TUJUAN IBLIS DAN SETAN TENTARANYA ADALAH MERUSAK ISLAMUL KAFFAH (Kajian Islam) -->

TUJUAN IBLIS DAN SETAN TENTARANYA ADALAH MERUSAK ISLAMUL KAFFAH (Kajian Islam)

Kamis, 03 September 2020, September 03, 2020
gambar ilustrasi sumber islam.nu.or.id

QS : AL BAQARAH AYAT 208
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Artinya :
Hai Orang-orang yang beriman , masuklah kamu kedalam Islam keseluruhan , DAN JANGANLAH KAMU TURUTI LANGKAH-LANGKAH SYAITAN ,sesungguhnya Syaitan itu musuh yang nyata bagimu .

Perhatikan kalimat ,khusus pada kalimat : “DAN JANGANLAH KAMU TURUTI LANGKAH-LANGKAH SYAITAN” bila kita sinkronkan dengan hadits Nabi yang menjelaskan tentang Islamul khaffah pada Hadits Muslim no 1 terjemahan shahih Muslim Hal. 2 – 3 maka kita mendapatkan kejelasan bahwa yang dimaksud dengan kalimat “ Dan Janganlah Kmau turuti langkah-langkah setan”,adalah Rusaknya Islamul khaffah itu sendiri.

Dengan kata lain Islam menjadi tidak utuh atau terpotong-potong atau sebahagian-sebahagian dan hal tersebut telah terjadi pada masa kini terbukti pada kehidupan kaum Muslimin .

Bila seorang Muslim telah Mengucap syahadah dan juga telah menegakkan Sholat selanjutnya telah melaksanakan Puasa dan telah menunaikan zakat serta telah menunaikan Haji maka mereka beranggapan bahwa Tugas Agama telah selesai .

Dan lebih parahnya manakala ia telah menunaikan Haji maka Haji tersebut dijadikan Gelar pada Awal namanya .

Bila kita pelajari Al Qur'an ternyata didalamnya tidak terdapat perintah atau anjuran Allah agar orang-orang yang telah menunaikan Haji memakai Haji sebagai Gelar.

Dan bila kita pelajari Hadits Nabi tidak pula terdapat Ajaran yang memerintahkan atau menganjurkan agar Kaum Muslimin yang sudah menunaikan Haji memakai hajinya sebagai Gelar . Bila kita ikuti sunnah Rosul , Nabi dan para sahabatnya tidak satupun yang memakai Gelar Haji didepan Nama mereka .

Dan perlu dijelaskan Bahwa Haji adalah salah satu Rukun Islam yang kelima ,maka bila haji dapat dijadikan Gelar maka seluruh Rukun Islampun dapat dijadikan Gelar .

Semisal seorang laki-laki yang bernama Syamsul Arifin telah menunaikan Haji dan juga telah mengucapkan syahadah juga telah menegakkan sholat dan pula telah menunaikan Puasa atau saum dan telah menunaikan zakat maka lima rukun islam tersebut akan dijadikan Gelar,Maka pada kartu penduduknya akan tercantum : Nama : Syahadah ,sholat saum zakat haji syamsul Arifin.

Adapun tipuan yang kedua dari Iblis la'natullah dan syaitan bala tentaranya dalam merusak ISLAMULKAFFAH ,Bahwa seseorang yang telah menunaikan seluruh rukun ISLAM yang memiliki 5 muatan dan telah menunaikan Rukun IMAN yang memiliki 6 muatan ,Maka orang tersebut Beranggapan ia telah mencapai titik kesempurnaan dan Ia meyakini bahwa Dirinya adalah Ahli Surga.

Perlu dijelaskan kembali bahwa ISLAMULKAFFAH adalah terdiri dari tiga (3) Tahapan atau Tiga Rukun,  yang pertama adalah ISLAM yang kedua IMAN dan yang ketiga adalah IKHSAN.

Maka orang-orang yang beranggapan bahwa DINUL ISLAM secara keseluruhan atau didalam Alqur'an disebut ISLAMUL KAFFAH, bukan hanya berhenti pada ISLAM dan IMAN tetapi masih ada satu tahapan akhir dari ISLAMULKAFFAH selain ISLAM DAN IMAN adalah IKHSAN, suatu dimensi keilmuan yang Maha luas .

Hanya dengan Iksanlah Islam secara utuh atau ISLAMULKAFFAH dapat dicapai .

Didalam IKHSAN inilah seorang MUSLIM dapat mencapai tingkatan TAQWA yaitu orang-orang yang dididik langsung oleh Allah sesuai yang tertulis pada surat AL BAQARAH AYAT 282.adapun tujuan Allah mendidik seseorang adalah mengajarkan kepada orang tersebut Ilmu-ilmu Laduni atau LADUNA ILMA, yaitu Ilmu-ilmu dari sisi Allah yang bertujuan mendidik seseorang mencapai tingkatan (Maqom) tertinggi yakni menjadi Wali Allah,pada maqom MUKHLISINA LAHUDDIN.

#  Cara agar bisa terhindar dari tipuan Iblis La’natullah

Melakukan Peribadatan didalam Rumah / Membaca Al Qur’an (Mengaji)

Hadits :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Artinya :
Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Janganlah kamu menjadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan, sesungguhnya syaithan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya”. [HR. Muslim, no: 780].

Hadits inilah yang menjelaskan agar kita bisa terhindar dari tipuan syaithan la’natullah. Perhatikan kalimat : “ Janganlah kamu menjadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan “ kalimat ini sangat jelas dimana Nabi mengatakan Rumah yang tidak pernah di laksanakan peribadatan apakah itu Sholat , baca qur’an (Mengaji), maka rumah tersebut meskipun bagus dan terang akan tetapi dilihat oleh para penduduk Langit bagaikan kuburan.

Perhatikan kalimat selanjutnya : “sesungguhnya syaithan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya”.  Kalimat ini juga jelas , bila sekirannya tidak ada syaithan yang masuk kedalam rumah kita ,maka sangat pasti penghuninya akan terhindar dari ganguan syaithan tersebut.

Berdzikir kepada Allah .

Hadits :

عَنْ الْحَارِثِ الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ أَمَرَ يَحْيَى بْنَ زَكَرِيَّا بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ يَعْمَلَ بِهَا وَيَأْمُرَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يَعْمَلُوا بِهَا…وَآمُرُكُمْ أَنْ تَذْكُرُوا اللَّهَ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ خَرَجَ الْعَدُوُّ فِي أَثَرِهِ سِرَاعًا حَتَّى إِذَا أَتَى عَلَى حِصْنٍ حَصِينٍ فَأَحْرَزَ نَفْسَهُ مِنْهُمْ كَذَلِكَ الْعَبْدُ لَا يُحْرِزُ نَفْسَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلَّا بِذِكْرِ اللَّهِ

Artinya :
Dari Al-Harits Al-Asy’ari, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allâh memerintahkan Yahya bin Zakaria dengan lima kalimat, agar beliau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil agar mereka mengamalkannya (di antaranya)…”Aku perintahkan kamu untuk dzikrullah (mengingat/menyebut Allâh). Sesungguhnya perumpamaan itu seperti perumpamaan seorang laki-laki yang dikejar oleh musuhnya dengan cepat, sehingga apabila dia telah mendatangi benteng yang kokoh, kemudian dia menyelamatkan dirinya dari mereka (dengan berlindung di dalam benteng tersebut). Demikianlah seorang hamba tidak akan dapat melindungi dirinya dari syaithan kecuali dengan dzikrullah”. [HR.Ahmad].

Hadits tersebut diatas inilah yang menjelaskan kepada kita agar bisa terhindar dari ganguan syaithan.

perhatikan kalimat khusus pada kalimat : “ “Sesungguhnya Allâh memerintahkan Yahya bin Zakaria dengan lima kalimat,” kalimat ini sangat jelas dimana Allah memerintahkan kepada Yahya bin zakaria. Apakah yang diperintahkan Allah terhadap beliau sesuai penjelasan Nabi , perhatikan kalimat selanjutnya : “dengan lima kalimat, agar beliau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil agar mereka mengamalkannya “ nah , inilah yang diperintahkan Allah kepada Yahya bin zakaria oleh Allah .

apakah kalimat tersebut ? perhatikan kalimat selanjutnya : “ Aku perintahkan kamu untuk dzikrullah (mengingat/menyebut Allâh).” Inilah yang diperintahkan Allah yakni Dzikrullah , dengan dzikrullah kita bisa terhindar dari tipu daya setan.

Kemudian dijelaskan dalam kalimat selanjutnya , bila seseorang berdzikir kepada Allah , itu samalah artinya dengan dia telah berlindung terhadap sesuatu didalam benteng yang amat kokoh dan kuat .

Sehingga serangan apapun yang akan datang mustahil untuk bisa menembusnya. Perhatikan kalimat selanjutnya : “ Sesungguhnya perumpamaan itu seperti perumpamaan seorang laki-laki yang dikejar oleh musuhnya dengan cepat, sehingga apabila dia telah mendatangi benteng yang kokoh, kemudian dia menyelamatkan dirinya dari mereka (dengan berlindung di dalam benteng tersebut).”

Dan pada ujung hadits tersebut perhatikan kalimat : “ Demikianlah seorang hamba tidak akan dapat melindungi dirinya dari syaithan kecuali dengan dzikrullah”. Maka menjadi jelas bahwa dzikrullah merupakan senjata juga sekaligus benteng bagi kaum muslimin.

Dan Mungkin ada yang bertanya, didalam hadits tersebut diatas dijelaskan bahwa “ Allah Swt mengajarkan kepada Yahya bin zakaria dengan Lima kalimat, kenapa yang ditekankan hanya Dzikirnya saja yakni BERDZIKIR sedangkan lima kalimat tersebut tidak dijelaskan ? , maka sebagai jawabannya yang dimaksud dengan Lima Kalimat pada Hadits tersebut diatas adalah “Al Baqiyyatusholihat” yakni Lima kalimat yang di muliakan serta dibesarkan Allah . yakni “ Subhanaullah,Alhamdulillah,Laaillahaillaullah,Allah hu Akbar dan Hauqallah . yakni Laahallah wallah quwwata Illahbillahil aliyyil adzim. Inilah 5 kalimat tersebut yang akan di Zikirkan untuk bisa terhindar dari tipu daya syaithan.

Mengerjakan Sholat berjama’ah

Hadits :

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمُ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدِ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ قَالَ زَائِدَةُ قَالَ السَّائِبُ يَعْنِي بِالْجَمَاعَةِ الصَّلَاةَ فِي الْجَمَاعَةِ

Artinya :
Dari Abu Darda’, dia berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada tiga orang di suatu desa atau padang, tidak didirikan shalat jama’ah pada mereka, kecuali syaithan menguasai mereka. Maka bergabunglah dengan jama’ah, karena sesungguhnya srigala itu akan memakan kambing yang menyendiri”. [HR. Abu Dawud, no: 547]

Hadits inilah yang menjelaskan kepada kita bila sekirannya kita akan melaksanakan sholat, kemudian sudah ada lebih dari satu orang , maka hendaklah sholat secara berjama’ah, jangan kerjakan sholat secara sendiri-sendiri sehingga bisa terhindar dari tipu daya syaithan . perhatikan seluruh kalimat pada hadits tersebut diatas : “Tidak ada tiga orang di suatu desa atau padang, tidak didirikan shalat jama’ah pada mereka, kecuali syaithan menguasai mereka. Maka bergabunglah dengan jama’ah, karena sesungguhnya srigala itu akan memakan kambing yang menyendiri.”

Bertaubat memohon pengampunan kepada Allah serta beristiqfar

Hadits :

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ إِبْلِيسَ قَالَ لِرَبِّهِ بِعِزَّتِكَ وَجَلَالِكَ لَا أَبْرَحُ أُغْوِي بَنِي آدَمَ مَا دَامَتِ الْأَرْوَاحُ فِيهِمْ فَقَالَ اللَّهُ فَبِعِزَّتِي وَجَلَالِي لَا أَبْرَحُ أَغْفِرُ لَهُمْ مَا اسْتَغْفَرُونِي
Artinya :
Dari Abu Sa’id Al-Khudri, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Iblis berkata kepada Robbnya: “Demi kemuliaan dan keagunganMu, aku senantiasa akan menyesatkan anak-anak Adam selama ruh masih ada pada mereka”. Maka Allâh berfirman: “Demi kemuliaan dan keagunganMu, Aku senantiasa akan mengampuni mereka selama mereka mohon ampun kepadaKu”. [HR. Ahmad]

Hadits inilah yang menjelaskan kepada kita bahwasannya Iblis berjanji dihadapan Allah untuk menyesatkan manusia. Perhatikan kalimat : “ Demi kemuliaan dan keagunganMu, aku senantiasa akan menyesatkan anak-anak Adam selama ruh masih ada pada mereka”. Kemudian kalimat : “ Aku senantiasa akan mengampuni mereka selama mereka mohon ampun kepadaKu”. Yang akan menjadi pelajaran untuk bisa kita ambil dalam materi ini adalah pada kalimat : “ Aku senantiasa akan mengampuni mereka selama mereka mohon ampun kepadaKu”. Kalimat ini sangat jelas , dimana Allah menjelaskan, selama seorang hambah senantiasa berdo’a memohon pengampunan kepada Allah , tentunya dengan perbuatannya serta banyak beristiqfar , maka mereka akan diampuni oleh Allah.

#  Jalan Masuknya setan terhadap Manusia .

Hadits :
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى
Artinya :
Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelekan pada pendengaranku, dari kejelekan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelekan pada mani atau kemaluanku). (HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Hadits inilah yang menjelaskan kepada kita tentang jalan masuknya syaithan terhadap manusia. Perhatikan kalimat : “ Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelekan pada pendengaranku” kenapa kita memohon ampunan kepada Allah serta perlindungan-Nya terhadap PENDENGARAN kita ? , karena Telinga merupakan salah satu akses bagi syaithan untuk masuk kedalam diri manusia. Sehingga Nabi mengajarkan kepada kita selaku umatnya untuk memohon perlindungan kepada Allah terhadap Telinga kita, kemudian kalimat selanjutnya : “dari kejelekan pada penglihatanku” ini jelas , selain Telinga , Mata juga menjadi jalan masuknya syaithan untuk menyerang manusia. Kemudian kalimat : “ dari kejelekan pada lisanku “ yah, sangat jelas. Serta kalimat : “dari kejelekan pada hatiku “ . nah kenapa HATI ? bukankah Hati merupakan tempatnya RUH bertinggal. Perlu dijelaskan , bahwa Iblis la’natullah tidak mungkin langsung menyerang kedalam Pusatnya Manusia atau ke tempatnya RUH berada . yang dimaksud HATI pada keterangan hadits tersebut diatas adalah Hati Zhulmani . perlu diketahui bahwasannya Allah Swt menciptakan Manusia yang didalamnya terdapat segumpal daging , yang dimaksud dengan segumpal daging adalah QALBU atau HATI .

dimana hati tersebut memiliki dua belahan , belahan yang kanan namanya HATI NURANI hati tempatnya Nur berada dan disitulah bersemayamnya Ruh Insani setiap Insan.

 Kemudian belahan yang Kiri namanya HATI DZULMANI hati yang penuh dengan kegelapan, nah dibelahan kiri inilah yang menjadi sasaran bagi Syaithan ketika masuk kedalam Raganya Manusia. sehingga dengan bbantuan AKAL dan NAFSU serta bisikan yang datangnya dari belahan kiri , sehingga manusia tersebut akan bimbang terhadap kebenaran yang ada , sehingga kita diperintahkan Nabi untuk bermohon perlindungan kepada Allah dari Hati tersebut.

#  Berdo’a kepada Allah
Di antara doa yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang diriwayatkan dari Jubair bin Abi Sulaiman bin Jubair bin Muth’im rahimahullah, dia berkata,  “Saya mendengar Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma berkata, ‘Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan doa-doa ini ketika sore dan ketika pagi:

Hadits :
 اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ ، اللَّهُمَّ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي ، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي ، وَآمِنْ رَوْعَاتِي ، وَاحْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ ، وَمِنْ خَلْفِي ، وَعَنْ يَمِينِي ، وَعَنْ شِمَالِي ، وَمِنْ فَوْقِي ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي.

Artinya :
Ya Allâh! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pengampunan dan keselamatan (afiat) di dunia dan di akhirat. Ya Allâh! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pengampunan dan keselamatan (afiat) pada agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allâh! Tutupilah auratku (aibku), amankanlah ketakutanku dan jagalah aku dari sisi depanku, belakangku, kananku, kiriku, atasku. Dan saya berlindung kepadamu dari ditenggelamkan (di bumi) dari arah bawahku. ( HR. Ibnu Majah no. 3871. Hadiits ini dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Takhrîj al-Kalim ath-Thayyib, no. 27).  (Tamrin Lahiya)

TerPopuler