaran itu pada pukulan yang pertama dari bencana”. (SHAHIH, HR.Al Bazar dan Abu Ya’la dari Abu Hurairah, dikutip dari Kitab Tanqihul Qaul, hal.254).

Hadits tersebut diatas inilah yang menjelaskan kepada kita tentang sabar yang akan mendapatkan Hitungan dari Allah .

Perhatikan seluruh kalimat pada hadits tersebut diatas : “Kesabaran itu pada pukulan yang pertama dari bencana”.

Kalimat ini sangat jelas , bahwa kesabaran seseorang dihitung oleh Allah adalah PADA PUKULAN YANG PERTAMA, Contoh kasus: seseorang mendapatkan Ujian dari Allah berupa bencana pada dirinya .

Sebuah kecelakaan yang menyebabkan salah satu anggota tubuhnya Hilang, sehingga dia menjadi cacat seumur hidup , nah , pada saat musibah itu terjadi, lantas dia mengetahuinya , kemudian dia langsung menerima sesuatu yang menimpa dirinya, maka itulah yang akan dihitung oleh Allah terhadap dirinya .

Akan tetapi bila ketika dia mengetahui bahwa dirinya sudah seperti itu , kemudian dia merasa menyesal larut dalam kekecewaan hingga bertahun-tahun , kemudian karena merasa dirinya tidak mungkin lagi bisa kembali seperti sedia kala , lantas dia baru menerimanya , maka Sabar tersebut tidak mendapatkan hitungan apa – apa dari Allah .

Kenapa demikian? karena Haditsnya jelas menyebutkan : “ Kesabaran itu pada pukulan yang pertama dari bencana”.

Demikian kajian singkat tentang sabar ...
Wallahu a’ lam bishawab ....
Semoga ada manfa’atnya ...
Wassalam ......



Disadur Oleh: Tamrin Lahiya

TerPopuler