MPR Desak Dubes Pahami Kondisi Negara Penempatan -->

MPR Desak Dubes Pahami Kondisi Negara Penempatan

Selasa, 30 Maret 2021, Maret 30, 2021


Republiknews.com – Jakarta, Wakil Ketua MPR RI Sjarifuddin Hasan, meminta pemerintah memberi perhatian dan perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri secara maksimal. Bukan hanya kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI), tapi perlindungan juga diberikan kepada WNI yang memperoleh perlakuan rasisme di luar negeri.


Menurut Sjarifuddin Hasan, dalam pembukaan UUD NRI 1945, alinea keempat konstitusi  sudah ditegaskan bahwa pemerintah harus melindungi seluruh bangsa dan negara Republik Indonesia.


“Karena itu, di manapun WNI berada harus mendapat perlindungan dari pemerintah secara maksimal,” kata Sjarifuddin Hasan dalam Diskusi Empat Pilar MPR yang mengangkat tema ‘Sentimen Rasisme di Amerika Serikat. Bagaimana Nasib Warga Negara Indonesia di Amerika Serikat’ di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/3/2021).


Syarief mengatakan, selama ini banyak para Dubes RI hanya fokus pada perlindungan bagi para PMI yang bekerja di luar negeri. Seharusnya, para Dubes juga harus memperhatikan pola masyarakat setempat soal perlakuan rasisme di suatu negara terhadap warga tertentu.


Di sisi lain, Politisi dari Partai Demokrat ini juga meminta peran aktif WNI di luar negeri untuk melapor ke KBRI setempat. Sehingga ketika mendapat perlakukan kekerasan atau perundungan dari warga setempat, pihak KBRI bisa segera memberikan bantuan dan pertolongan.


“Jadi KBRI itu bisa mengetahui kalian ada dimana. Selain itu mengetahui perkembangan yang ada dan bisa mengantisipasi kejadian – kejadian yang dialami oleh kalian dan melakukan pertolongan pertama pada saat yang dibutuhkan,” kata mantan Menteri Koperasi dan UKM ini.


Dalam kesempatan sama, Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkarm Christina Aryani menyesalkan adanya perlakuan kekerasan yang dialami dua WNI di AS terkait sentimen Anti Asia ini.


“Tentunya ini tidak hanya dialami oleh warga negara Indonesia yang saat ini berada di Amerika tetapi juga warga negara keturunan Asia lain,” katanya. Jcn – (T.L)

TerPopuler